Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
Bab 30 membalas junet dan Manto.


__ADS_3

Di sebuah ruangan kosong seseorang meronta agar di lepaskan.


"Lepasin , , lepasin , , " teriak Seseorang wanita yang sedang berada di bawah tubuh beberapa orang laki lak yang kini tengah mencoba melecehkan nya.


" Diam kamu,kamu di sini untuk memuaskan kita , , benar gak ? Hahahah " teriak salah satu dari mereka dan di balas tertawaan mereka.


"Siapa kalian hah, , ,lepasin , , ayaaaaaah , , tolong Nisa ayahhh " teriak Anisa masih berusaha melepas diri namun tidak bisa.


Tiba tiba seseorang datang dan mendobrak pintu.


BRAK


mereka semua menoleh dan bangkit melihat siapa yang datang .


"Anisaaa, , , " terriak manto


"Ayaaah, , ," tangis Anisa bangkit dan menyembunyikan diri di balik selimut nya.


" Apa yang kalian lakukan hah, , cepat lepaskan dia " teriak Manto yang datang bersama dengan junet dan yang lainnya.


"Siapa kamu hah ,beraninya mengganggu kesenangan kami " balas yang lain


"Brengsek, , ,serang mereka " teriak manto.


Terjadilah perkelahian antara kedua kubu tersebut,Anisa menangis melihat perkelahian itu ,sampai seseorang mendekat dan menyandera Anisa.


"Ayaaah, , , " teriak Anisa membuat Manto menoleh dan.


Bugh


sebuah pukulan keras mendarat di kepala Manto sehingga Manto tersungkur di lantai,tak hanya itu junet lun tersungkur ke lantai akibat sebuah benda tumpul mendarat di punggungnya.


"Aarrk, , " ringis Manto dan juga junet,sedangkan temanya yang lain sudah di kalahkan juga.


"Ayaaah, , , huuuuu , , tolong Nisa yaaaa " tangis Anisa.


Prok


Prok


Prok


Mereka semua menoleh dan mendapati seorang wanita cantik masuk dengan gaya casualnya dan tak lupa kacamata hitam menambah ke sangaran wajah vina.


"Wuuuh, , , pertunjukan yang sangat menarik " ucap Vina langsung menarik sebuah kursi yang terdapat di dekat sana Dan duduk dengan manis sambil membuka kaca matanya.


"Kamu, , ," Manto dan junet terkejut mendapati Vina di sana.


"Apa kabar paman? " Sapa Vina.


" Jangan jangan , , , ?" Ucap Manto mencoba menerka.


" Apa kalian tidak ingat wajah ini " ucap Vina membuka kacamatanya dan menggunakan hijab.


Degh

__ADS_1


Wajah junet dan Manto seketika berubah menjadi pucat pasi saat mengenal pemilik wajah yang di tunjukan oleh Vina .


"Apa kalian sekarang ingat siapa pemilik wajah ini hah?" Teriak Vina berdiri dan melempar beberapa foto milik mama nur.


"Dia, , di-aa.. .."


"Yah, dia adalah ibu yang sudah melahirkan saya,orang yang kalian telah perkosa secara bergilir hingga membuat mama saya gila dan sampai saat ini masih di rawat di rumah sakit jiwa " teriak Vina geram,matanya berkaca kaca ,nadanya bergetar.


Seketika membuat Manto dan junet juga yang lain mengingat kejadian beberapa tahun lalu saat mereka tengah pesta minum minuman keras dan saat itu lah mereka memperkosa seorang wanita secara bergilir lalu meninggalkan wanita itu sendirian dengan tangisan dan juga pakaian yang sudah tak pantas di gunakan.


" Dan saat ini,saya mau kalian merasakan apa yang saya rasakan " seringai Vina kemudian bangkit.


"Kalian perkosa dia ,biar dia tahu bagaimana sakitnya melihat orang yang kita cintai di perkosa dan di campakkan " titah Vina pada anak buahnya lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan anak buahnya dan Manto juga junet di sana.


"Tidak, , tidaaak, , ,jangaaaan , ,jangan lakukan itu, , " teriak Manto berlari dan bersujud di bawah kaki Vina agar dia di maafkan.


"Maaf, , maafkan saya , , ,maaf, , jangan sakiti anak saya " Manto memohon di bawah kaki Vina sambil menangis.


