
Setelah berhasil keluar dari sana,Vina masuk ke dalam mobilnya dan membuka komputer nya lalu mencari meretas CCTV yang ada di kantor itu ,kemudian menghapus rekaman sesaat sebelum dia datang dan setalah dia pergi,agar tidak ad kecurigaan..
"sudah, , selesai"
klik
Vina tersenyum penuh kemenangan kemudian melajukan mobilnya untuk pulang,Di perjalanan ponsel Vina kembali berdering,tertera nama Clara di sana.
Clara menelpon hanya untuk memberitahu Vina tentang kedatangan Susan di bar mereka dan kebersamaan Mike dengan Susan.
"haish, ,biarlah mereka bersama,aku pun tak perduli,yang pasti cepat cari bukti kebersamaan mereka,aku yakin suatu saat nanti kita bisa menggunakan itu sebagai bukti " jelas Vina di balas kesanggupan dari Clara.
"baiklah jika begitu , sampai ketemu nanti " ucap vina kemudian mematikan ponselnya dan kembali fokus pada jalanan .
Di rumah Vina masih belum istirahat,dia masih memeriksa data yang berhasil di ambilnya dari kantor deno.
"kita mulai pertarungan kita deno Gunawan" seringai Vina masih memperhatikan semuanya.
tak lama Aldo menghubungi Vina mengatakan bahwa ia telah sampai di amerika, Vina sebenarnya ingin langsung menyusul Aldo namun Vina menahan diri untuk mengatakan itu ,dia masih ingin membalas dendam atas sakit hati yang di berikan oleh Deno kepada kakaknya
bukan vina namanya kalau dia tidak balas dendam ,memberikan orang yang menyakitinya merasakan sakit hati yang lebih sakiit dari apa yang di berikan.
cukup untuk mengetahui kelemahan korban Vina merasa telah menang dan akan membayar lunas sakit hati Juanda pada hari yang sudah di tentukan oleh Vina.
keesokan harinya,Vina memasuki kamar juanda dan mendapati Juanda yang masih terpejam dengan posisi yang berbeda saat meninggalkan nya malam itu .
"kak !" panggil Vina mendekat,Vina duduk di pinggiran ranjang dan menyentuh pundak Juanda.
perlahan Juanda membuka mata dan menatap Vina dangan tatapan kosong.
"aku akan balas mereka ,kakak bantu aku ya " ucap Vina
Juanda bangun dan duduk menyandar ,dia terlihat berfikir dan menatap Vina.
"apa yang harus aku lakukan,? " tanya Juanda
"apa kak Lina masih cinta dengan kakak?" tanya Vina
"entahlah,kakak gak tau " jawab Juanda singkat
__ADS_1
dia masih kecewa dengan Lina yang tidak memberitahu Juanda masalah pernikahan nya dengan deno.
"aku rasa kak Lina masih cinta dengan kakak" jawab Vina.
"jangan ngaco kamu,bagaimana kamu bilang dia masih cinta sedangkan dia sudah mau menikah dengan orang lain Vin," jelas Juanda masih geram dengan undangan pernikahan itu.
"kak, , ,apa kakak tidak bisa membedakan mana menikah karena cinta atau karena sesuatu yang lain? " tanya Vina membuat Juanda mengerutkan keningnya.
"apa maksud kamu?" tanya Juanda
" aku sudah menyuruh orang orang ku untuk mencari tahu tentang pernikahan itu,kak Lina terpaksa menikah dengan deno kak,dia di jadikan penebus hutang oleh orang tuanya " jelasnya.
"apa? Lina terpaksa menikah dengan deno" tanya Juanda
di balas anggukan Vina
"aaark , , " kepala Juanda mengacak acak rambutnya merasa bersalah
"kenapa kamu? harusnya kamu senang " sambungnya
"kakak sudah menampar Lina Vin, , " jawab Juanda pelan.
Vina berdecak sambil berdiri ,dia begitu kesal dengan sikap egois dan emosional Juanda,Juanda memang sejak dulu melakukan apapun menurut egonya sendiri,meski belum tentu itu kebenarannya.
"aku sudah pernah bilang bukan? kalau melakukan apapun pikirkan dulu baik baik ,kaya gini kan jadinya,nyesel kan , " kesal Vina meninggal Juanda.
di sisi lain dia merasa kesal dengan Juanda yang sangat emosian dan di sisi lain juga Vina kasihan melihat Juanda hancur seperti ini.
