Di Kira Cupu Ternyata Suhu

Di Kira Cupu Ternyata Suhu
bab 35 kencan tak di rencanakan.


__ADS_3

"Katanya mau makan di restoran,kok malah makan di sini " tanya Aldo mengikuti Vina makan bakso di pinggir jalan.


"euumm, , ,enak banget aromanya " girang vina sambil mencium aroma wangi kuah bakso yang dia buka oleh pedagang nya.


"mas bakso dua ya " ucap Vina menarik tangan Aldo untuk duduk di sebuah kursi dan meja yang di sediakan di sana.


"Vin , , " panggil Aldo menatap Vina seolah menatap El di depannya.


"iya ih bawel banget,gue lagi pengen makan bakso,ya kalau Lo gak mau dan gak suka silahkan pergi " ucap Vina mengusir Aldo.


"enggak bukan gitu, gue cuma keinget aja sama teman SMA gue dulu ,dia juga suka banget sama bakso " ucap Aldo


degh


Vina teringat dengan dirinya yang dulu yang juga suka bakso ,tapi Vina menepis itu dan berpikir gak mungkin jika dialah yang aldo maksud.


"ooh , bakso enak kok , , wajar banyak yang suka" ucap Vina memainkan kakinya sementara bakso pesanannya datang.


Vina begitu senang saat bakso pesannya sudah datang,kemudian dia mengamati Vina yang hendak mengambil kecap juga sausnya.


"cicip dulu kuahnya , ,sllruup , ,mm...enak " ucap Vina kemudian mengambil kecap.


" kecap," ucap Aldo dalam hati dan Vina mengambil kecap.


"kemudian saus di banyakin " ucap Aldo dalam hati lagi


Vina pun seperti di hipnotis mengambil saus dan menuangnya sedikit lebih banyak .


"lalu sedikit cuka dan sambal yang banyak." ucap Aldo lagi masih memperhatikan gerak gerik Vina.


bagai memiliki indera ke enam Vina melakukan apa yang Aldo katakan dalam hatinya,dia mengambil cuka Dan mengambil sambal yang lumayan banyak.


degh.


Aldo terkejut,semua yang di lakukan Vina tak luput dari perhatian Aldo dan aldo membaca apa yang Vina lakukan di pikirannya.


"persis ,seperti yang di lakukan oleh El dulu " gumam Aldo.


dia teringat dengan El yang dulu sering dia perhatikan dalam diam,El sepulang sekolah sering sekali makan Bakso dan Aldo sering memperhatikan El sampai sampai hafal dengan cara khas El menuang bumbu bakso ke dalam mangkuk nya.


Vina melihat Aldo yang hanya memperhatikan dirinya " loe kenapa? gak suka sini buat gue " ucap Vina hendak mengambil mangkok bakso milik Aldo.


"eeh cewek makan banyak banget,ini buat gue." sahut Aldo mengambil kembali mangkuknya.


"hahahaha , , " tawa renyah Vina sambil menyantap bakso itu.


"aaahh , , kenyangnya " ucap Vina sambil mengusap perutnya kemudian dia berdiri dan meninggalkan Aldo begitu saja.


"thank ya Aldo, , loe yang bayarin Oke, ,byee " ucap Vina meninggalkan Aldo

__ADS_1


"hei vin tunggu " teriak Aldo dan dengan cepat membayar baksonya.


Vina menggunakan kesempatan itu untuk menghubungi anak buahnya dan menyuruh mereka membawa Nana ke apartemen nya,di sana sudah ada orang suruhan Vina yang menunggu di apartemen.


"loe jalan Cepet banget Vin " ucap Aldo berlari menghampiri Vina.


"loe aja yang jalannya kaya siput, , sudah ah gue mau pulang " ucap Vina lagi


"eits , ,tunggu " Aldo menarik tangan Vina hingga Vina tergeser tepat di dada Aldo.


"Aldo lepasin, ,banyak orang " ucap Vina namun Aldo tak mau melepasnya.


"loe ikut gue kalau mau gue lepasin " ucap Aldo langsung menarik tangan Vina dan menyuruhnya masuk ke mobilnya.


"lah mobil gue ?"


"nanti gue suruh supir gue yang ambil " ucap Aldo kemudian mengemudikan mobilnya ke sebuah tempat di mana begitu banyak anak anak dan orang dewasa lagi bermain.


