Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
Bab 31 Siasat Juanda


__ADS_3

"Aaaark, , gue benci perasaan ini ,gue benciiii " teriak Vina saat ini sedang di kamar mandi, sudah menjadi kebiasaan Vina lagi setelah membalas dendam jika tidak menonton di akan menagih sekencang kencangnya di kamar mandi di temani guyuran air shower.


dia meringkuk sambil menangis ,menyesali apa yang telah dia lakukan ,meski Vina kejam tapi dia masih memiliki hati,dan setiap kali menangis hanya ada satu orang yang bisa menenangkannya ,yaitu Juanda.


mengingat Juanda dia juga teringat dengan ibu tirinya yang mungkin saat ini telah memberikan hak pada Juanda sebagai CEO Perusahaan papanya.


**


Gelisah ,itu yang di rasakan Vina saat ini,dia di kamar menunggu Juanda datang dan menceritakan semuanya.


tak lama terdengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah,Vina segera berlari menuju halaman rumah dan langsung menarik tangan Juanda yang masih belum menutup pintu mobilnya.


"pak tolong tutup pintunya " teriak Juanda pada pak satpam rumah itu.


"ada apa sih ? " tanya Juanda kesal


"gimana hari ini.?" tanya Vina


"eeh bocah, loe tu ya kalau ada maunya pengennya langsung dapat" cecar Juanda sambil berjalan mengikuti langkah vina yang menariknya.


"cepat katakan " todong Vina


" hmmm, , , apa yaaa "Juanda mencoba menggoda adiknya.


"ayolah kak ,cepat katakan " rengek vina.


"hayo, , ,apa yang kalian ributkan " tanya papa fernand baru saja keluar dari ruang kerjanya.


" eeh , ,ini ma ,Vina lagi tanya soal , ,mmmppp " vina langsung menutup bibir Juanda agar Juanda tidak keceplosan.


" diam loe ,kalau loe gak doa gue aduin ke papa tentang kak Lina " bisik Vina berhasil membuat Juanda mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.


"wah kalian selalu saja main rahasia rahasia an sama kita,padahal gak apa apa loh kalian mau cerita apapun ke kota ,kali aja kita bisa bantu " lanjut papa fernand.


",gak ada kok pa, , ini masalah remaja , , ,ya gak kak ?"tanaya vina sambil menyenggol Juanda agar dia mengangguk


setalah itu Vina menarik tangan Juanda ke kamarnya.


"nah cepat katakan " ucap Vina mendorong tubuh Juanda .


"aaaaarrrk, , ,emaknya kasur empuk, jadi ngantuk " ucap Juanda menggoda vina lagi.

__ADS_1


"kakaaaaaaaaa , ," teriak Vina


"baik lah baik, , , ini buat loe " ucap Juanda memberikan surat tanah yang masih atas nama mama nur dan perusahaan itu juga atas nama mama nur.


"loh kok bisa? " tanya Vina ,Juanda seketika tersenyum kembali mengingat kejadian beberapa saat lalu.


flash back on


Dessy masuk dengan gaya menggoda setelah Mona pergi dari sana .


" permisi pak ,saya cuma mau mengambil barang saya yang tertinggal di sini " ucap Dessy sambil melirik ke bawah.


"baiklah silahkan "ujar Juanda sambil meliriknya.


dia sengaja menggunakan pakaian mini masuk ke dalam ruangan Juanda,Dessy melirik ke arah Juanda yang lagi sibuk dengan pekerjaan nya.


brug


Dessy dengan sengaja membuang polpen nya dan dia berjongkok mencari nya,


"aduuuh,. ,mana sih " ujar Dessy sambil mencari polpenya .


Juanda meliriknya dan tersenyum melihat aksi Dessy yang terlihat menggoda ny.


"kamu nyari apa dessy ?" tanya Juanda melirik kearah Dessy Yang sudah berada di bawah sana.


"aduh maaf pak saya hanya mencari polpen saya " ujar misun lagi.


"ini kah yang kamu maksud" tanya Juanda memberikan sebuah polpen nya.


" atau ini ?" tanya Juanda menyeringai.


dia mendekat dan menarik pinggang Dessy hingga Dessy jatuh ke pangkuannya,Juanda menghirup aroma Dessy yang membuatnya tak tahan.


" Hmm, , aromanya tidak sedap,bau bangat " gumam Juanda dalam hati namun di luar seolah menikmati aroma leher Dessy.


"atau yang ini " ucap Juanda lagi menatap intens wajah Dessy ,hingga jarak mereka mungkin hanya sekitar 3 senti saja.


Dessy terlihat memejamkan matanya berharap Juanda menciumnya ,


"ooh yang ini rupanya yang kamu cari " ucap Juanda menunduk.

__ADS_1


"hooeek, , ketiaknya kecut " gumam Juanda hendak muntah ,di menunduk sambil mengambil sebuah pulpen yang di letakkan tadi oleh Dessy.


"ini !" ucap Juanda lagi membuat Dessy membuka matanya dan segera bangkit dari pangkuan Juanda.


"maaf pak, , maaf " ucap Dessy merasa tidak enak sekaligus Malu.


"permisi pak " pamit Dessy namun Juanda memanggilnya


"Dessy tunggu " ucap Juanda menghentikan langkah Dessy


"ii, , iya pak " sahut Dessy terdengar gugup


Juanda mendekat lagi lalu berbisik" saya bisa kasi kamu lebih,asal kamu bisa bantu saya sesuatu " bisik Juanda.


mendengar tawaran Juanda membuat Dessy kegirangan " apa itu pak ? " tanya Dessy senang.


juanda membisikkan sesuatu di telinga Dessy ,awalnya Dessy ragu tapi dengan segala bujuk rayuan gombal Juanda hingga berhasil membuat Dessy percaya dan langsung menuju ke tempat yang di tuju.


"ini sebenarnya dokumen rahasia Perusahaan pak,juga ini adalah surat kepemilikan saham yang atas nama elvina , entah ini siapa saya gak tahu pak,yang pasti nama elvina ini selalu ad di setiap bisnis dan juga usaha milik pak jaya" jelas Dessy sambil memperlihatkan sebuah kotak dan juga beberapa dokumen penting lainnya.


"kotak apa ini?" ucap Juanda


"saya tidak tahu pak,hanya pak jaya yang tahu ini isinya apa " bisik Dessy lagi.


"sajak Kapan kamu bekerja di sini ?" tanya juanda pada Dessy


"sudah lama pak sebelum pak jaya masih miliki istri yang bernama Nurmala.


Juanda mengangguk dan menyuruh Dessy menyalin dokumen itu dengan dokumen palsu,awalnya di kembali menolah namun Juanda mengiming imingkan sejumlah uang dengan nominal yang besar membuatnya semakin penasaran .


Dessy pun segera mengiyakan dan juga langsung membuat dokumen palsu nya .


tring


ponsel Juanda bersembunyi,Juanda membukanya dan senyum kepuasan juanda tercetak saat membaca pesan itu.


"terimakasih sayang , , cup " Juanda mengecup singkat pipi Dessy ,dengan sekilas kecupan itu membuat tubuh Dessy berdesis kencang dan meronta Ingin segera pergi dari sana.


flashback off.


🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2