
Han terdiam saat Susan tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya tengah hamil.
"Apa? Kamu Hamill? " Tanya Han kemudian membalik badan dan mendekat ke arah susan.
Susan menangis sambil menunduk dengan menutup wajahnya.
"Iya Han, , aku hamil , , hiks , hiks, hiks, , " ujarnya dengan jujur pada Han.
Han kembali mengingat kebersamaan mereka yang beberapa hari yang lalu.
"Tidak mungkin itu anakku " ucap han dengan tegas .
Susan menoleh dan menetap Han yang terlihat sangat terkejut,Susan diam sejenak menatap wajah Han lalu mengangguk.
"Lalu siapa?" Tanya Han ,dia kasihan melihat Susan yang akan di hukum oleh Ken.
Susan kembali menangis mengingat siapa yang menghamilinya,bahkan dia pernah mengatakan itu padanya namun orang tersebut tidak ingin bertanggungjawab.
"Huuu, , , , aku benci diriku , ,aku benci, ,. ,aku akan membunuh anak ini " Susan tiba tiba histeris dengan memukul mukul dirinya dan juga memukul perut nya.
Han berusaha menghentikan susan yang lagi mengamuk,
"Hentikan Susan, , apa yang kamu lakukan " teriak Han menangkap kedua tangan Susan aget tidak lagi memukul perut nya.
Han sudah bisa menebak bahwa laki laki itu tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan Susan.
"Lepaskan aku Han, , aku tidak mau anak ini,aku tidak Sudi " ronta Susan lagi.
"Kamu sudah gila ya,jika kamu tidak mau hamil,lalu kenapa kamu mau berhubungan sama orang lain?" Teriak han .
Susan terdiam,dia pun sadar dengan ucapan han ,kenapa dia mau berhbngan dengan laki laki sementara laki laki itu tidak siap bertanggungjawab atas kehamilannya.
"Kenapa? " Tanya Han lagi
Susan menggeleng ,Han semakin kasihan melihat raut wajah Susan yang terlihat bingung.
"Siapa ayah dari anak ini ?" Tanya Han
Susan terdiam,dia tidak tahu harus mengatakan nya ataupun tidak ,dia juga berharap Han bisa membantunya namun dia juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Han,Han bukanlah orang terdekat nya dia hanyalah assisten sepupunya,Ken.
Melihat keraguan dari wajah Susan membuat Han duduk di samping Susan lalu memeluknya,Susan hanya diam mendapat perlakuan itu ,rasa nyaman kembali di rasakan Susan saat Han memeluk tubuhnya dan menenangkan nya.
"Tenanglah,aku akan mencoba membatu kamu,katakan padaku siapa anak dari bayi ini Susan ,percaya padaku " ucap Han lagi .
Susan melepas pelukannya dan menatap Han sejenak.
"Mike ,, " ucap Susan
"mike?" Tanya Han lagi memastikan dia tidak salah dengar.
"Iya, , Mike Andrew" jawab Susan lagi
"Apa kamu yakin?" Tanya Han.
__ADS_1
"Apa kamu kira aku cewek gampangan apa?" Marah Susan saat Han mengatakan itu
Han menggaruk kepalanya yang tak gatal ,merasa salah bicara tapi memang benar dia mendapati Susan sudah tidak perawan kala itu.
"Apa aku salah bicara?" Tanya Han lagi.
Susan mencerna apa yang di tanyakan oleh Han,dia pun mengerti .
"Khem, , ,khem, , , sorry, , iya aku yakin dia ayah dari anak yang di kandung ku ,karena aku hanya berkencan dengannya saja ,tidak ada yang lain " jelas susan. Merasa tidak enak.
"Kecuali kemarin "ucapnya lagi agar Han tidak protes.
"Hmm, , ,baiklah , , istirahat aja " ucap Han kemudian meninggalkan Susan sendiri.
**
Di kantor Aldo,kini Aldo bersama sekelompok anak buah dari Vina sedang kumpul si sebuah ruangan khusus di buat untuk meeting.
"Apa yang kalian dapatkan " tanya Vina yang kini duduk di sebuah sofa tunggal di ruangan itu.
Seseorang dari mereka berdiri dan memberikan sebuah bukti bahwa kecelakaan yang terjadi memang di sengaja dan Aldo lah yang jadi sasarannya,rekaman CCTV memang tidak di temukan namun korban yang di suruh untuk melakukan itu mengaku pada anak buah vina bahwa dia di suruh melakukan itu oleh seseorang yang kini tidak ingin tanggung jawab atas kesehatan nya yang masih harus di rawat di rumah sakit.
"Apa dia sekejam itu?" Tanya Aldo tak percaya.
