Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 89


__ADS_3

Vina menikmati sarapan nya dengan perasaan kesal,sejak melihat Aldo menelpon tadi entah mengapa mood Vina benar benar berubah,wajahnya di tekuk membuat Aldo Semakin gemas di buatnya.


"Sarapan dengan baik,jangan sampai di mainin makanannya" tegur Aldo,dia paham apa yang Vina pikirkan dan dia sangat bahagia karena dengan cemburunya Vina berarti Aldo bisa menyimpulkan bahwa Vina benar benar cinta padanya.


Vina hanya menghembuskan nafas beratnya saat Aldo mengatakan itu.


"Aku lagi gak nafsu makan ,aku mau pulang aja " ucap Vina hendak bangkit namun Aldo menghentikan nya dengan memegang tangannya.


"Vin, ," panggil Aldo


"Apa sih Al,aku ingin pulang" ucap Vina tak selera.


"Sarapan dulu " ucap Aldo .


Mau tak mau Vina kembali duduk dengan kesal dan menikmati makanannya,setelah itu mereka pun keluar ,namun Aldo masih sibuk dengan ponselnya ,dia tersenyum sambil membalas pesan entah dari siapa.


"Apaan sih " gumam Vina merasa semakin kesal di buat Aldo,dia merasa tidak di anggap saat ini.


"Huh, menyebalkan " gumam Vina menghentakkan kakinya mendahului Aldo,Aldo melihat kekesalan Vina merasa semakin senang dan memasukan ponselnya lalu mengejar Vina.


"Vin ,tunggu , , kenapa aku di tinggal " ucap Aldo sambil menarik tangan Vina ,namun Vina dengan cepat menepisnya dan kembali berjalan normal.


Vina tak menjawab,dia hanya terdiam dan kembali melangkah.


"Vin kamu kenapa sih diam saja " ucap Aldo saat ini sudah berada di dalam mobil.


Vina hanya diam sambil menatap ke arah jendela,dia begitu kesal dengan Aldo sejak tadi pagi,dia merasa Aldo berubah dan Kini pikirkan Vina menjadi tak menentu.


"Vin, , jawab dong ?" Ucap Aldo kembali


"Huuuh, , Kamu anggap aku gak sih ?" Tanya Vina tiba tiba ,dia sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa penasaran dan juga kesal nya.


"Maksud kamu apa? Kenapa kamu bicara seperti itu sih?" Tanya Aldo kembali.


"Kamu dari tadi pagi sibuk terus sama hp kamu,di telpon siapa? Di telpon susan? Atau cewek lain ?" Ujar Vina menghujani Aldo dengan cepat pertanyaan.


"Hmm...ku cemburu ya, , ," Goda Aldo


"Gak, , aku gak cemburu "jawab Vina sambil menoleh ke samping tak memandangi Aldo.


"Ciye ,,kamu cemburu,aku senang kok kalau kamu cemburu" ujar nya lagi


"Gak ya,gak ada yang cemburu !" Jawab Vina ketus


"Ooh tidak cemburu ternyata,baiklah jika begitu " ucap Aldo dengan sengaja masih dalam mood menggodanya.

__ADS_1


"Kamu belum jawab..!" Sahut Vina


"Jawab apa?" Tanya Aldo


"Ku telpon siapa tadi?" Tanya Vina lagi


"Iya baiklah aku jawab,tadi aku telponan sama ....." Belum sempat menjawab,ponsel Aldo tiba tiba berdering.


Drrrttt


Drrrttt....


"Eeh bentar ya aku angkat telpon dulu ?" Ucap Aldo tak jadi menjelaskan nya pada Vina.


Vina kembali kesal di saat obrolan serius malah Aldo bermain main dan menerima telpon dari uang yang Tak di kenalnya.


Dalam percakapan Aldo tersenyum malah tertawa saat mengangkat panggilan.


"Cih, , dasar menyebalkan" kesal Vina kembali merasa di abaikan,


"Eeh aku telpon lagi nanti ya ,aku masih di jalan " ucap Aldo terdengar manis membuat Vina kembal memanas.


Aldo langsung mematikan ponselnya dan kembali fokus pada Vina.


"Vin kita sampai mana tadi ?" Tanya Aldo ,namun Vina kembali diam tak bersuara.


"Eeh jangan gitu dong,gak boleh sayang, kamu ikut aku aja ya " ucap Aldo menarik tangan vina namun lagi lagi Vina tak menghiraukan nya.