Di tempat lain
Plak
plak
"Dasar tidak becus,kerja yang bener jangan loyo kaya gini " teriak Deno setelah menampar Lina saat hendak membereskan dapur terdengar suara pecahan .
"maaf , , " ucap Vina menunduk
tangan dan kakinya sudah gemetar menahan sakit sepanjang malam akibat perbuatan Deno yang kambuh.
__ADS_1
Tak lama Gunawan datang ,dia sangat terkejut melihat lebam di tangan Lina dan juga bekas tamparan di wajah Lina.
"apa yang kau lakukan Deno? kamu mau bikin anak orng mati hah?" bentak Gunawan sat baru saja pulang entah kemana.
Deno hanya diam tak menjawab,dia lebih memilih untuk berangkat ke kantor dari pada ribut dengan sang papa.
Gunawan yang baru datang pun segera duduk di ruang makan,Lina seger mengambil makanan namun Gunawan mencegahnya
"Lina, , ,kamu lebih baik istrirahat,biar bibik yang menyiapkan sarapan untukku " jawab Gunawan
"terimakasih pak " ucap Lina menunduk dan masuk ke kamarnya.
menatap kepergian Lina membuat Gunawan mendesah panjang,pasalnya Lina bukan wanita pertama yang mendapat perlakuan keji itu ,namun sudah berkali kali Gunawan menjodohkan deno dengan wanita yang lain pilihannya ,namun tidak ada yang betah ,paling lama hanya tiga hari karena tidak sanggup di siksa dan di jadikan budak oleh Deno yang memang memiliki penyakit .
"Dasar anak itu,dia mau bikin aku mati mendadak kalau begini terus " gumam Gunawan.
sementara itu saat Lina telah masuk kamar dia menangis sejadi jadinya,meratapi nasibnya yang tidak bisa di hindari sama sekali.
"apa salah Lina pa, , maaa" tangis Lisa duduk di balik pintu kamarnya.
dia mengingat kejadian di mana dia selalu bahagia jika di dekat Juanda.
"Juan " panggil Lina saat mengingat Juanda.
dia berdiri dan mengambil ponselnya hendak menghubungi Juanda,namun saat hendak menekan tombol hijau untuk memanggil ,tiba tiba dia mengingat betapa marahnya Juanda saat mengetahui jika Lina akan menikah,dan bagi Lina saat ini percuma untuk menghubungi Juanda,Lina sudah merasa Juanda tidak akan lagi mau mengenalnya.
di sisi lain,Juanda sedang menatap ponselnya dan hendak menghubungi Lina ,berharap Lina mau memaafkannya,namun di urungkan karena dia mengingat sikap kasar nya pada Lina tanpa mendengar penjelasan Lina,membuatnya enggak untuk menelpon duluan ,dia lebih memilih untuk menunggu telpon masing masing.
"apa aku harus menelpon duluan ?" gumam keduanya pada saat yang bersamaan sambil menggeser ke atas dan kebawah layar ponselnya.
"aaah tidak tidak,aku takut dia masih marah dan tidak mau memaafkan ku " gumam keduanya lagi mengurungkan niatnya untuk menelpon .
"Lina,maafkan aku,aku tidak mendengar penjelasan mu dulu ,maafkan aku,aku hanya terllau marah mendengar kamu akan menikah dengan orang kaya itu." gumam Juanda
"Juan, , maafkan aku,aku belum bisa jujur tentang keluargaku,aku terlalu malu untuk mengatakan aku sudah jatuh miskin saat ini,aku sudah terlalu malu jika kamu tahu aku tidak punya apa apa lagi dan orang tuaku kabur entah kemana meninggalkan hutang mereka" gumam Lina merasa bersalah ,mungkin jika dia jujur kejadian tidak akan menjadi seperti ini dan Juan tidak akan marah padanya.
"harusnya aku jujur sama kamu,meski setelah kejujuran itu kamu akan meninggalkan ku,itu lebih baik dari pada seperti ini " ketakutan Vina di tinggalkan menjadi penyebab utama dirinya tidak bisa jujur dengan keluarganya yang sudah bangkrut.
"kenapa kamu tidak jujur dengan semua itu Lina, , jika begitu aku tidak akan salah faham dan aku pasti akan membantumu dan menerima kamu apa adanya " gumam Juanda masih menatap ponselnya sambil memikirkan Lina .
__ADS_1