
BUGH...
"Jangan omong kosong kamu han," geram Ken memukul han saat mengatakan akan bertanggungjawab atas kehamilan Susan.
Han terkapar di lantai dengan darah yang sudah mengalir di bibir nya ,dia bangkit dan berjalan ke depan Ken yang kini masih mengepal tangannya bersiap memukul han lagi.
" Sebagai sahabat kamu, , aku serius Ken,aku sangat serius" ucap Han mencoba bicara sebagai sahabat nya Ken bukan sebagai assisten.
Ken sangat terkejut mendengar pengakuan Han,terlebih dia tahu jika Han sudah pernah tidur dengan Susan.
Melihat kesungguhan Han membuat Ken terdiam,dia melempar sebuah vas bunga ke samping Han lalu pergi begitu saja tanpa menoleh lagi.
Huuh...
Han mengeluh pelan merasa lega saat Ken meninggalkan nya,dia yakin Ken bisa mengerti perasaan nya dan merestui mereka.
Setelah cukup lama di sana dia memutuskan untuk pulang dan menemui Susan.
"Suster apa non Susan sudah makan?" Tanya han.
"Belum tuan,non Susan tidak ingin makan ,dia seharian hanya menangis " lapor suster itu pada Han.
Han mengangguk pelan lalu masuk ke kamar Susan,Han mengetuk pintu dahulu setelah itu dia masuk ke dalam.
Dia melihat Susan tidur meringkuk di kasur dengan mata terpejam,dia mendekat dan duduk di pinggiran ranjang sambil menatap wajah Susan yang sembab Akibat menangis.
Han memberanikan diri untuk mengelus rambut Susan pelan ,dia tersenyum membayangkan jika susan menjadi istrinya.
Gerakan Han membuat Susan terbangun ,dia langsung menepis kasar tangan Han dan langsung terbangun.
"Astaga, , , Han, , aku fikir siapa " ucap susan.
Han pun terkejut dia salah tingkah dan mencoba mencari alasan.
"Jangan salah faham,aku hanya mengecek suhu tubuhmu saja " kilahnya .
"Aku sudah tidak apa apa " ucap Susan pelan kemudian membuang muka .
__ADS_1
Han melihat makanan Susan di nampan masih belum tersentuh,dia pun bertanya.
"Kenapa tidak makan? " Tanya Han
"Aku tidak nafsu makan ," jawab Susan pelan.
Han mengambil nampan itu dan berbuah yg menyuapi Susan ,namun niat Han di tolak mentah mentah.
"Aku tidak mau makan Han" ucap susah sambil meraih ponselnya.
Dia mengecek ponsel itu dan tidak ada sama sekali motif maupun telepon dari orang yang di tunggunya.
"Haish, , dia kemana sih " keluh Susan pelan
Han hanya diam tak menjawab,dia penasaran siapa yang di tunggu oleh Susan,Susan bangkit dan kembali mencoba menghubungi orang yang membuatnya gelisah sejak tadi.
"Al, ,angkat dong , , aku butuh kamu , , aku lagi sakit Al " keluh Susan
"Jadi dia?" Gumam Han.
Entah sejak kapan Han ikut membenci Aldo ,sampai ia kini mengepal tangannya kuat merasa Aldo adalah saingannya.
"Awas kamu Aldo " gumam Han.
Tanpa menunggu lama Han pun pergi meninggalkan Susan entah kemana,sementara Susan masih sibuk dengan ponselnya,lain halnya dengan Aldo.
Dia yang kini sibuk memikirkan Vina yang mungkin saja saat ini dalam perjalan sedang beraksi membalas dendam pada Ken.
"Astaga, , kenapa aku diam saja di sini?" Gumam Aldo sendiri ,dia pun memutuskan untuk menyusul Vina dengan mengendarai mobilnya.
"Juan,aku merasa Vina dalam bahaya,aku minta bantuan mu Juan,kirim anak buahmu untuk membantuku ,Vina saat ini sedang menuju markasnya Ken." Isi pesan singkat dari Aldo untuk Juanda.
Tak lama Aldo mendapat notif maps markas mereka dan mengirim sebuah lambang rahasia persatuan mereka.
"Datang ke alamat itu dan berikan mereka melihat pesan ini,maka mereka akan tunduk dan ikut pada mu " tulis Juanda melalui pesan singkatnya.
Aldo menerima itu dan berterima kasih pada Juanda,kemudian Aldo melesat pergi ke alamat yang di tuju oleh maps nya.
__ADS_1
"Ada apa sayang ?" Tanya Lina memeluk Juanda dari belakang.
Saat ini mereka tengah berada di Bali menikmati bulan madu mereka dengan penuh kebahagiaan.
" Biasa adik nakal kita itu membuat ulah lagi " ucap Juanda.
"Vina? " Tanya Lina
"Siapa lagi,kan cuma dia saja adik kita satu satunya" ucap Juanda sambil mencubit gemas hidung Lina.
"Aku yakin,Vina membuat ulah pasti mereka yang mulai duluan " ucap Lina
"Kamu benar,dan aku tidak terlalu khawatir karena aku yakin aldo dan juga Vina bisa mengatasi nya sendiri " ucap Juanda.
"Iya kamu benar " ucap lina lagi.
"Sayang, , " panggil Juanda sambil membalik tubuhnya
Agar berhadapan dengan Lina.
"Hmmm " jawab Lina menengadah pandangan nya ke atas menghadap Juanda.
"Buat dedek bayi lagi yuk " ajak Juanda Dangan berbisik di telinga Lina membuat Lina mendesah pelan dan mencubit gemas pinggang suaminya itu.
"Kamu iihh, , " ucap Lina manja.
Juanda pun tanpa menunggu lama dia langsung mengangkat tubuh Lina dengan enteng menuju kasur mereka.
Yahh itulah yang mereka lakukan saat ini, berhenti saat merasa lapar dan juga haus,selebihnya mereka gunakan waktu mereka untuk berbulan madu di pulau Dewata itu .
Di tempat lain ,Vina mulai mengendap masuk ke Markas Ken ,dia kebingungan melihat tidak ada tanda tanda kehidupan di sana.
"Apa mereka tidak di sini? " Kesal Vina ,pasalnya itu adalah alamat yang di berikan pada orang yang tidak jelas.
Drrt...ponsel Vina bergetar,dia segera membuang Permen kaset yang sejak tadi dia kunyah kesembarang arah dan mengambil ponselnya,
"Bos ,dia ada di lantai atas " ucap anak buah Vina ,dia langsung mematikan ponselnya dan langsung menuju lantai atas dengan pelan.
__ADS_1