
Kegaduhan terjadi di perusahaan yang dipimpin oleh Juanda ,di mana Juanda duduk dengan santai seperti bos besar dan sudah memecat semua karyawan yang bekerja sama dengan Mona,tak lama Mona datang dan marah marah.
Para karyawan yang di pecat itu pun seketika tersenyum senang melihat bos mereka telah datang ,berharap meraka tidak akan di pecat.
"Sayang, kamu kenapa memecat mereka? " Tanya Mona sambil melepas tasnya di meja depan Juanda.
Juanda melirik Mona yang datang,posisinya saat ini adalah Juanda duduk mengangkat kedua kakinya di atas meja dengan sebuah permen lollipop di mulutnya.
"Ya karena Meraka salah" jawab enteng Juanda.
Para karyawan melihat itu dan ada yang merasa kasihan pada karyawan yang di pecat ,pasalnya mereka rata rata orang orang yang lebih dahulu bekerja di sana.
"Apa maksud mu juan? Mereka tidak salah apapun ,cepat kamu cabut surat pemecatan nya " ucap Mona lagi
Juanda menurunkan kakinya dan mendekat sambil mengambil mengambil beberapa berkas di atas meja dan menyerahkan ke pada Mona.
Degh.
Mona terkejut melihat dokumen yang di bacanya di sana sudah tertera dengan jelas kesalahan para karyawan yang di pecat oleh Juanda.
"Apa apaan ini Juanda " ucap Mona ,ia membeku bahkan ada nama nama orang yang sudah terlibat di sana ,Mona pun membacanya satu persatu lengkap dengan kesalahan mereka.
~larasati
~hermanto
~jay Anton
~karmila
Dan terakhir Mona membalik lembaran terakhir dan
Degh
~monalisa
Monalisa geram dia melempar kasar dokumen itu ke sembarang arah,kemudian menggebrak meja .
BRAAKK.
"Apa apaan ini juan? " Marah Mona Lisa.
"Mampus kamu ,baru jadi CEO aja belagu " gumam Jay Anton dalam hati
"Hahaha , , siapa suruh macam macam dengan kami " gumam Hermanto
"Heh, tuan Juanda ,anda yang akan di pecat lebih dahulu ," gumam Karmila.
"Siapa suruh berurusan dengan pemilik perusahaan,sekarang tamat sudah riwayat mu tuan Juan " gumam Larasati.
Mereka berempat sangat senang melihat Juanda di benci oleh Mona,karena sejak awal Juanda datang ke perusahaan itu ,mereka semua sudah merasa ada bencana bagi mereka , dan bencana itu benar terjadi yaitu pemecatan mereka.
" Apa ada masalah? Bagian mana yang membuat mu tidak setuju buk mona " ucap Juanda berubah dingin dengan Mona.
" Iya , ,aku pemilik perusahaan ini,jadi kamu tidak bisa seenaknya memecat semua karyawan aku,terlebih mereka semua adalah Karyawan terbaik ku " terang Mona dengan lantang.
" Begitukah? " Tanya Juanda memiringkan kepalanya.
"Karyawan terbaik dalam menghancurkan perusahaan, , bukan begitu buk mona " Tiba tiba Vina datang dan langsung mencelah ucapan Mona dan Juan.
__ADS_1
Mona menoleh dan melihat orang baru di sana.
"Siapa kamu ? Berani sekali kamu masuk ke perusahaan ku tanpa izin ku. " Geram Mona marah.
Vina mendekat dan duduk di atas pangkuan Juanda layaknya pasangan kekasih .
Cup
"Terrimakasihhh sayang, sudah membuat perusahaan ini kembali pada ku " ucap Vina terus terang di depan keduanya sesaat setelah mencium pipi Juanda.
Juanda tersenyum,dia sama sekali tidak pernah melihat Vina secara langsung saat balas dendam,dan saat ini lah Juanda baru melihat betapa liciknya Vina saat membalaskan dendam atas apa yang telah di terimanya dulu.
"Sama sama sayang,apapun akan ku lakukan demi kamu ELVINA " ucap Juanda sengaja menekan nama elvina dia akhir katanya.
Degh
Wajah Mona yang tadinya geram semakin ketakutan saat melihat wanita di depannya ini adalah Elvina ,anak dari mantan suaminya dan juga anak Dari nur , orang yang di bencinya.
"El , , " panggil Mona
Vina menoleh.
"Apa anda memanggil saya ibu Mona, , uupps , , mama Mona " ucap Vina mengulang.
Mona mendekat ke arah Vina dan meneteskan air mata buayanya sambil merentangkan tangannya.
"El , ,anakku , , kemana saja kamu nak " ucap Mona menangis.
"Stop, , jangan pernah mendekat atau pun mencoba menyentuh ku wanita ular " teriak Vina sambil menunjuk ke arah Mona yang menyeka air mata buayanya.