"Mending kamu fokus sama ponsel kamu,jangan hiraukan aku ,aku lebih baik naik taxi aja " kesal Vina mencoba menepis tangan Aldo ,namun Aldo dengan kuat menahannya dan meminta maaf.


"Maaf sayang ya, , maaf , aku tidak akan mengulanginya lagi " Icao Aldo kemudian menciumi tangan Vina sebagai perminta maafannya.


Lagi dan lagi Vina mengalah sampai akhirnya mereka telah sampai di sebuah tempat yang sangat indah di kota new York.


"Kita ngapain ke sini ? Bukannya tadi mau pulang?" Tanya kesal Vina.


"Jalan jalan bentar ya, , ayok " ajak Aldo.


Dengan wajah kusutnya pun Vina mengikuti langkah Aldo untuk jalan jalan ke sekitar taman itu.


"Mau itu gak" tunjuk Aldo pada penjual permen kapas.


Entah mengapa mood Vina benar banar baik saat di tawarkan membeli permen kapas.


"Mau.." jawab Vina antusias dengan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


"Baiklah,kamu tunggu sini ya ,aku ksaana dulu " ucap Aldo ,kemudian berjalan menuju penjual permen kapas itu.


Vina duduk di sebuah bangku sambil menatap Aldo dengan senyuman,namun saat yang bersamaan tiba tiba Aldo di datangi Seseorang,dia menyapa Aldo dan langsung memeluknya.


Degh


Jantung Vina berdetak kencang,dia berpikir siapa wanita yang lagi bersama Aldo itu,dan aldo terlihat sangat senang dan terlihat melupakan Vina.


Lama Aldo berbincang dengan wanita itu membuat Vina kesal dan hendak menghampiri mereka,namun saat yang bersamaan beberapa gerombolan orang mendekat ke arah Aldo dan langsung menghajar Aldo lalu menarik wanita itu untuk di bawa mereka.


"Astaga, , , Aldo" teriak Vina sambil menutup bibirnya,


Di sana orang orang tak ada yang mau membantu,merak memilih untuk diam dan hanya menjadi penonton.


Vina segera berlari dan salah satu dari mereka menghentikan Vina dan Vina dengan jelas bisa melihat Aldo di hajar habis habisan tanpa ampun.


"Hei,jangan pukul dia,lepaskan dia " teriak vina


Bugh


Bugh


Bugh


"Ini bayaran untuk orang yang berani mengambil pacar saya " ucap salah satu di antara mereka.


"Apa? Pacar? " Ucap Vina kembali mengulang kata kata pria itu.


"Yah,dia carlotte adalah pacarku dan Laki laki sialan ini sudah berani selingkuh dengan pacarku " adunya membuat Vina merasa terkejut dan kesal bahkan kecewa.


"Sorry " hanya itu yang bisa keluar dari mulut Aldo.


Lelaki itu kembali menghajar Aldo namun demi rasa kemanusiaan Vina menyingkirkan rasa marahnya dan memilih membantu aldo ,namun dia tak mampu karena dua orng masih memegang kedua tangannya dan kembali orang orang itu manarik Aldo yang kini sudah tidak berdaya dan membawanya ke sebuah tempat yang sangat sepi.


"Cukup , , hentikaaaaaaaaaannnn" teriak Vina.


Dia melihat Aldo kini berada di tengah tengah sebuah lingkaran dan lelaki itu mengarahkan senjata ke arah Aldo.


Tangis Vina pecah saat melihat wajah Aldo babak belur dan penuh darah,.


"Cukup, jangan sakiti dia,aku mencintainya,jangan sakiti dia " tangis Vina ,kini tubunya sudah melemas dan lututnya sudah menyentuh tanah tak lagi mampu menopang tubuh kecil itu .


"Kamu wanita yang sangat bodoh rupanya,dia sudah jelas jelas berselingkuh namun kamu masih bilang kamu mencintai nya? Hah?" Teriak lelaki itu


"Aku tidak perduli,aku tidak perduli apapun kesalahannya,aku tidak mau kehilangan dia,jadi ku mohon lepaskan dia " teriak Vina masih dengan tangisnya.

__ADS_1


"Tapi maaf, ini sudah keterlaluan,dan say good bye padanya " ucap nya kemudian menarik pelatuk nya.


"Tidaaaaaaaaaakkk." Teriak Vina.


__ADS_2