"Apapun bisa di lakukan hanya karena sebuah cinta Al," balas Vina dengan santai sambil membuka lembaran terakhir tentang informasi pesuruh .
"Di lembaran terakhir ini adalah informasi yang kamu dapatkan tentang orang yang menyuruhnya melakukan itu ,dan untuk korban saya sudah membayar lunas untuk kesembuhan nya sesuai perintah nona " jelasnya lagi .
"Coba lihat "ucap Aldo mengambil dokumen itu .
Degh
Aldo sangat terkejut,dia tidak menyangka Ken lah yang ada di balik semua itu .
"Benar dugaan ku,dia adalah biang keroknya " ucap Vina saat Aldo tengah membaca tantang data terkahir itu.
"Aku tidak percaya dia sekejam ini " ucap Aldo melepas berkas itu di meja
Dia kembali menerawang saat Ken Tiba tiba datang menghampiri nya beberapa saat lalu,dia bergidik ngeri saat mengingat itu.
"Kamu kenapa? " Tanya vina
"Aah tidak, , ,aku tidak apa apa " jawab Aldo berbohong.
Vina tahu Aldo merasa takut,tapi dia tidak ingin memperpanjang itu,yang dia inginkan saat ini hanyalah memberi pelajaran pada Ken secepatnya.
"Baiklah terimakasih info dari kalian ,dan malam nanti persiapkan diri kalian " ucap Vina .
"Apa yang akan kamu lakukan Vin? Jangan macam macam " ucap Aldo.
"Aku harus memberi pelajaran pada Ken ,dia harus tahu dengan siapa dia berurusan " jawab Vina.
"Aku tidak setuju,aku tidak mau kemu kenapa kenapa " jelas Aldo lagi.
__ADS_1
" Ken Harus di beri pelajaran,dan kamu tidak perlu khawatir,aku bisa menghadapi ken," jelasnya lagi.
"Tapi vin, ,"
"Aldo, , " tekan Vina .
Aldo hanya bisa diam saat Vina sudah memutuskan suatu hal yang tak bisa di ganggu gugat.
"Aku hanya mengkhawatirkan kamu Vin " gumam Aldo.
Setalah itu Vina berlalu begitu saja tanpa bicara dengan Aldo bersama anak buahnya, menyisakan Aldo seorang di ruangan itu,Aldo mengusap kasar wajahnya merasa tidak berguna bagi vina,ia merasa seharusnya dialah yang bertarung bersama Ken bukan Vina,tapi dia juga mengakui jika Vina jauh lebih dari pada dirinya.
"Aark, , ,kenapa kamu jadi orang yang tidak berguna bagi dia Al,,kenapa? " Gumam Aldo pada dirinya sendiri
Sementara itu di tempat lain ,Ken kesal dengan Han saat ini.
"Apa yang ada dalam pikirn kamu Han? Kamu sudah gila? " Geram Ken saat mengetahui Han pulang babak belur di hajar oleh Mike.
"Maaf bos,aku hanya ..." Ucapan Han terpotong saat mengingat susan yang kini menjadi tawanan nya.
"Apa ?" Tanya Ken menunggu kelanjutan ucapan Han
"Aku, , , " Han terdengar ragu mengatakan itu
"Jawab lah sebelum aku geram padamu dan tambah menghajar mu " ancam Ken.
"Aku hanya ingin memberi nya pelajaran ,karena telah membuat Susan Hamil dan tidak mau bertanggungjawab " jelas Han pada Ken.
"Apa?" Ken menajamkan pendengarannya saat ini.
"Apa kamu bilang? Susan hamil ? Dan kamu datang untuk meminta pertanggungjawaban laki laki itu? " Tanya Ken ,dan Han mengangguk.
Jujur,Ken merasa geram mendengar sepupunya hamil dan pacarnya tidak mau bertanggungjawab, namun dia juga benci saat ini pada susan,dan kebencian itu Jauh lebih utama dari pada rasa kasihannya.
"Hahaha, , baguslah biar dia menderita sekali pun ,aku tidak perduli " ucap Ken sambil tertawa.
Han sedikit marah saat Ken tertawa,dia merasa Ken tidak memiliki hati nurani pada sepupunya.
"Terus dia mana dia sekarang,aku sudah tidak sabar melihatnya menderita " ucap Ken menyeringai .
Han terdiam,dia tidak mengatakan apapun karena saat ini entah mengapa dia ingin menjadi pelindung bagi Susan.
"Han, , ," panggil Ken
"Iii-iya bos, , " jawab Han.
"DI MANA DIA HAN,JANGAN BILANG KAMU KASIHAN PADANYA " teriak Ken .
Han pun memberanikan diri mengatakan
"Aku ingin bertanggungjawab atas bayi itu,aku ingin menikahi Susan " jawab Han lantang
"Apa? "
__ADS_1