Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 44 berbagi ranjang.


__ADS_3

Mendengar ucapan itu membuat Vina langsung berdiri dan lngsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata apapun pada Aldo.


"Huuuuh, , ," keluhannya saat Vina telah keluar dari kamarnya,dia mencoba memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya dari kejadian yang di alaminya hari ini.


Di tempat lain ,Vina mendatangi Juanda yang kini sedang mabuk mabukan di sebuah club bar milik temannya.


"Halloo Vin " sapa salah satu teman Juan yang mengenal Vina.


"Kak Juan di mana " tanya Vina


"Di tempat biasa " ucap nya kemudian Vina langsung menuju ke kamar itu.


Di dalam Juanda sudah sangat mabuk berat,Vina mengeluh dan menyiram Juanda Dangan segelas air putih .


Byuuurr


"Pulang ayok " ajak Vina namun Juanda menoleh.


"Hai kakak, , ayo pulang" ajaknya lagi.


"Hei nona,biarkan saja dia di sini,dia gak mau sama kamu,lihat saja penampilan kamu seperti ini,mana mau dia ,jadi cepat pergi " usir salah satu wanita yang ada di sana.


"Diam kalian , , kalian tidak tahu apa apa " ucap Vina kembali menarik tangan Juanda namun kembali di tepis oleh Juanda.


"Ayolah ,jangan kaya gini " paksa Vina


Namun tiba tiba Vina di dorong oleh wanita yang tadi hingga Vina tersungkur ke lantai karena tidak melihat pergerakan wanita itu ,dia terlalu fokus pada Juanda .


"Aku sudah bilang bukan ,DIA TIDAK MAU JADI KAMU PERGI SANA " bentak wanita itu


Plak


Juanda tiba tiba menampar wanita itu ,seketika membuat wanita itu terkejut .


"Jangan pernah sentuh adikku " terang Juanda membuat wanita itu melotot ke arah Vina yang masih di lantai.


Juanda langsung menarik Vina dan membawanya keluar, meninggalkan wanita itu dengan rasa penyesalan.


Bugh


Juanda menutup pintu mobil nya dan memarahi Vina.


" Kenapa tidak melawan hah?" Bentak Juanda


Vina terdiam,dia tiba tiba meneteskan air matanya ,kemudian memeluk Juanda .


"Maaf, ,maafin aku kak " ucap Vina


"Kenapa menangis sih " bingung Juanda


"Kak, , apa aku salah suka sama dia , , " ucap Vina dengan isakannya.


"Huuuh, , ,ini yang aku takutkan vin, dan lihatlah apa yang Kakak katakan terjadi juga kan" ucap Juanda menyesali semuanya , kenapa tidak dari awal mereka membalas dendam pada Aldo .


"Maaf kak , , maaf , ,Vina juga tidak tahu kenapa vina bisa suka sama dia " ucap Vina masih terisak


Juanda terdiam dan dia juga sebenarnya masih menyelidiki dari cerita salah satu teman brian yang masuk rumah sakit jiwa,dia sempat mengatakan jika Aldo bukan lah anggota mereka,karena Juanda sempat membawa beberapa foto tenang siapa siapa yang ada di tempat kejadian,dan saat melihat foto Aldo ,temanya itu mengatakan bukan dia ,bukan dia.


Juanda mengusap pelan rambut Vina ," maafkan kakak juga Vin " ucap Juanda memejamkan matanya.


Tiba tiba


JDEEEER...

__ADS_1


GLUDUK ...GLUDUK


JDEEERRR


Guntur dan petir menggelegar,Vina tiba tiba teringat dengan Aldo yang di tinggal sendiri di apartemen nya.


"Astaga ,, " kaget Vina melihat keluar jendela.


"Ada apa Vin? " Tanya Juanda


"Aldo kak, , Aldo fobia hujan dan petir ,dia pasti lagi ketakutan sekarang,ayo kak antar aku ke apartemen nya " ucap Vina panik


Juanda pun dengan cepat melaju kesana , Juanda terlihat mabuk berat tadi sebenernya hanya ingin melihat reaksi Vina ,namun yang di dapatkan bahwa Vina di kasari oleh salah satu pelayan wanita di sana yang membuat Juanda berdiri dan langsung menampar wanita itu,di mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen Aldo.


Setibanya di sana hujan semakin deras,kilatan kilatan langit seakan seperti lampu kelap kelip di diskotik ,


Vina langsung berlari di susul Juanda dari belakang,


Klik


Klik


Klik


Klik


Ting


Pintu terbuka,Vina lngsung berlari menuju kamar Aldo.


"Aldooo, , " panggil Vina mencari Aldo.


"Astaga , , Aldo " teriak Vina saat menemukan aldo sudah berada di sudut kamar itu,Vina langsung memeluknya dan menenangkannya,Vina terlihat khawatir dengan Aldo,.


Sementara Juan melihat Vina yang begitu memperhatikan Aldo merasa bahwa Vina benar benar suka dengan Aldo,dan itu yang membuatnya semakin ingin tahu apa yang sebenernya terjadi beberapa tahun lalu.


