Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 47 mengunjungi makam Brian.


__ADS_3

Vina begitu terkejut mendapati lira dan om om tadi sedang bermesraan di sebuah ruangan toilet.


"oom, , sudah oom, , ooom, , ini di toilet wanita,, ,nanti ada yang liat om " ucap lira mencoba menghentikan serangan om om itu.


"ayo kita ke kamar " ucap om om itu kemudian menarik lira dari sana,sontak membuat Vina bersembunyi dan tidak jadi ke toilet,dia langsung pergi dari sana menemui Aldo.


"Al, , kita pergi ayok " ucap Vina menarik tangan Aldo .


"loh ada apa Vin,makanan kita belum habis loh " jelas Aldo


"sudah ayo kita pergi " ucap Vina terdengar kesal.


mau tidak mau Aldo menuruti Vina,


bugh


di dalam mobil Vina terlihat kesal melihat teman masa kecilnya menjadi seperti itu,Aldo kebingung dengan Vina yang berubah setelah kembali dari kamar mandi.


"kamu kenapa Vin?" tanya Aldo


"apa sih lir yang buat kamu jadi seperti ini,? aku harus mencari tahu " gumam Vina dalam hati ,dia terlalu fokus pada pemikirannya tentang lira.


Aldo kembali diam dan fokus pada jalan menuju makam Brian.


"Vin sudah sampai " ucap Aldo namun lagi lagi Vina masih sibuk dengan pemikiran nya .


"Vina , , ,sudah sampai " ucap Aldo sedikit lebih lantang dari sebelumnya.


vina tersentak dan langsung menoleh " ooh sudah sampai , , ,ayo " ucap Vina langsung keluar namun sebelum dia hendak turun Aldo menarik tangannya .


"tunggu dulu " ucap Aldo menghentikan vina


Vina menoleh "apa sih Aldo ," ketus Vina


"kamu belum jawab pertanyaan ku Vin " terang Aldo


"pertanyaan yang mana ?" tanya Vina kembali


"dari tadi kamu melamun terus Vin,aku tanya kamu ada apa tapi kamu tidak mau jawab " terang Aldo


"ooh , , itu , ,sorry Al, , aku hanya kepikiran tentang lira aja " jawab Vina kembali mengingat lira.


"emang lira kenapa?" tanya Aldo


"Tadi saat aku ke toilet,tiba tiba aku melihat kira sedang bermesraan dengan om om itu,aku gak habis fikir entah apa yang membuat lira menjadi seperti itu Al, , aku ingin. mencari tahu dan membawa lira keluar dari dunia gelap itu " terang Vina

__ADS_1


"keluarganya, , " terang Aldo tiba tiba.


Vina mengerutkan keningnya " apa? keluarga nya? maksud kamu apa? kamu tahu sesuatu?" tanya vina


Aldo menatap Vina yang terlihat sangat ingin tahu dan dia mengangguk ..


"kenapa Kamu tidak bilang bilang sih dari tadi,kan aku tidak kebingungan kaya gini " kesal Vina.


"aku kan tanya dari tadi Vina sayang, tapi kamu malah terlalu fokus pada hayalan mu itu " jawab aldo memanggil Vina dengan sayang sambil memegang wajah Vina gemas.


"iih,. ,lepasin, ,cepat ceritakan " ucap Vina..


"nanti saja di rumah,sekarang ayo kita ke makan Brian " jawab Aldo kemudian turun.


vina berjalan mengikuti Aldo dengan rasa bersalah ,dia mengingat kembali perlakuan Brian yang terlalu sering membullynya bahkan sempat menguncinya di gudang sekolah dengan memasukkan puluhan tikus menemani Vina .


Rasa dendam di barengi penyesalan dan juga kemarahan bercampur jadi satu,membuat Vina menggertakkan giginya dan mengepal tangannya dengan keras juga tatapan yang tajam.


Aldo terdiam saat sudah berada di depan pusara Brian,Aldo merasa kasihan dengan Brian yang bernasip tragis,kemudian dia menoleh ke arah Vina yang sudah menjatuhkan air matanya.


"Vin , , kamu , , !" ucap aldo


Vina langsung berlari tanpa menoleh lagi .


"Vina tunggu. " teriak Aldo


"aaaaaaaaaarrrk, , " terriak Vina saat sudah berada di tempat yang lumayan sepi,


dia menjatuhkan tubuhnya ke tanah sambil menutup matanya yang tak hentinya mengeluarkan air matanya.