"loe ngapain ngajak gue kesini ?" tanya Vina.


"loe ikut aja jangan banyak bicara " ucap Aldo masih memegang tangan Vina.


sepanjang jalan Aldo tak melepas tangan Vina menuju sebuah wahana permainan,yah Aldo membawa Vina ke sebuah wahana permainan .


"mau naik itu gak " ajak Aldo menunjuk ke arah biang Lala .


"eeh gak mau, , kaya anak kecil tau gak " ucap Vina kesal.


dengan terpaksa Vina naik ke wahana itu bersama Aldo,setelah di dalam wajah jutek Vina berubah menjadi lengkungan senyuman di iringi bergeraknya buang Lala itu membawa mereka terbang ke atas .


"loe suka gak " tanya Aldo masih menatap lekat wajah Vina.


Vina tanpa melirik Aldo mengangguk dengan senyuman nya.


"loe manis El " ucap Aldo tiba tiba.


degh


Vina mendengar panggilan itu seketika menghentikan senyuman nya dan menatap Aldo .


"El , , " ucap Vina mengulang kata Aldo.


"eeh , ,sorry Vin ,gue gak, , , "


Vina gugup namun sebisa mungkin dia berusaha agar tidak terlihat gugup.


"cewek loe ya? kalau sudah punya cewek ngapain menerima perjodohan itu " jawab Vina berusaha mengalihkan perhatian agar dia tidak terlihat gugup.


"bukan, , dia teman sma gue " ucap Aldo kemudian mengalihkan tatapannya ke jendela biang lala itu.

__ADS_1


Vina menatap Aldo lekat," apa yang loe sembunyiin dari gue Al" gumam Vina kemudian ikut memalingkan tatapannya ke arah orang orang di bawah sana .


Sunyi tanpa suara , Vina dan Aldo hanya terdiam memandang ke luar jendela tapi tiba tiba


bugh


bagh


"aaarrh,"


biang Lala itu tiba tiba berhenti mendadak dan Vina terjatuh ke depan ,dengan sigap Aldo menangkap tubuh Vina.


dag...dig...dug


jantung mereka berdetak kencang,aldo menatap lekat wajah Vina begitu juga dengan Vina dia menatap lekat wajah Aldo.


sorakan orang orang terdengar jelas di telinga mereka saat bianglala itu berhenti secara tiba tiba,entah apa penyebabnya.


namun bagi ke duanya tiba tiba suasana jadi berbeda,mereka bagai di kelilingi lautan bunga yang bermekaran di sekelilingnnya.


suara teriakan anak anak yang menangis bagaikan sebuah irama nyanyian yang membawa mereka ke suasana yang begitu indah dan nyaman.


"astaga, kenapa dia begitu tampan , , eeemmmm , , , " puji Vina dalam hati menatap wajah tegas Aldo yang terlihat sangat tampan dari jarak sedekat itu


"Vin loe cantik banget di lihat dari dekat " gumam Aldo dalam hati ,tanpa di sadari tangan Aldo perlahan memegang tengkuk leher Vina ,Vina merasakan tangan itu dan dia memejamkan matanya .


tok


tok


tok


suara ketukan pintu membuyarkan lamunan keduanya,Aldo dengan cepat mengubah posisi mereka dan petugas segera membuka pintu dan membawa mereka keluar dengan selamat,dan pihak biang Lala meminta maaf atas kejadian tersebut.


"ngajak main wahana beginian liat dulu dong bagus apa enggak,gak kaya tadi malah macet di jalan " keluh Vina sambil berjalan mencari tempat berteduh.


"mana panas lagi " keluh Vina lagi.


Aldo melihat bayangan Vina dan bayangannya di belakang.


" eeh diem deh " ucap Aldo


kemudian dia mengambil posisi dan mencium Vina di bayangan itu kalau memotret bayangannya sendiri seolah mereka sedang berciuman dengan posisi Aldo menunduk dan Vina mendongak.


"eeh ngapain loe " ucap Vina


"nih liat, bagus kan " ucap Aldo


Vina mengambil ponsel Aldo dan hendak menghapus nya.

__ADS_1


" loe hapus , ,gue cium beneran loe " ancam Aldo .


__ADS_2