"Apa yang kamu cari? " Tanya Juanda


"Obat kak, , Tante Bella sempat memberi tahu ku jika Aldo kumat ,cukup kasi obat penenang nya ," jelas Vina


Dan Juanda membantu Vina mencari obat itu.


"Apa in" tanya Juanda


Vina mengambilnya " iya ini dia kak ,ayo bantu aku " ucap Vina mencoba memberikan obat itu pada Aldo dengan bantuan Juanda.


Setalah beberapa menit ,Aldo terlihat tenang dan memejamkan mata.


"Syukurlah dia sudah tenang " ucap Vina masih memperhatikan Aldo dengan kecemasan.


"Kalau kamu mau ,kamu temani saja dia di sini,kakak akan pulang " ucap Juanda


Vina menoleh," apa boleh ?" Tanya Vina di balas anggukan Juanda.


"Terimakasih kakak, , ,maaf mengecewakan mu " ucap Vina merasa bersalah.


"Sudahlah , , kakak pergi dulu,ada yang harus kakak selesaikan" ucap Juanda.


"Apa ? Butuh bantuan?" Tanya Vina


"Tidak , , tidak perlu, , ini hanya urusan kecil " Jawab Juanda langsung pergi.


"Hati hati kak " sahut Vina

__ADS_1


Juanda tersenyum lalu mengangguk kemudian pergi dari apartemen itu,di luar dia menelpon seseorang untuk menyelidiki lagi tentang kejadian pembullyan itu.


Di kamar Aldo, lama Vina menunggu Aldo sambil memperhatikan wajahnya yang terpejam.


" Kenapa aku jadi suka sih sama kamu " gumam Vina.


Tanpa di duga tangan Aldo tiba tiba memgang tangannya dan menelusup kannya ke lehernya.


Vina hendak menariknya namun Aldo dengan kuat menariknya,mau tak mau Vina yang hendak bangun ingin minum pun di urungkan,dia memilih mencari posisi nyaman untuknya tidur dengan posisi duduk di samping ranjang Aldo ,dan menidurkan kepalanya di ranjang Aldo.


Saat tengah malam Aldo tersadar dan mendapati Vina yang terlelap dengan posisi duduk,Aldo terbangun dan turun ,dia memperhatikan wajah Vina dengan sangat detail


"Manis ,, " gumam Aldo


Setalah puas menatap wajah Vina Aldo mengangkat tubuh Vina dan membaringkannya di ranjang,namun sentuhan aldo membuat Vina terbangun


"Aldo, , ,? Ngapain kamu ?" Tanya Vina Langsung terduduk.


"Vin, , kamu bangun, , maaf ya " ucap aldo


"Kamu sudah baikan ,? " Tanya Vina khawatir.


"Aku baik baik saja, terimakasih yaaa" ucap Aldo .


"Ya sudah kalau gitu ,aku pergi dulu " ucap Vina namun Aldo menahannya


"Kamu mau pulang jam segini?" Tanya Aldo memperlihatkan jam di tangannya


"Astaga, , ,aku tidur lama banget dong " ucap Vina melihat jam sudah menunjukan pukul 02.00 Dini hari.


"Kamu tidur lagi aja ,kalau kamu tidak nyaman ,aku tidur di lantai " ucap Aldo hendak turun namun Vina menarik tangannya,dia tidak tega melihat Aldo tidur di lantai sementara Aldo masih sakit akibat pukulan dari kakaknya di tambah lagi dengan fobianya.


"Kamu tidur si sini aja,gak apa apa kok " ucap Vina pelan tanpa menoleh Aldo dan langsung membaringkan tubuhnya menyamping membelakangi Aldo lalu menarik selimut.


Aldo pun dengan Patuh dia langsung tidur di samping Vina,dia menatap ke langit langit kamar sejenak.


"Vin , , " panggil Aldo


Vina membuka matanya " hmmm" jawab Vina singkat.


"Maaf untuk semuanya" ucap Aldo


Degh


Vina langsung paham kemana arah pembicaraan Aldo.


"Aldo sudahlah,aku tidak Mau membahas itu " ucap Vina kembali memperbaiki selimut nya dan mencoba memejamkan matanya yang sejak tadi ingin tidur tapi tidak bisa.


"Vin, , ," panggil Aldo lagi


"Apa sih Aldo, , ,"


Grep


Vina terkejut saat merasakan tangan Aldo melingkar di pinggang nya.


"Aldo kamu, ,"


"Boleh ya, , gak lebih kok " ucap Aldo


"Gak mau, ,lepasin Aldo " tolak Vina


"Hmmm, , ,begini aja ya , , please kali ini aja,aku udah ngantuk gak mau berdebat" ucap aldo mulai menelusupkan wajahnya ke tengkuk vina yang berhasil membuat Vina seperti tersengat listrik.

__ADS_1


Semakin aldo memeluknya semakin nyaman pula yang di rasakan Vina sehingga membuat Vina mengalah dan lama lama kenyamanan itu mampu membuat Vina tertidur lelap begitu juga dengan Aldo.


****


__ADS_2