Vina melirik dengan ekor matanya menatap ke arah Manto yang memohon agar anaknya di lepas.


"Heh, terlambat, berusahalah agar orang orang ku tidak bisa menyentuh gadis itu " ujar Vina menarik kakinya dan langsung berlalu dari sana.


"Dasar wanita sialan " teriak junet tidak terima


Bugh


"Aaarrrk, , " ringis junet saat anak buah Vina memukul pusakanya dengan benda tumpul.


"Bawa dia "


"Jangan,,jangan bawa anak saya , , jangaaaan, , " teriak Manto berusaha agar anaknya tidak di apa apakan.


" Tinggalkan dia setelah kalian memberi pelajaran pada mereka " perintah Vina pada anak buahnya yang masih ada didalam.


****


Di sisi lain,Juanda kini telah menjadi CEO Perusahaan milik papanya Vina yang kini sudah di ambil alih oleh Monalisa.


Juanda berjalan memasuki kantor barunya dengan senyuman.


"Selamat datang pak, , ,"


"Selamat datang , , , "


"Pak Juan, , selamat datang "


Setiap langkah Juan di kantor itu tak luput dari perhatian,pasalnya Juan adalah pemimpin perusahaan yang baru dan usianya juga masih terbilang muda.


"Wih, , ganteng juga ya pak Juan "


"Iya ,, ya ampun cakep bener, ,"


Bisik bisik tetangga terdengar di telinga Juan saat melewati mereka.


"Ckckck, , ternyata sama saja " gumam Juan

__ADS_1


"Permisi pak, perkenalkan saya Dessy sekertaris bapak,silahkan lewat sini ke ruangan anda " ucap Dessy terlihat kecentilan.


Juanda mengikuti langkah Dessy ke lantai 30, di sana lah ruangan CEO dan juga sekretaris nya Dessy.


"Ini ruangan bapak,jika perlu apa apa silahkan panggil saya,ruangan saya di sebelah sana pak " ucap Dessy sambil merapikan pakaiannya dan juga rambutnya.


"Baiklah terimakasih" ucap Juan lalu masuk ke ruangannya.


Saat di dalam ,dia terlihat mengawasi setiap sudut.


" Harusnya kamu yang menempati ini Vin,bukan dia " gumam Juanda,dia merasa kasihan dengan adik angkatnya itu,namun dia bersyukur dengan di pertemukannya dengan Vina dia bisa hidup sampai sekarang.


"Aku akan berusaha mengambil apa yang menjadi hak mu," gumam Juanda mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Tok


Tok


Tok


Juanda tanpa meminta seseorang telah masuk dan dialah Mona.


"Hallo pak Juan,bagaimana ruangan anda? Anda suka ?" Tanya Mona sok formal.


"Aaah, ,sayang, , kamu datang " Juanda bangkit dan mengambut Mona dengan menarik pinggang ramping Mona dan membawanya ke sofa.


"Bagaimana hari pertama kamu kerja sayang ?" Tanya Mona


"Cukup baik,tidak ada kendala sama sekali " ucap Juanda


Tok


Tok


Tok


Dessy masuk tanpa di persilahkan,


.


Degh


Dia melihat Juanda dan Mona sedang duduk bermesraan.


"Eeh maaf pak,saya kira tidak ada buk mona di sini ,maaf saya permisi" ucap Dessy dengan perasaan sedikit kecewa.


"Tidak apa? Ada perlu apa?" Tanya Juanda bangkit dan duduk di kursinya.


"Ini jadwal anda hari ini pak " ucap Dessy membacakan agenda meeting yang akan di laksanakan Juanda hari itu juga.


"Aah baiklah , terrimakasihhh,jangan bosan buat mengingatkan saya ya " pinta Juanda di balas anggukan Dessy.


Saat hendak keluar Dessy terlihat kesal," cih pasti mereka ada apa apa " gumam Dessy melihat kedekatan Juanda dan juga Mona.


Dessy duduk dengan kesal sambil menyomot makanan ringan yang di belikan tadi.

__ADS_1


"Awas kau Mona lain kali aku tidak akan kalah lagi., ," geram Dessy yang merasa kalah dengan Mona.


****


__ADS_2