
"Jadi begitu ceritanya Vin,gue bingung gue harus apa," Juanda frustasi menghadapi Lina yang sangat nekat,telat sedetik saja dia bisa kehilangan nyawanya dan Juanda pasti akan merasa bersalah seumur hidupnya.
" Sorry kak, gara gara rencana gue , loe sama kak Lina jadi bermasalah " ungkap Vina merasa bersalah dengan hubungan Lina dan Juanda.
"Sudah lah Vin,,semuanya sudah terjadi,rencana kita sudah hampir selesai" jelas Juanda.
Tak lama Lina membuka mata..
"Aaawww, , " ringis Lina merasa sakit di kepala dan juga tangannya.
"Kak Lina ,,," panggil Vina sambil mendekat
"Lina , , " panggil Juanda
Lina menoleh ke arah Juanda ,dia memalingkan wajahnya dan menangis sejadi jadinya di pelukan Vina.
"Huuuu, , , kalian jahat " tangis Lina ,dia sedikit mendengar percakapan Juanda dan juga Vina tadi sebelum membuka mata.
"Lin, kita bisa jelaskan semuanya " ucap juanda
"Jika ada yang harus di salahkan ,itu adalah gue kak,gue yang mengatur semua ini dan gue juga belum sempat memberitahu loe tentang rencana ini " ucap Vina mengaku pada Lina.
Lina menengadahkan pandangannya ke arah Vina,Vina menyeka air mata Lina dan duduk mulai menjelaskan semuanya.
Setalah bicara panjang lebar Lina akhirnya paham apa yang sebenarnya terjadi dengan kehidupan Vina sebelumya.
"Jadi mereka keluarga asli loe?" Tanya Lina.
Vina mengangguk ,dia juga mengaku pada Lina kalau dia bukan saudara kandung Juanda,awalnya Lina sempat shock tapi sedikit menguping saat tersadar tadi membuat Lina yakin dengan kasih sayang mereka yang memang benar benar terikat seperti saudara kandung.
"Gue harap loe paham kak dengan posisi gue,gue janji setelah semuanya selesai,kak Juan akan kembali pada loe " ucap Vina
"Maafin aku ya , , " ucap Juanda dia memeluk Lina dan Lina mulai membalas pelukan nya.
"Aku juga minta maaf,aku pikir kamu memang suka dengan Tante Tante itu,itu yang membuat aku tidak terima" jelas Lina
"Kak Lina aneh ,masa cemburu sama Tante Tante,, iih aku aja jijikk, , Hoek " ucap Vina mulai mencairkan suasana.
"Hehe, , namanya juga cinta mati Vin, makanya loe harus cari pendamping kalau mau tahu rasanya cinta mati tu kaya gimana. "Balas Vina masih melingkar kan tangannya di pinggang Juanda
"Gak mau ah,takut bucin kaya kalian " celetuk Vina.
__ADS_1
"Haha,,awas aja jatuh cinta sama Aldo " balas Juanda
"Eeh , , siapa Aldo?" Tanya Lina menengadah pandangannya ke Juanda.
"Ada lah ,nanti aku cerita kan ya " balas Juanda
"Iih , ,kamu gitu kan , , aaaa,,kesel deh"
"Nah kan baru aja di bilang sudah bucin,aaah gue males jadinya di sini,gue pergi aja lah,dari pada di sini bikin ngenes" lanjut Vina di balas tawa mereka berdua.
Di sisi lain,Aldo sedang duduk sambil menelpon seseorang.
"Bagaimana keadaan nya ?" Tanya Aldo
", , , , , " Balas seseorang dari seberang sana
"Baiklah ,hari ini mungkin saya akan menjenguk lagi ," ucap Aldo.
Vina sedikit mendengar ucapan aldo di terkahir kalimantatnya,
"Aldo, , loe masih di sini ? Gue kira loe udah balik "tanya vina dan Aldo memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
"Loe udah kelar, , ayo balik " jawab Aldo .
Lagi lagi Aldo merasa serba salah dengan Vina dia merasa tidak pernah benar di mata Vina,namun dia tetap sabar karena selain di jodohkan Aldo memang suka dengan Vina dan mau mengejar cintanya.
