
"aargggh" teriakan kecil dari seseorang,namun bukanlah Vina melainkan Ken.
Ken tertembak pada kakinya sebelum melepaskan tembakan yang mengarah ke Vina,sementara Vina dia terjatuh ke lantai begitu juga Aldo,Aldo dengan cepat menndorong Vina setelah berhasil mengangkat tangan Ken yang hendak menembak ke kepala Vina ,sehingga yg tembakan Ken langsung mengarah ke atas ,dan saat itulah polisi terpaksa menembak ke arah kali Ken.
"Tangkap dia " perintah nya.
"Aarrgghh" ringisnya kesakitan ,dia sudah tidak bisa apa apa lagi,polisi itu pun segera membawa nya keluar,dan saat sudah di luar gedung dia menoleh ke samping ,dia melihat Han bersembunyi di balik tembok,dia pun mengangguk pelan pertanda meminta bantuan pada Han.
Sementara itu Aldo kini memeluk Vina ,merasa lega karena Vina baik baik saja.
"Jangan lakukan hal bodoh Seperti ini lagi Vin, ,jangan " pinta Aldo masih memeluk nya.
Vina pun mengangguk pelan dan berterima kasih pada Aldo.
"Terimakasih Al " ucap Vina
"Ssstt, , jangan katakan apapun,aku cuma ingin kamu tidak kenapa kenapa " jawab Aldo masih enggan melepas pelukannya.
Vina merasa sangat senang ,karena setiap dia melakukan balas dendam selama ini dia hanya merasa puas setelah itu menyesal,namun kalli Ino berbeda ada orang yang begitu menghawatirkan nya sampai menangis tersedu membuat Vina kini merasa hidup nya lebih berarti dari sebelumnya,karena sifat Aldo dengan Juanda kakak angkatnya begitu berbeda,Juanda lebih cendrung mendukung dan menanyakan keberhasilan adik angkat nya itu ,sementara Aldo dia lebih memikirkan keselamatan Vina dan berharap melupakan semua dendam yang ada.
**
Di rumah Han,Susan kini tengah khawatir dengan keadaan Ken ,dia tidak bisa menghubungi Ken bahkan Han.
Tak lama mobil Han pun datang,dia segera turun dah bergegas masuk menarik Susan.
"Apa yang terjadi Han " tanya Susan
"Bagaimana keadaan Ken " tanya nya lagi namun han masih tidak menjawab.
"Kemasi barang mu,kita harus segera pindah dari sini,cepat " ucap Han
"Tapi ada apa han ? Mana Ken?" Tanya Susan lagi
"Jangan membantah Susan,lakukan apa yang aku katakan dan cepatlah ,kita tidak punya waktu lagi " jelas Han
Dia pun segera masuk ke kamarnya dan berkemas kemas lalu keluar dan mencari Susan.
"Susan cepat " ucap Han sedikit berteriak.
"Iya iya " sahut Susan segera keluar,
Han dengan cepat mengambil tas milik Susan dan menarik tangan nya menuju mobil,kemudian langsung pergi dari sana,saat di persimpangan dia melihat beberapa mobil polisi mendekat,Han pun menutup mata dan sengaja masuk ke dalam jalan rumah orang agar tidak di curigai.
"Apa yang terjadi han?" Tanya Susan kebingungan.
"Diam lah nanti aku jelaskan " ucap Han masih mencoba mengelabui polisi.
Setelah polisi itu masuk ke kompleks rumahnya dia pun keluar dan langsung melesat menuju apartemen.
"Untuk sementara kita aman di sini " ucap Han saat sudah masuk ke apartemen nya.
Susan masih di Landa kebingungan,dia pun kembali bertanya pada Han .
"Hei assisten sialan,cepat katakan ada apa?" Teriak Susan sambil berdecak dan sedikit berteriak.
__ADS_1
Han menoleh ke atas dan menarik susan hingga jatuh ke pangkuannya.
"Hei lepaskan " teriak Susan sambil mencoba berdiri.
"Sebentar saja ,aku mohon " ucap han pelan di dekat telinga Susan.
Susan pun diam dan membiarkan Han untuk menjelaskan .
"Baiklah,cepat katakan " ucap Susan
"Ken tertembak dan dia di tahan " jelas jam
"Apa? " Kaget Susan .
"Aku tidak tahu apakah aku akan aman atau malah aku juga akan segera di tangkap,tapi yang jelas aku tidak mau meninggalkan kamu susan " ucap Han lagi membuat Susan terdiam.
"Apa yang sebenernya terjadi ?" Tanya Susan
Han pun mengatakan yang sebenarnya,bahwa selain mereka menjalankan perusahaan,mereka juga sering melakukan transaksi ilegal dalam menjual narkotika.
Dan baru kali ini saat berurusan dengan Vina barulah mereka ketahuan ,untuk itu dia merasa Vina bukanlah orang sembarangan.
