
Mona menjadi terharu saat suara keinginan sahida yang mau ikut dengannya,sahida anak yang baik dan juga sabar menghadapi sikap Mona yang terkadang seperti bocah,bahkan Siti sering kesal dengan Mona namun sahida tetap selalu sabar dan itu yang membuat Mona merasa sedih meninggalkan mereka,meski Siti terkadang marah dan cuek namun dia lah yang paling perduli dengan Mona,bahkan Siti rela tidak menabung untuk membelikan Mona makanan yang cocok untuk nya.
"Siti, , terrimakasihhh ya , selama ini kamu selalu sabar menghadapi ku,dan terimakasih kalian sudah sukarela membiarkan aku tinggal di sini secara gratis,aku janji suatu saat aku akan membayar semuanya" ucap Mona panjang lebar
sahida pun menepuk kening saat melihat reaksi Siti yang biasa saja padahal Mona sudah sangat sedih ,bahkan dia hanya tercengang mendengar ocehan Mona.
" Tante lupa ya,kalau ibu tidak bisa bahas Indonesia?" ucap sahida membuat Mona dan Sahida tertawa lebar bahkan melupakan kesedihannya.
"untuk kamu,bukannya Tante tidak mau membawa kamu,kalau kamu ikut Tante ,ibu kamu sama siapa di sini.? " tanya Mona menjelaskan pada sahida dengan pelan
sahida terdiam ,ucapan Mona ada benarnya,kalua dia pergi siapa yang akan menjaga ibunya.
"iya Tante sahida paham " jawab Sahida sambil menoleh ke ibunya ,Siti terlihat bertanya dengan mimik wajahnya.
sahida yang mengerti pun mencoba menjelaskan kepada ibunya tentang Mona yang di jemput untuk kembali.
" astege, , ,kan ndek bi badak Eku lengan Rubin ,keye Semeton ku ( astaga, , kenapa kamu tidak kasi tau aku dari kemarin, kasihan saudaraku ) " ucap Siti yang baru mengerti.
sahida kembali menepuk keningnya merasa ibunya terrllau bodoh untuk mengerti.
" ee ndek de paham inaq, , dengan t jemput nke langsung kne lalo,( ee ibu tidak paham,orang di jemput sekarang langsung mau pergi,) " jelas sahida
"epe? kan mendadak lalok ( apa? kenapa mendadak sekali )" tanya siti.
"maaf buk,ini perintah dari atasan kalau saya di suruh menjemput buk mona segera " jelas orang suruhan Vina.
tak lama berbincang mona akhirnya pun kembali,setelah beberapa Jam mereka telah sampai di tempat tujuan,orang orang Vina langsung membawa Mona ke apartemennya.
"ini di mana? kalian mau bawa aku kemana? " tanya Mona merasa tidak enak dengan perasaan nya.
antara sedih dan bahagia bahkan takut bertemu Vina menjadi satu saat ini,tubuhnya bergetar hebat bahkan keringat dingin menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1
"maaf silahkan ikut kami" ucap orang orang Vina lagi.
"jawab dulu " tanya Mona saat hendak sampai
Mona menghentikan langkahnya merasa kesal ,pasalnya sejak di Lombok pertanyaan Mona sama sekali tidak pernah di jawab oleh orang yang menjemput nya .
", silahkan jalan,sebentar lagi akan sampai " ucap nya kembali namun Mona tak bergeming dari tempat itu mallah dia berbalik hendak pergi .
"tunggu " ucap seseorang membuat Mona menghentikan langkahnya.
degh
jantung Mona berdetak kencang, mendengar suara itu saja sudah membuatnya gemetar apalagi berhadapan langsung dengan nya.
yah dialah vina,Vina yang baru saja hendak keluar menemukan Mona yang ingin kembali dan berbalik arah,dia langsung menyetop Mona.
