
Flashback on.
Vina memutar otak sebelum merencanakan sesuatu pada Ken,dia meminta detektif handal di negara itu untuk menyelidiki apa rahasia Ken selama ini,dengan mengandalkan uang Vina dengan cepat mendapatkan informasi jika Ken seorang homo,dan kini sedang menjalin kasih dengan assisten nya yang bernama Han.
"Jadi mereka homo, , iyuuuuuu, , , iiih menggelikan " gumam Vina merasa jijik dengan Ken.
Entah apa yang di pikirkan Ken saat dia mengatakan bahwa dia menyukai Vina,vina kembali bergidik ngeri mengingat kedekatan nya dengan Ken waktu di club malam itu meski hanya sebatas berdekatan tidak saling menyentuh.
"Iih, , kok bisa ganteng ganteng homo, ," ucapnya lagi bergidik ngeri.
Di lihat juga ketika Ken menatap tak suka dengan Han pada saat Han keluar dari kamar Susan dan mengatakan bahwa Susan tidak lagi perawan,bahkan Ken terlihat tidak suka dengan Han saat Han meminta izin untuk menikahi Susan ,Ken saat itu murka namun ia tak mau menunjukan rasa sakitnya di depan Han karena dia juga posisi nya sebagai bos nya Han.
Dan saat yang tepat ada seseorang yang menelpon Ken dan meminta untuk bertransaksi ilegal lagi di sebuah gedung tua yang menjadi markas besar Ken ,dan kali ini Ken melakukan transaksi sendiri tanpa memberitahu Han karena dia masih kesal dengan Han.
Daan saat itu pula anak buah Vina memberikan informasi pada Vina untuk segera berangkat ke lokasi karena akan ada yang melakukan transaksi ilegal di sana,Vina pun merencanakan agar bisa merekam dan memanggil posisi tepat waktu,dengan bantuan para anak buahnya kini Vina berhasil memberikan pelajaran pada Ken dengan mendatangi Ken langsung dan membawa beberapa polisi juga merekam kejadian itu lalu memposting di akun Instagram milliknya,dengan cepat video itu beredar dan orang orang pun tahu bahkan polisi memiliki bukti yang kuat untuk menangkap Ken dan anak buahnya.
__ADS_1
"Kena kau Ken, , tamatlah riwayat mu,kamu bukan lah lawan ku " gumam Vina sambil mengintip.
Di sisi lain Susan mengetahui kabar itu dari sosia media,dia pun segera menelpon Ken ,namun berkali kali Ken tidak menjawab ponselnya,bahkan Ken saat itu hanya menoleh ponsel itu lalu kembali fokus pada kegiatannya tanpa menghiraukan panggilan dari Susan.
Lama Susan mencoba menghubungi ken namun Ken tak menjawab,dia pun memutuskan untuk memberitahu Han ,dan saat itu juga Han langsung menyusul ke markas,namun saat telah sampai di luar gedung,dia mengurungkan niatnya untuk masuk karena di luar Han telah melihat beberapa anak buahnya juga rekan kerja Ken sudah di tangkap polisi.
"Lepaskan,saya tidak salah pak " rengeknya namun pak polisi pun tidak menghiraukan nya sama skali,dia dan beberapa rekan sesama polisinya membawa mereka menuju sebuah mobil khusus mengangkut penjahat.
Han hanya bisa melirik dari kejauhan dan sedikit merasa lega karena dia tidak di tangkap.
"Astaga Vina , , " gumam Aldo langsung berlari dan mendorong Vina .
Setalah berhasil menyelamatkan vina kali ini dia lebih harus hati hati karena tak Lama setalah Vina di selamatkan,lagi dan lagi Ken menarik Vina dan menjadikan Vina sandera dan mengancam jika tidak di bebaskan maka dia akan melukai vina.
Polisi sudah bersiaga dengan senjatanya yang mengarah ke Ken, begitupun dengan aldo ,mereka terheran dengan sikap santai Vina saat melawan penjahat dan Vina terlihat sangat tenang,padahal jika di tembak langsung maka Vina dapat di pastikan Hannya tinggal nama Untuk besoknya,namun Aldo Semakin mengerutkan keningnya saat Vina terlihat senyum dan berbisik pada telinga Ken ,entah apa yang di katakan nya yang pasti dia terlihat santai dan tenang,berbeda dengan Ken yang kini menjadi salah tingkah dan tiba tiba manjadi gelisah.
__ADS_1
"Apa yang dia katakan padanya " gumam Aldo kemudian kembali fokus Alda acaranya gita.
Dan lagi lagi Aldo kembali terkejut saat Ken mencoba menempel kan senjata apinya Alda pelipis Aldo tanpa rasa takut.
"Brengsek, , " geram ken langsung menarik pelatuknya itu
Dor
Dor
Aldo dengan cepat mendekat dan langsung menarik vina yang telat sedikit saja nyawa Vina taruhannya.
"Vina...." Teriak Aldo
BRUG...
__ADS_1
Flash back off