Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 41 bertemu part 2


__ADS_3

Di dalam Rahma tidak tahu harus berbuat apa,dia takut dengan orang asing di apartemen nya.


Dia mencoba menghubungi Vina namun Vina tak kunjung datang,Rahma berdiri di ruangan sebelah dengan menggendong Nana juga siap dengan sapu di sampingnya sebagai senjata jika keadaan tidak baik baik saja .


Lama Aldo bicara bersama mama nur sampai lupa waktu dan Rahma pun tak cukup sekali dua kali menelpon Vina sampai akhirnya Vina mengangkat.


"Hallo " ucap Vina yang kini sudah memarkir mobil nya dan hendak masuk ke dalam apartemen nya.


"Ada orang asing di rumah , , dia , , , " ucap Rahma belum selesai namun Vina telah mematikan ponselnya dan langsung berlari ke dalam ,di sangat khawatir dengan nana dan juga mama nur,dia tidak mau apapun yang terjadi pada mereka,Vina takut entah dari pihak Mona mencari keberadaan Nana atau dari pihak musuh papanya mencari keberadaan mama nya.


"Bik siapa yang daaaaa, , , , " Vina yang begitu tergesa langsung masuk ke kamarnya dan menanyakan siapa yang datang,namun sebelum pertanyaan vina selesai,dia telah lebih melihat Aldo bernama mama nur yang lagi tertawa ,Vina terpaku dia menatap Aldo yang juga menatapnya ,semula Aldo duduk di sofa kini berdiri dengan wajah terkejut melihat Vina datang.


"El , , dia , , ,"


"Cukup " ucap Vina menyetop Rahma agar tidak berbicara lagi,percuma sudah penyamaran nya selama ini terbongkar.


"Apa ? EL ? maksud kamu apa Vin? " Tanya Aldo terlihat bingung.


"El, , Vin " ucap aldo menatap Rahma dan Vina secara bergantian.


"Aldo? Ngapain kamu di sini?" Tanya Vina


" ELVINA " panggil Aldo setelah mengingat begitu banyak kejanggalan yang di dapat dalam diri Vina yang menurut nya sama dengan El.


Deegh


Vina terkejut saat Aldo telah tahu semuanya,entah apa yang akan di katakan Vina saat ini,dia sendiri bingung dengan keadaan ini,dia masih belum siap dengan Aldo tahu semuanya,bahkan balas dendam untuk Aldo pun belum terlaksana.


"Pergi , , " ucap Vina akhirnya dengan dingin.


"Jelaskan semuanya Vin "


"PERGI , !!! " Bentak Vina, namun Aldo masih tak bergeming dia menatap Vina lekat dan mendekat perlahan.

__ADS_1


"Aldo aku bilang PER , , , "


grepp


Aldo memeluk Vina dengan sangat erat,Aldo tidak perduli dengan pengusiran Vina yang berkali kali menyuruhnya untuk pergi.


Vina terkejut dengan sikap Aldo yang tiba tiba memeluknya,dia terdiam .


"El, , kamu kemana aja? Aku mencari kamu kemana mana ,bahkan aku menelusuri setiap tempat yang sering kamu kunjungi,tapi aku tidak pernah menemukan mu El, , aku , , , "


"Cukup, , pergi " ucap Vina lagi,dadanya naik turun menandakan dirinya sudah tidak akan bisa lagi mengendalikan dirinya,dia emosi campur perasaan yang tidak dia ketahui.


"El , aku, , , " Aldo kembali ingin mengatakan sesuatu,namun suara Vina membuatnya terdiam .


"PERGI , , ATAU AKU YANG PERGI " ucap Vina ,Aldo diam sejenak dan mau tak mau Vina melangkah pergi dari apartemen itu.


",EL , , , tunggu " ucap Aldo hendak memanggil namun Rahma mengheningkan langkah Aldo.


