
Mendengar suara pecahan pot membuat Aldo keluar,
Meeooooww
Meeooooww
"Cuma kucing dok " terang Aldo kemudian kembali duduk di kursinya.
"Jadi gak bisa ya dok ?" Tanya Aldo lagi memastikan.
"Mohon maaf pak Aldo, , saya tidak berani " jelas dokter itu.
Beruntung Vina cepat bersembunyi setelah pot itu pecah akibat ulahnya,dia masih setia menunggu apa yang akan Aldo katakan,dia ingin sebisa mungkin membawa mama nur untuk pulang ke apartemen nya bersama Nana.
Setelah Aldo pergi dari ruang dokter ,Vina keluar dari persembunyian nya dan mengetuk pintu ruangan itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk " ucap dokter itu.
Kreekkk
"Permisi dokter " sapa Vina masuk ke dalam lalu duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Aldo .
"Bu Vina? " Sapa dokter itu
"Iya dok, , ,saya mau memindahkan perawatan mama saya di rumah dok" ucap Vina
Dokter terlihat menghembuskan nafasnya,belum lama Aldo keluar dari sana tapi Vina telah datang kembali untuk meminta hal yang sama.
" Bagaimana yaa, , " dokter terlihat berfikir dan melihat catatan kondisi mama nur sejak 2 tahun terakhir.
Namun tiba tiba Seseorang kembali mengetuk pintu
Tok
Tok
Tok
"Permisi dokter ,ada barang saya yang ketinggalan " tiba tiba Aldo datang kembali ke ruangan itu, namun sayangnya Vina telah tidak ada di sana.
"Apa itu pak?" Tanya dokter itu terlihat gugup dan langsung menumpuk berkas yang di bacanya tadi dengan berkas lain.
__ADS_1
Aldo terlihat melirik ke semua barang di meja itu ,dan apa yang di cari ternyata terselip di salah satu pot kecil yang ada di meja kerjanya.
"Aah ini dia, , maaf mengganggu anda, terimakasih" ucap Aldo segara berlalu.
"Sama sama , , huuuh, , " ucap pelan dokter itu merasa leg
Setalah Aldo berbalik arah Vina pun merasa lega dan hendak keluar ,Namun sebelum Aldo benar benar keluar dari ruangan itu, langkahnya kembali terhenti dan berbalik,sontak membuat Vina pun menjadi tegang begitu juga dokter itu.
"Oh ya,saya harap dokter mau mempertimbangkan ucapan saya " ucap Aldo
"Aah ya, , baiklah pak saya akan pertimbangkan" jelas dokter
Kring kring
Kring kring
Terdengar suara ponsel,Aldo merogoh ponselnya dan bukan ponselnya yang berdering.
"Mampus " gumam Vina yang lupa mengaktifkan mode silent di ponselnya.
"Sepertinya saya kenal dengan suara deringan itu " ucap Aldo
"Eeh ,.,.itu suara ponsel saya " ucap dokter itu dsngan cepat.
"Aah ya , , ,baiklah dokter, saya permisi dan maaf sudah mengganggu waktunya " kali ini Aldo benar benar keluar dan pergi dari sana
"Akhirnya" ucap Vina merasa lega dan capek,dia bersembunyi di balik lemari besar ruangan itu ,bahkan tempat dia bersembunyi begitu sempit sehingga membuat nya sedikit sesak.
"Bu Vina tidak apa apa?" Tanya dokter itu
"Tidak dok, , tidak,. , terimakasih" ucap Vina kembali duduk dan membahas lagi apa yang tadi sempat tertunda.
"Bagaimana? Saya rasa perkembangan mama saya sudah cukup untuk membawa dia pulang,pasti Aman karena saya juga akan menempatkan perawat untuk merawat mama saya di rumah saya dok,saya juga akan menghubungi dokter jika terjadi sesuatu sama mama " terang Vina mencoba membujuk dokter itu untuk di izinkan membawa mama nur pergi dari sana.
Setalah berpikir lama ,dokter itu mengizinkan mama nur untuk ikut dengan Vina ,dengan satu syarat seorang suster harus ikut tinggal bersama mereka agar memantau terus perkembangan mama nur selama masa pemulihan.
"Terimakasih dokter, , saya akan membawa suster Susan untuk mengurus mama saya,karena saya merasa suster Susan itu sudah sangat paham dengan kondisi mama saya " Vina sudah percaya dengan suster yang merawat mama nur,untuk itu dia tanpa pikir panjang membawa suster itu ke apartemennya.
