
Seketika jalanan itu penuh dengan wartawan yang meliput kejadian,polisi dan petugas medis sangat sibuk di buat nya , mengurus jenazah yang tergeletak di jalanan .
"Astaga, kasihan sekali, dia tewas mengenaskan "
"Ya ampun, , kenapa bisa separah ini"
"Ya tuhan,,aku tidak sanggup melihatnya "
Begitu banyak ucapan yang keluar dari mulut orang orang di sekitar, melihat Darah ada di mana mana,histeris para pengemudi yang ikut turun melihat kejadian itu juga terdengar di mana mana.
"Kalian minggirlah,biarkan kami bekerja dengan baik " ucap polisi mengatur jalan untuk para korban di bawa ke ambulance.
Seorang polisi menatap ke sebuah mobil hiitam yang berada di pojokan yang di duga juga adalah korban,polisi itu mendekat dan mengetuk pintu mobil itu.
Tok
Tok
Tok
Aldo,dia masih terdiam tak bersuara,dia begitu terkejut saat ini,bayangan mobil box yang akan menghantam mobilnya begitu terlihat jelas di ingatannya,untung saja dia tepat waktu membanting stir dan menghindar,namun naas mobil yang berada di belakangnya menjadi korban dan tubuh korban itu hancur berkeping keping membuat Aldo hanya bisa diam dengan keterkejutan yang kuat biasa.
Tok
Tok
Tok
"Permisi , , " ucap polisi itu kembali sambil mengetuk pintu.
Aldo pun tersadar dia segera membuka kaca jendela.
"Apa anda Terluka?" Tanya polisi itu.
Aldo terlihat pucat dia menatap polisi itu dengan gemetar,membayangkan kematian di depan matanya membuatnya mengingat kedua orang tuanya,Aldo tiba tiba meneteskan air matanya dan berlalu begitu saja tanpa menjawab pertanyaan dari polisi itu,melihat itu polisi itu terheran dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kamu kenapa?" Tanya seorang rekannya menghampirinya.
" Aah, , tidak ,mungkin dia hanya bersedih melihat para korban yang meninggal ,makanya dia menangis " ucap polisi itu pada rekannya kemudian kembali bekerja mengurus sisa sisa kecelakaan.
Di perjalanan aldo selalu menyebut nama tuhan dan bersyukur atas keselamatan yang di berikan padanya,air matanya merembes sampai dia datang di restorannya dan langsung menuju ruangan nya,para karyawan melihat Aldo menangis pun tak enak menanyakan kepada sang bos besar menangis bahkan tak menyembunyikan tangisannya.
__ADS_1
"Maa, , , " lirih Aldo saat ia sudah duduk di kursi kebesaran nya.
Dia segera mengambil ponselnya kemudian langsung menelpon orang tuanya dan meminta maaf atas apa yang telah Aldo perbuat yang membuat hati orang tuanya sedih dan kecewa.
"Sayang lamu kenapa tiba tiba menangis dan meminta maaf " tanya Bella kebingungan melihat anaknya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya
"Kamu putus sama Vina ?" Tanya Bella
"Bukan ma, , maafin Aldo ya jika aldo banyak salah sama mama " Tangis Aldo lagi.
Mendengar itu Delon mendekat dan ikut bergabung.
"Ada apa dengannya ma?" Tanya Delon.
Melihat papanya datang ,Aldo pun juga meminta maaf pada papanya .
"Paaa, , maafin Aldo ya jika Aldo banyak salah " ucap Aldo
"Apa yang membuat kamu seperti ini Al" ucap Delon
Aldo tak ingin menceritakan kejadian itu pada keluarganya ia takut keluarganya akan khawatir meski dia baik baik saja, untuk itu Aldo tidak menjawab pertanyaan tersebut dan memilih diam ,sampai seseorang datang dan langsung memeluknya.
"Al, , , , " panggilnya langsung memeluk Aldo.