" Nana sakit,masuklah " ucap Vina dingin ,setelah mengatakan itu Vina kembali diam dan masuk ke dalam .
mendengar nama Nana sakit membuat Mona langsung menoleh dan berlari ingin menemui Nana.
langkah Mona kembali terhenti saat melihat punggung wanita paruh baya yang duduk mengelus kepala Nana yang terlihat terlelap.
dari postur tubuhnya Mona sangat mengenal orang itu
"buk Mona" panggil Rahma membuat mama nur menoleh pelan.
mata mereka bertemu , namun tatapan biasa saja terlihat dari mama nur,beda dengan Mona ,tatapan Mona sangat berbanding terbalik dengan nur,rasa bersalah kembali menghantui nya dah juga kejelekan nya kembali terbayang bayang di kepalanya,terlebih melihat kondisi nur yang saat ini masih terlihat tidak baik baik saja membuat Mona meneteskan air mata nya.
"nur , , maafkan akuu , ,huuuu, , , ,huuuu, , " tangis Mona berlutut di kaki mama nur.
mama nur hanya diam tak menjawab dia memandang Vina yang bersedekap dada di belakang nya.
__ADS_1
Vina mengangguk seolah mengatakan sudah lah tidak apa apa ,dan mama nur pun paham dia memilih untuk kembali mengelus kepala Nana yang masih terlelap agar tidurnya tidak terganggu.
selang beberapa detik suara Mona membuat nama terbangun dan kembali menangis .
"Nana " panggil Mona.
Nana membuka matanya dan melihat Mona di sana ,dia terbangun dan langsung memeluk Mona dnegan tangisnya.
"mama..." panggil Mona.
"iya sayang,ini mama nak , , ini mama " balas Mona.
"mama kemana aja,mama gak sayang sama Nana " tangsinya lagi.
"ukhuk, , , ukhuk " Vina terbatuk saat Nana mengatakan itu.
dia baru menyadari jika Nana merindukan orang tuanya bahkan Nana menyembunyikan rasa kangennya dengan kebahagiaan yang di berikan oleh Vina,namun saat ini Vina tahu jika semua kebahagiaan itu tidak ada artinya karena Nana merindukan ibunya.
"Nana, , ,mama tidak meninggalkan Nana,mama hanya menebus semua kesalahan mama di masa lalu,maka dari itu Bana harus menjadi anak yang baik ya,jangan nakal dan juga jangan sakiti hati orang yang selalu baik sama Nana nanti ya, , ingat apa kata mama " jelas Mona panjang lebar menjelaskan dengan pelan kemana dirinya selama ini.
"apa mama orang jahat?" tanya Nana dengan polosnya.
Mona terkejut mendengar ocehan anaknya ,dia begitu harus ekstra hati hati dalam mengucap kata apapun karena dia tahu saat ini apapun yang di katakan olehnya,otak kecil nana masih dengan setia merekam semuanya.
"iya sayang,mama menyakiti hati orang baik ,dan orang Baik itu bahkan sampai saat ini masih sangat baik dengan Mama, makanya mama menyesal dan harus menebus kesalahan mama dengan menyadari semuanya saat mama pergi kemarin " jelas Mona.
Nana mangut mangut entah lahan atau tidak tapi setelah Nana mengatakan itu dia kembali terdiam dan tertidur dengan pulas,dia benar benar merindukan Mona ,dan mona pun sama ,dia sangat merindukan Nana namun bagaimana dia bisaa keluar dari desa kotaraja itu jika dia tidak memiliki uang dan tidak tahu jalan pulang .
Vina hanya terdiam begitu juga dengan mama nur ,mereka lebih memilih untuk menyaksikan drama kecil Mona dan juga nana.
Vina memilih untuk meninggalkan mereka dan duduk di ruang keluarga apartemen itu sambil menyalakan televisi,menikmati cemilan sambil membaca buku novel di aplikasi noveltoon.
__ADS_1
keadaan mama nur Semakin membaik kini dia telah bisa berjalan sendiri dan sudah sangat tenang bahkan sudah bisa di ajak bercerita.
"Apa kamu tidak dendam?" tanya mama nur tiba tiba membuat Vina menoleh.