"Baiklah,saya izinkan untuk membawa Bu nur pulang " jelas dokter itu.
Setelah mengurus semuanya Vina pun benar benar membawa mama nur pulang bersama Susan.
"Suster, , kalau Aldo bertanya bilang aja ya adik atau kaka nya mama datang menjemputnya dan membawanya pulang ke kampung" ucap Vina tanpa menoleh ke arah susan yang duduk di sampingnya.
"Eeee , ,iya nona , , " jawab Susan
"Panggil El aja sus," ucap Vina
__ADS_1
"Ba, , baik El " jawab nya lagi
Setelah berkendara beberapa saat Vina telah datang di sebuah apartemen mewah dan naik ke lantai 30 ,karena di sana lah letak apartemen miliknya,di sana sudah ada buk Rahma orang yang menemani Nana sejak tinggal di sana.
"Selamat datang nona" sapa buk rahma membatu mengambil koper milik mama nur.
"Terimakasih buk Rahma,oh ya ini Susan dan ini buk rahma,Kalian bekerja sesuai tugas kalian ya " ucap vina kemudian masuk ke dalam kamarnya,sedangkan Bu Rahma kembali ke dapur untuk masak ,sementara nama sudah tertidur sore,dan Susan mengantar mama nur untuk beristirahat di kamarnya.
Susan menatap apartemen itu dengan takjub," waah bagus banget apartemen nya,pasti banyak barang berharga di sini,dan juga iih gue pasti bisa sering ketemu dengan Aldo nanti " gumam Susan tersenyum dalam hati sambil mendorong kursi roda mama nur.
Setalah makan malam siap ,buk Rahma membangunkan Vina untuk makan dengan menggendong tubuh kecil nana.
Buk Rahma membiarkan Nana untuk membangun kakaknya."Tataaak, ,ngun tatak, , , " ucap Nana dengan cadelnya
Vina menggeliat " masih ngantuk Nana " keluhnya masih memejamkan matanya,namun Nana tidak menyerah,dia naik ke ranjang sang Kakak lalu memukul mukul wajah Vina dengan tangan mungilnya.
"Hahahah, , geli sayang , , geli " ucap Vina saat tangan kecil nana meraba lehernya.
Mau tak mau Vina bangkit dan memeluk tubuh kecil itu dan menciumnya gemas.
"Mmppphh, , ,anak nakal,ganggu kakak terrus ya , ,nih Kaka sudah bangun ,mau apa kamu haaah "ucap Vina menggoda adiknya.
"Hahaha, , ,tatak , , ,maem yook " ajak ya menarik tangan Vina .
Buk Rahma hanya tersenyum melihat tingkah Vina dan juga nana yang begitu akrab meski beda ibu.
Namun entah apa yang akan terjadi jika mama nur tahu kalau Nana adalah anak dari mantan suaminya dan juga pelakor nya.
"Ya sudah kakak El mau cuci muka dulu ya " ucap Vina menyerahkan Nana ke buk Rahma
"Ayok Nana ,kita ajak mama nur ya buat makan " ucap buk Rahma
Setalah selesai mencuci muka,Vina keluar dan berjalan menuju ruang makan ,di sana sudah ada mama dan juga nana yang sudah di suapi oleh buk Rahma.
"Kenapa kalian tidak duduk ?" Tanya Vina melihat Susan dan juga rahma berdiri .
Susan langsung senang dan hendak duduk sangat senyum mengembang di bibirnya menatap makanan itu dengan tatapan laparnya,dia menarik kursi untuk di dudukinya ,namun sebelum bokongnya menyentuh kursi ,dia menghentikan gerakannya saat mendengar ucapan Rahma.
"Eeh tidak nona, silahkan nona makan saja ,nanti saya dan Susan makan belakang" ucap sopan dan Susan terlihat cemberut sambil menarik kembali bokongnya untuk berdiri.
"Sudah tidak apa ,ayo duduk saja,kita makan sama sama ya " ucap Vina
"Tuh denger " sahut Susan di balas tatapan tajam dari Rahma membuat Vina tertawa melihat tingkah kedua nya.
"hahaha kalian lucu juga " ucap Vina.
"siapa yang lucu ?" ucap seseorang tiba tiba datang.
__ADS_1