"Cih, , dasar anak tidak tahu diri ,sudah untung kamu tidak saya bunuh waktu itu " ucap Monalisa yang tadinya menangis kini berubah menjadi seringai iblis.
"Dan juga tadi, kamu bilang apa? Ingin membunuh ku? Jangan mimpi Mona,kamu tidak akan pernah bisa membunuhku " tegas Vina lagi.
" Kata siapa " ucap Mona langsung mendodongkan sebuah pisau kecil pada Vina ( entah kapan dia membawa pisau kecil itu ,).
Tindakan Mona mengundang teriakan dan juga membuat orang orang terkejut di dalam sana .
"Aaarrrkk, , " teriak para wanita.
"Astaga ,dia sangat kejam " gumam salah satu di antara mereka
Juanda melihat itu langsung menarik Vina dan membawanya ke belakang nya,alhasil Juanda yang di Todong.
"Jangan macam macam kamu Mona !" Ucap Juanda
"Hahaha,kamu membela wanita sialan ini,anak tidak tau diri ini hah? Aku kekasihmu Juan, , dia siapa kamu? Selingkuhan kamu?" Tanya Mona akhirnya ,sejak tadi dia memang ingin tahu apa hubungan mereka tapi di urungkan akibat kekacauan hatinya.
"Sudah lah jangan banyak bicara kamu Mona " ucap Vina menarik kembali tubuh Juanda dan langsung menepis tangan Mona tanpa Mona sadari.
Tringggh
Pisau yang di pegang Mona tadi terlempar ke lantai
"Kurnag ajar kamu , , " geram Mona hendak menampar Vina tapi Vina segera menangkap tangan lemah itu dan langsung memelintirnya ke belakang.
"Aaawwwww , , lepasin anak sialan " Mona berteriak kesakitan.
"Kamu jangan harap bisa menyentuhku seujung kuku pun Monalisa,aku bukanlah Elvina yang dulu kamu kenal " bisik Vina di telinga Mona lalu melempar tubuh Mona hingga Mona tersungkur ke lantai.
__ADS_1
Anak buahnya yang tadi hendak menolong tapi Juan mengeluarkan suara bariton nya agar mereka diam di tempat.
"JANGAN BANTU DIA " ucap tegas Juanda membuat mereka semua mengurungkan niat membantu Mona.
Vina membalik tubuh Mona dan langsung menamparnya berkali kali.
Plak
Plak
Plak
"Aaarrrkk, , ," teriakan Mona memekik telinga.
Ada yang kasihan dengan Mona dan ada juga yang bersyukur karena Mona selama ini selalu semaunya memimpin Perusahaan.
"Mampus ,dia pantas mendapatkan itu " ucap pelan salah satu karyawan yang melihat kejadian itu di balik tembok kaca ruangan Juan.
"hush jangan banyak bicara nanti di dengar loe bisa di pecat " ucap salah satu lagi memperingatkan temannya.
"Ini balasan atas kekejaman kamu padaku Mona " ucap Vina lagi .
Bugh
Vina menghantam wajah Mona hingga darah keluar dari sudut bibirnya.
"Lapasin " pinta Mona namun lagi lagi Vina geram mendengar ucapannya
Plak.
Vina kambali mendaratkan tamparannya ke Mona.
"Dan ini, ,akibat loe menyuruh orang untuk memperkosa mama nur " Vina mengeluarkan ponsel nya dan memperlihatkan anak Mona "Nana " yang Vina sekap.
Degh
"Nana, , ," panggil Mona pelan
"angan ,. , , sakiti dia " tangis Mona melihat Nana yang sudah terikat dan menangis dengan mulut di tutup.
" Itu tidak gampang Mona " jelas Vina.
"Dia gercep juga " gumam Juanda melihat Vina begitu cepat bergerak jika sudah mengenali balas dendamnya.
Sebelum Vina berangkat ke kantor ,dia sempat menelpon beberapa anak buahnya untuk menculik Nana,adik nya.
"Ingat, , dia adikmu juga Vina " ucap Mona tercekat.
"Aku tahu,tapi apa boleh buat ,karena kamu sudah membuat mama ku depresi " ucap Vina tenang ,dia bangkit dan kembali duduk di sofa dekat sana.
"Kak Juan,usir dia " ucap Vina
Degh.
Lagi lagi Mona terkejut mendengar Vina memanggil Juan dengan sebutan kakak
"Apa kakak?" Gumam Mona.
"Hei kalian pergi dari sini " usir Juan dengan nada dinginnya ,dan mereka semua langsung melenggang dari sana ,tak lupa Juan memencet sebuah tombol di belakang kursi kerjanya agar dinding kacanya menjadi tidak transparan dan kedap suara .
__ADS_1