Klik
Bela dan Dellon snsgaja mematikan panggilan video meraka karena melihat anak dan calon menantunya berpelukan.
Yah ,Vina langsung bergegas saat mengetahui kejadian kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Aldo.
"Vin , , " panggil Aldo
"Sssttt, , , biarkan aku memelukmu sejenak,aku takut Al , , aku takut , , jangan tinggalin aku " ucap Vina memeluk Aldo erat.
Pelukan Vina membuat Aldo nyaman ,dia membalas pelukan itu dengan memeluk Vina dengan peluh kasih sayang ,dia menumpahkan segala rasa yang ada saat ini pada Vina,Viva tahu ketakutan yang aldo rasakan saat ini ,untuk itu dia membiarkan aldo menangis dan melupakan segala rasa yang ada.
Saat masih mencoba menenangkan Aldo ,Vina Kemabli teringat dengan kejadian beberapa saat lalu.
Flash back on.
Saat Vina duduk sepergian Mike ,tiba tiba ponselnya berdering dan Vina mendapat sebuah video di mana terlihat jelas sebuah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa kekasihnya itu.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Vina saat seseorang kembali menelpon nya dan mengatakan bahwa Aldo sudah meninggal ,namun saat di perjalanan Vina sekilas menonton berita yang menjadi breaking news di kawasan itu ,dan dia melihat mobil Aldo bahkan Aldo yang masih hidup pergi begitu saja meninggalkan polisi yang hendak menginterogasi nya .
Ada rasa lega saat melihat itu dan Vina langsung melaju ke restoran Aldo ,saat telah sampai semua karyawan di luar maupun pengunjung pun menonton berita itu Daan membuat banyak dari mereka yang histeris dan kasihan dengan Korban,bahkan mereka bisa tahu kenapa bos mereka datang dan menangis sejadi jadinya,Vina tak menghiraukan itu dia langsung menuju ruangan Aldo dan langsung memeluknya.
Flashback off.
"Vin ,dari Manna kamu tahu ?" Tanya Aldo
Vina melepas pelukannya saat merasa Aldo sudah nyaman tenang .
"Apa kamu baik baik saja " bukannya menjawab Vina malah balik bertanya pada Aldo .
"Aku tidak apa apa, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku " jawab Aldo sambil memegang wajah Vina dengan penuh kelembutan.
"Dari mana kamu tahu ? " Tanya Aldo untuk kedua kalinya.
"Ada seseorang yang mengirim video itu padaku dan aku juga melihat di berita " jelas Vina.
"Mengirim video?" Tanya Aldo dan Vina mengangguk.
"Jangan bilang kamu berfikir bahwa kecelakaan ini di sengaja dan ada kaitannya dengan ku"jelas Aldo mencoba membaca pikirn Vina .
"Aku yakin dia orangnya " gumam Vina dalam hati .
"Vin, , apa kamu mendengar ku?" Tanya Aldo lagi.
"Eeh. , ,Iya aku dengar,dan aku masih belum yakin Hannya aku mengira ini memang di sengaja ,untuk membuatmu celaka " jelas Vina.
"Tapi aku gak punya musuh Vin " jelas Aldo merasa tidak memiliki musuh .
"Tapi mereka yang menganggap mu musuh Al" jelas Vina.
"Kamu benar,tapi siapa?" Ucap Aldo sambil berfikir.
Di sisi lain
Seseorang telah mengamuk besar saat mengetahui supir bayarannya patah tulang dan dia salah sasaran.
"Dasar gak becus ,,sia sia aku membayar mahal untuk Kalian " geram nya sambil melempar beberapa barang ke depan anak buahnya yang kini berdiri sambil menunduk tak berani menatap wajah sang bos besar yang lagi mengamuk.
"Maaf bos, ," hanya itu yang mampu keluar dari mulut mereka.
__ADS_1
Tak lama Seseorang datang menghampirinya .
"Bos Ken, , " panggilnya.