"Gue gak pernah benar ya di mata loe ?" Ucap Aldo saat mereka sudah berada di atas motor.
"Emang loe selalu salah, " balas Vina langsung
Aldo terlihat sedikit tersenyum,dan mengajak Vina berhenti di sebuah apartemen.
"Loe ngajak gue ke mana? " Tanya Vina sambil turun dari motor
"Loe ikut aja ,gue gak bakal macem macem kok " balas aldo langsung menarik tangan Vina membawanya ke dalam
" Tapi ini punya siapa Aldo, , ?" Tanya Vina masih mengikuti langkah kaki Aldo.
"Nanti juga loe bakal tahu " balas Aldo
Tak lama mereka datang di depan sebuah apartemen,Aldo mengetik sandi dan masuk ke dalam.
__ADS_1
"Ini punya loe? " Tanya Vina.
Setelah di dalam barulah Aldo melepas tangan Vina ,dia tanpa menjawab pertanyaan Vina langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Vina berkeliling melihat lihat isi kamar Aldo,di dalam tampak rapi dan terurus," dia tapi juga " gumam Vina melihat kamar Aldo yang cukup rapi bagi kalangan laki laki.
Kembali Vina menelusuri kamar Aldo,dia melihat koleksi koleksi Aldo di meja kamar itu,namun ada satu benda yang membuat vina merasa tertegun ,dia sangat mengenal benda itu ,Vina mengambil kotak itu lalu membukanya,namun saat hendak melihatnya lebih dekat,Aldo membuka pintu kamar mandi membuat Vina terkejut..
Cklek
Vina menoleh,dia melihat Aldo yang menatap ke arahnya yang masih memegang kotak itu,Aldo keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sepinggang,membuat Vina menatap dada bidang itu dengan tak berkedip,dengan susah payah dia menelan kasar Salivanya ,dan berusaha bersikap biasa saja.
"Jangan sembarang pegang punya orang " celetuk Aldo mengambil barang itu dari tangan Vina lalu menyimpannya kembali.
"Kenapa dia menyimpan itu ya?" Tanya Vina dalam hati.
"Emang itu apa? " Vina bertanya seolah olah tidak tahu menahu tentang hal itu
"Itu punya teman gue, jadi gue gak kasi siapapun yang pegang punya orang " ucap Aldo
"Tapi kenapa ada sama loe?" Tanya Vina mencoba mengkorek informasi
" Gue mau balikin ke orangnya,hanya belum ketemu aja " Balas Aldo singkat.
"Kalau loe ketemu sama orangnya gimana ? " Tanya vina semakin penasaran.
Aldo yang sejak tadi mencari kemeja di lemarinya beralih menatap Vina,dia berjalan ke arah Vina dengan sebuah kemeja di tangannya,dia melempar kemeja itu ke ranjang dan mendorong tubuh Vina hingga tubuh itu membentur tembok apartemen nya,Aldo mengunci Vina dengan kedua tangannya.
" Loe ternyata cerewet juga ya, ,sekali lagi loe bertanya gue sumpal tu bibir pakai mulut gue " ancam Aldo sambil tersenyum penuh kemenangan,dia berhasil membuat Vina yang tadinya sangat cerewet menjadi diam seribu bahasa.
Glek
Vina kembali menelan kasar ludahnya,posisi sedekat itu membuat jantungnya berdetak kencang,sebisa mungkin dia menahan diri agar tidak bertanya lagi,dia tak ingin Aldo menciumnya untuk kesekian kalinya .
Vina menghembuskan nafas berat lalu menepis tangan Aldo agar dia bisa keluar dari tubuh Aldo.
"Eeh ,,lepasin " ucap Vina saat Aldo masih dengan keras menahan tangannya yang mengunci Vina .
Aldo tidak mau melepasnya ,dia tersenyum kecil melihat reaksi Vina yang terlihat kikuk ,dia mendekatkan dirinya ke telinga Vina sambil menetap pantulan mereka di cermin.
Aldo melihat ponselnya dan mulai membuka aplikasi camera di ponsel itu,dia berbisik ke telinga Vina sambil wajahnya mengarah ke leher Vina
__ADS_1
"Loe bau, , mandi sana " bisik Aldo sambil menekan tombol camera itu.
Ckrek