Aldo terhenti dan terdiam saat melihat sisi lemah Vina ,biasnya dia melihat Vina yang begitu kuat,sangar dan ketus tapi sekarang dia melihat Vina yang lemah seperti beberapa tahun yang lalu sebelum Vina berubah.


Aldo perlahan mendekat dan menyentuh pundak Vina.


"pergi Al, , pergi, , jangan dekat dekat, , ,aku pembunuh Al, aku pembunuh, , huuuu" tangis vina manjadi jadi.


"Vin, , " panggil Aldo.


"PERGII " teriak Vina namun Aldo tak bergeming.


"Gak, , aku gak akan pergi tanpa kamu Vina " ucap Aldo.


Aldo membalik tubuh Vina dan memeluknya " aku tidak akan pergi sayang,aku akan tetap bersama kamu apapun yang terjadi " ucap Aldo


"pergi Al, , aku gak mau kamu terluka karena ku , , ,huuu, , " tangis Vina lagi

__ADS_1


"gak ,aku tidak akan meninggalkan kamu, , " terang Aldo


Vina melepas pelukan Aldo dan mendorongnya " apa kamu tidak takut aku juga akan balas dendam pada kamu ,dan membuat kamu bernasip sama seperti Brian hah " teriak Vina dengan tangisannya.


"Gak,, ,aku gak takut Vina ,aku akan membuat kamu melupakan semua dendam mu dengan cinta yang ku punya,dan aku akan meyakinkan kamu kalau balas dendam itu tidak baik , ,lupakan masa lalu Vin, , tataplah kedepan agar kamu bahagia" terang Aldo mencoba menjelaskan ke Vina bahwa hidup dalam bayangan dendam tidak ada kebahagiaan di dalamnya,hanya ada kemarahan dan kehancuran yang bisa membuat hidup tidak tenang .


"cukup, , aku tidak mau mendengar ceramah mu Aldo... pergii" teriak Vina kembali langsung berlari meninggalkan Aldo dan mencari taksi.


"Vina tunggu " teriak Aldo mengejar Vina yang sudah menghentikan taksi .


Vina tak menghiraukan Aldo dan langsung masuk begitu saja ke dalam taksi dan menyuruh supir taksi itu untuk maju dengan cepat.


Aldo hanya menatap kepergian Vina tanpa mengejarnya " aku janji Vin, aku akan membuat kamu merasa bahagia dan melupakan semua dendammu, " gumam Aldo kemudian pergi ke mobilnya .


****


"pak, , apa maksud anda membawa pacar anda ke sini? saya gak di anggap?" Dessy tiba tiba datang ke ruangan Juan untuk menanyakan statusnya.


Juan menatap wajah Dessy dan melepas polpen yang tadi di pegangnya itu.


"apa maksud kamu?" tanya Juan


"apa maksud saya? saya yang seharusnya bertanya seperti itu pada bapak,apa bapak mempermainkan saya dengan merayu saya demi mendapatkan apa yang bapak inginkan ,?" tanya Dessy.


"merayu, , kapan saya merayu ? " tanya Juan


" ooh , , apakah dengan begini saya terlihat merayu ? " tanya Juan mendekat dan membelai rambut Dessy dan berjalan ke belakang Dessy.


"atau begini " tanya Juan lagi membalik tubuh Dessy dengan nenarik pinggangnya.


degh


Dessy terdiam " pak, , , " panggilnya pelan.


"atau begini yang jamu maksud merayu " tanya Juan lagi menarik pinggang Dessy hingga menempel di tubuhnya,


Dessy hanya memandang lekat wajah Juan dan saat Juan menunduk dia memejamkan mata.


"aku merasa kamu sudah salah sangka Dessy," terang Juanda kemudian melepas tubuh Dessy sehingga membuat Dessy membuka lebar lebar matanya .


"apa?" tanya Dessy.


"ya kamu salah sangka,aku memang pernah janji sama kamu,kalau aku bisa memberi lebih dari pada ituu bukan.? " terang Juanda


"iya, ,dan aku menagihnya pak,aku mau semua itu saat ini juga " terang Dessy..

__ADS_1


"baiklah " jawab Juan membuat Dessy senang.


__ADS_2