Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 69


__ADS_3

Semua terdiam saat fernand datang bertanya tentang keributan.


"maaf pak , ,maaf " ucap rahma menunduk dan menggendong Nana yang tadi sempat di duduk kan di sebuah kursi dengan tangan kiri yang menarik Mona untuk menjauh.


Mona pun mengikuti langkah rahma ,namun suara bariton itu membuat mereka kembali menegang.


"Mau kemana kalian?" ujar fernan.


seketika Rahma menghentikan langkahnya begitu juga dengan Mona.


Vina hanya tersenyum kecut melihat ketakutan dari wajah Mona saat ini,dia tersenyum kecil dan. menghampiri.


"sudah lah paaa, , ,biarkan mereka pergi " ujar Vina menyelamatkan mereka .


"tapi sayang, , ," fernand hendak menginterogasi mereka lagi namun Vina menggeleng dan melarangnya.


fernand mengalah dan membiarkan Mona dan Rahma pergi.


"pergilah " ucap Vina saat Mona hendak melewatinya.


mona hanya diam dan melewati Vina dengan tatapan kesedihan.


kecewa memang yang dia rasakan namun apa yang bisa dia perbuat,dia hanya mampu menahan tangis yang sudah membendung di pelupuk matanya,jika tidak segera pergi mungkin saja air mata itu akan tumpah di depan semua orang.

__ADS_1


"hei Mon, ,kamu diam aja kenapa sih ?" tanya Rahma


mereka saat ini duduk di taman kecil depan gedung pernikahan itu.


Mona menghapus air matanya yang jatuh sebelum di lihat oleh Rahma.


"aku gak apa apa Rahma,aku merasa tidak enak badan,apa aku boleh pulang duluan?" tanya mona mencoba mengalihkan pembicaraan.


"kamu mau pulang? sebentar ya aku telpon Vina dulu " jawab Rahma ,tapi ucapan Rahma di balas gelengan dari Mona.


"tidak usah,aku akan memberitahu mereka di sana,kamu tunggu di sini saja " jelas Mona


"kamu yakin?" tanya Rahma memastikan


setelah Mona mengangguk dia kembali masuk ke dalam dan memberanikan diri untuk mengatakan selamat kepada kedua mempelai.


Tik


air mata Mona kembali menetes ,dan dia lagi lagi menghapusnya sebelum orang lain tahu,kemudian setelah memantapkan hati dia berjalan pelan menuju pelaminan,


menaiki satu persatu tangga mini untuk ke pelaminan membuat Mona sedikit gugup dan gemetar.


"kamu harus kuat Mona !" gumam Mona.

__ADS_1


mona berjalan pelan melewati mama nya Lina dan bersalaman kemudian kini dia telah di depan Juanda.


khem ...khem.


deheman Mona mengalihkan tatapan Lina untuk ke arahnya.


Juanda menoleh dan tidak tahu harus berkata apa,namun tidak ingin ada ke salah faham antara dia dan juga Lina yang sejak dulu sangat cemburu dengan Mona,mau tak mau dia menoleh ke arah Mona.


"Juan, selamat ya, dan terimakasih" ucap Lina kemudian berlalu menyalami kedua mempelai.bisa


Lina tidak merespon apapun ,dia hanya menyambut tangan Mona dan tersenyum kecil .


begitu juga dengan Juanda ,dia hanya Diam menatap kepergian Mona yang dulunya memang Smpat menjalin kasih dengan nya.


"sudah jangan dia liatin terrus " ujar Lina merasa cemburu


Juanda menoleh dan tersenyum kecil " aku tau kok kamu cwnburu ya " goda Juanda Apada istrinya itu.


" Gak lah ngapain juga aku cemburu " kilahnya.


Juanda begitu senang dan gemas melihat Lina yang cemburu bagaikan bayi kecil yang lagi ngambek


"ya sudah aku minta maaf ya, , , " ucap Juanda akhirnya .

__ADS_1


di tempat lain Vina tersenyum punuh kemenangan melihat adegan itu,itu adalah adegan yang memang di atur olehnya.


"Heh, , saatnya bangkit," gumam Vina.


__ADS_2