"Mas sebaiknya jika Vina sedang emosi seperti itu ,sebaiknya jangan kamu temui dia ,biarkan dia bergelut dengan pikirannya sendiri,jika dia sudah tenang dia pasti akan balik dan bisa di ajak bicara " terang Rahma .


Di dalam mobil Aldo mengingat kejadian beberapa tahu lalu saat membully Vina yang membuat Vina menghilang dari hidup nya.


"Aaaark, , ,kenapa jadi seperti ini" teriak Aldo memukul kemudi mobilnya .


Dia sangat menyesal telah membully Vina ,meski dia hanya di suruh oleh Brian dulu.


"Brian, , brengsek kamu " gumam Aldo menepikan mobilnya dan mencoba menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan Brian,dia ingin membuat perhitungan dengan brian ,gara gara Brian di kehilangan orang yang dia cintai.


Yah Aldo sadar jika dari dulu dia mencintai Elvina,namun dia takut mengatakan itu bahkan mendekati Vina saja dia takut ,namun sikap pecundang nya membuatnya kehilangan segalanya,doa begitu takut dengan ancaman Brian yang hendak menusuknya jika tidak mengikuti ucapan Brian.


Setelah beberapa saat orang suruhan Aldo kembali menghubungi nya.


"Apa? Meninggal ? " Kaget Aldo saat mendapat kabar jika Brian telah meninggalkan.

__ADS_1


"Meninggal karena apa? " Tanya Aldo


Orang itu menjelaskan jika Brian meninggal karena kecelakaan saat balap liar dengan seorang wanita .


"Apa ? Balap liar? Seorang wanita?" Gumam Aldo lagi


Setelah itu dia mematikan ponselnya dan mencoba mencari tahu tentang kematian Brian melalui teman temannya dulu,dan tak di sangka salah satu temannya mengalami gangguan jiwa akibat terlalu takut dengan Vina saat dia tahu jika orang yang melawan Brian waktu itu adalah el yang datang membalas dendam atas apa yang telah di lakukannya.


"Percuma aku bertanya padanya,dia sudah tidak tahu apapun " gumam Aldo merasa kasihan dengan temannya itu yang mengidap sakit jiwa.


Aldo memutuskan untuk mencari salah satunya lagi dan saat di tempat kos kosannya,tetangganya mengatakan jika dia telah pergi sejak berita tentang temannya yang meninggal tabrakan.


"Apa mbak atau mas tidak tahu kemana dia pindah?" Tanya Aldo.


"Maaf mas saya tidak tahu " ucap mereka


Mau tak mau Aldo pulang Dangan kekosongan,dia tidak mendapatkan Kan informasi apapun dari semua orang .


Aldo kembali menghubungi seseorang untuk menyelidiki nya.


Di samping itu Vina yang tadi pergi dari apartemen nya menangis sejadi jadinya di tengah jalan.


"Aaaaarrrk, , ,kau benci kamu aldooo " teriaknya.


"Aku benci kamu,kenapa harus kamuuuu" Vina kembali berteriak sehingga orang orang pun menatap dirinya seperti orang gila.


Vina tidak memperdulikan semuanya,dia semakin menangis dan terus menangis,sampai akhirnya matanya memudar dan pandangan nya menjadi gelap.


"Brengsek, , , awas kamu " gumam seseorang yang datang tepat waktu dan menangkap tubuh kecil Vina,siapa lagi kalau bukan Juan.


Juanda membawa Vina kembali ke apartemen nya dan bertanya tentang apa yang terjadi pada Rahma,dan Rahma pun menceritakan semuanya pada Juanda.


"Bajingan kamu Aldo " gumam Juanda kemudian. Mencari keberadaan Aldo hendak memberinya pelajaran.

__ADS_1


"Cepat temukan dia ,dan jangan sampai kalian kecolongan " terang Juanda menghubungi anak buahnya.


Juanda mengepal erat tangannya ,dia tidak suka jika adiknya Vina terlalu sering mengeluarkan air matanya akibat Aldo.


__ADS_2