"Aku rasa ,kita harus berhati hati jika mau berurusan dengan Vina " ucap Han.
Susan pun merasa demikian,karena sejak mengenal Vina atau El dia merasa vina sangatlah istimewa dan beda dari pada yang lain ,namun karena cintanya pada Aldo dia jadi memusuhi Vina dan berharap bisa mengalahkan vina.
"Dan untuk cintamu pada Aldo,tolong lupakan dia" ucap Han.
Susan langsung berdiri dan tidak menerima ucapan Han
"Sadar Susan,Aldo tidak pernah suka sama kamu " jelas nya lagi.
"Diam Han,aku tidak mau dengar lagi '" ucap susan lagi meninggalkan Han.
Tidak sampai sana ,Han kembali menjelaskan bahwa Aldo tidak mungkin dia dapatkan.
"Apa Aldo akan menerima kamu yang kini tengah hamil anak orang?" Teriak Han
Degh
Susan kembali teringat dengan bayi yang ada di perutnya,dia terlalu fokus pada Aldo sampai lupa bahwa dia tengah hamil, dan dia juga membenarkan apa yang di katakan oleh Han.
Tik
Air mata Susan kembali mengalir,dia mengusap pelan perutnya,dan tiba tiba memukul nya.
Bugh
Bugh
Bugh
"Sialan, bayi sialan,keluar kamu ..keluaaar " teriak Susan
Han sangat terkejut dan langsung berlari menghentikan susan untuk menyakiti dirinya maupun anaknya.
__ADS_1
"Cukup Susan cukup...jangan lakukan lagi bahaya " ucap jam sedikit berteriak dan langsung memeluk Susan
"Aku tidak menginginkan bayi ini,aku benci bayi ini " teriak Susan lagi.
"Hei,,cukup, ,hentikan ," jam mencoba menghentikan susan dan setelah sekian lama dia pun mulai tenang.
"Susan dengarkan aku , , menikahlah denganku ,buatkan anak ini tumbuh dan menjadi anak kita " ucap Han tiba tiba.
Entah mengapa sejak mengenal Susan nafsu Han sudah tidak ada lagi untuk Ken ,dia selalu memikirkan Susan dan berhayal tentang Susan,dan sejak saat itu juga Han mencoba untuk berpindah kelain hati ,hatinya sudah tidak ada lagi untuk Ken .
Dia pun akan mencoba jujur pada Susan tentang statusnya yang menjadi homoseksual.
"Han, , jawab ?" Tanya Susan membuyarkan lamunannya.
"Eeh, , kenapa ? Kamu bicara apa tadi ?" Tanya Han
"Jadi kamu tidak mendengarkan ku?" Kesal Susan
"Maaf sayang maaf, , apa yang kamu katakan tadi ?" Tanya Han lagi sambil mengelus tangan Susan.
"Apa kamu benar benar mau menikahi ku?" Tanya Susan
Han mengangguk dan susan pun menerimanya.
***
Ken Kini tengah menjalankan rawat luka akibat peluru itu,jalannya pincang dan kini dia meminta pihak kepolisian untuk menelpon pengacara nya.
Tak lama pihak kepolisian pun menerima permintaan Ken dan dia mulai menelpon pengacaranya,namun entah mengapa tidak ada satupun yang mau menangani kasusnya.
"Aarrkk , , brengsek" geram Ken
Dia kembali mencoba menelpon Han,namun sebelum menekan ikon panggilan dia mendengar suara salah satu yang bertugas menyelidiki kasusnya mengatakan bahwa tidak menemukan Han di kediamannya dan tidak bisa menghindari nomernya bahkan melacaknya.
"Sialan mereka sampai sejauh ini menyelidiki nya..apa yang harus aku lakukan " gumam Ken tidak jadi menelpon Han dan langsung menghapus nomernya.
"Kenapa tidak jadi menelpon?" Tanya salah satu polisi yang mengawasinya.
"Eeh , ,tidak ,tidak ada, nomernya tidak aktif " ucap Ken menutup telponnya dan melangkah mundur lalu masuk ke dalam sel tahanan sementara.
"Brengsek ,apa yang harus aku lakukan " gumam Ken lagi ,dia tidak tahu harus menghubungi siapa saat ini ,dia begitu buntu,tidak tahu nomer rekan rekan kerjanya bahkan nomer para pengacaranya.
"Ada apa dengan meraka ,bukan kah kasus seperti ini sudah biasaa " gumam Ken kembali.
Saat masih melamun,Ken tiba tiba di datangi oleh seseorang,
"Hei dasar brengsek, bangun kamu " ucap nya tiba tiba .
Ken mendongak dan,
Bugh
Bugh.
"Aaarrkk, , apa apaan ini?" Geram Ken.
__ADS_1