
Hhuuuhh
Vina menatap wajah Delon dengan penuh rasa bersalah,dia kembali mengingat betapa dendamnya pada keluarga mereka,
Tik..
Air mata Vina kembali jatuh saat mengingat semuanya,bahkan kini perusahaan yang di kelola Delon di ambang kehancuran dan dia sendiri tidak tau harus meminta maaf mulai dari mana.
"Vin..."
"Oom , , " Vina menyapa segan ,dia berdiri tak jauh dari pintu keluar.
"Sini sayang masuklah " ucap fernand menyuruh Vina mendekat,namun bukannya mendekat Vina malah tak tahan dengan air mata dan juga rada bersalahnya,dia pun langsung berbalik dan pergi.
"Loh , ,Vin, kamu mau kemana?" Panggil fernand melihat Vina langsung keluar,dia pun menyusul Vina.
Vina berhenti di tengah koridor ruangan itu ,dia menangis dan sungguh menyesali semuanya.
"Vin ," panggil fernand.
Vina menoleh dan langsung memeluk orang yang telah membuatnya menjadi seperti sekarang ini.
"Paa, , apa yang harus vina lakukan pa " tangis Vina
"Sayang sudah lah semuanya sudah terjadi ,yang terpenting sekarang kita sudah tahu kebenarannya" jelas fernand.
"Tapi pa,bagaimana jika mereka tahu niat kita mendekati mereka,Vina takut pa, , " tak henti hentinya Vina menangisi semua yang telah dia lakukan .
"Sayang, mereka pasti paham dan pasti akan memaafkan kita " sambungnya lagi meyakinkan Vina jika semuanya akan baik baik saja.
"Apa kamu benar benar mencintai Aldo?" Fernan membingkai wajah Vina dengan kedua tangannya lalu bertanya dengan serius.
Vina mantap netra Fernand dengan serius,kemudian dia mengangguk pelan lalu kembali memeluk fernand dengan erat,dia takut Aldo akan meninggalkan nya dan dia akan benar benar hancur.
Di sisi lain ternyata Delon mendengar semua itu, dia tanpa pamit pun meninggalkan mereka ,sedikit kecewa namun apa yang mereka katakan jika itu di posisi mereka ,mereka akan melakukan hal yang sama.
Setelah merasa tenang ,fernan mengajak Vina untuk kembali masuk dan berbicara dengan Delon namun saat masuk Delon telah tidak ada di ruangan itu,seketika membuat Vina menjadi panik dan langsung pergi kerumah orang tua Aldo menyusul Delon ,dia berencana meminta maaf atas segalanya dan ingin memulai semuanya dari awal.
***
Kecewa,itu yang di rasakan oleh Delon namun ia tak ingin Bella tahu ,kini dia mengunggu Aldo untuk menjelaskan semuanya ,dia pun tak ingin menyimpulkan sendiri melihat perjuangan fernan menyelamatkan perusahaan nya beberapa jam yang lalu.
Saat hendak masuk Vina malah menghentikan langkahnya dia merasa tak pantas berada di sana dan merasa waktunya belum tepat,dia pun berbalik arah menuju sebuah danau , dia duduk di pinggir danau sambil memandang indahnya pepohonan dan juga bunga bunga yang bermekaran,Vina kembali menerawang jauh melihat kehidupannya yang berubah 180° akibat balas dendam.
"Benar kata mama ,hidup dalam dendam tak akan membuat kita bahagia,hidup dalam bayang bayang kebencian membuat ku merasa lebih sakit dari pada harus memaafkan perlahan dan ikhlas merelakan" gumam Vina dalam hati.
Cinta yang begitu besar pada Aldo membuat vina perlahan melupakan semua dendam yang akan di lakukannya,terlebih pada Mike ,dia yang hendak akan membalas Mike namun di urungkan karena tahu setelah membalas akan ada rasa sesak dan sesal yang akan di rasakannya.
Lama Vina di sana sampai tak menyadari deringan ponselnya yang sudah berpuluh puluh kali berdering dari Clara.
"Hallo Clara "
"Vin,kamu kemana saja sih ,aku telpon dari tadi kamu gak angkat angka " cecar nya sambil mengomel.
__ADS_1
"Astaga maaf, , aku lagi gak di rumah Clara,aku pusing Ada apa? " Ucap Vina.
"Apa kamu sudah bertemu Aldo? " Tanya Clara
"Aldo, ya ampun Clara maaf aku lupa kasi tau kamu kalau aku sudah di Indonesia " jawab vina merasa tak enak sudah melupakan sahabatnya itu
"Aah itu gak penting ,aku sudah tahu ,dan yang harus kamu tahu saat ini adalah Aldo pulang ke Indonesia,dia sudah tahu semuanya " ucap Clara melaporkan apa yang di ketahuinya dari orang orangnya .
Jdeeerr
"Apa?" Alangkah kagetnya Vina saat mengetahui bahwa Aldo sudah tahu semuanya dan kini mungkin sudah berada di Indonesia.
"Kamu cekat cari Aldo dan ceritakan semuanya,aku tahu pasti bisa menyelesaikan masalah ini " sambungnya
Vina pun langsung bangkit dan berlari dia hendak pergi kerumah Aldo namun tiba tiba Vina merasa pusing,pandangannya memudar,dia memegang kepalanya merasa sakit dan seketika semuanya menjadi gelap.
**
Perlahan Vina membuka mata ,dia melihat juanda dan Lina di sampingnya,
"Kak " panggil Vina.
"Vin,. ,kamu sudah sadar,syukurlah " ucap Lina membantu Vina bangun .
"Apa pusing? " Tanya Juanda begitu khawatir melihat Vina pingsan.
"Aku di mana kak?" Tanya Vina merasa asing di tempat itu.
"Kamu di kamar kakak ,kamu ngapain sih ke danau sendiri,untung aku sama kak Lina lewat sana dha lihat kamu,kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi "omel Juanda ,dia menemukan Vina saat hendak pulang dari belanja bulanan dengan lina di sebuah supermarket,namun entah mengapa Lina ingin sedikit jalan jalan dan Juanda pun menurutinya meski harus memutar jalan untuk ke danau itu,dan tepat saat Vina berlari dan pingsan Juanda melihatnya dan langsung membawanya pulang.
"Aldo? Kenapa sama Aldo vina " tanya Juanda
Vina tak menjawab ,dia langsung berlari dan meminjam mobil Juanda untuk menyusul Aldo kerumahnya,Juanda hendak mengantar namun Vina bersikeras untuk jalan sendiri dan ingin menyelesaikan maslahnya sendiri.
Rasa gemetar,takut bercampur jadi satu saat kini Vina tengah berada di depan sebuah rumah mewah berwarna dominan putih,di lengkapi dengan taman kecil di depan dan juga gazebo tempat istirahat.
Perlahan Vina keluar dari mobil dan masuk tanpa memasukan mobilnya ke dalam halaman rumah itu,satpam rumah mempersilahkan Vina masuk dan melarang pak satpam untuk melaporkan kedatangan nya.
Pelan tapi pasti telinga Vina semakin jelas mendengar sebuah pertengkaran hebat antara Aldo dan juga Delon,bahkan Bella terlihat duduk sambil menutup bibirnya dengan air mata yang sudah tak bisa di bendung lagi.
Pertengkaran hebat telah terjadi ,Vina bisa merasakan itu dan tahu jika dialah penyebabnya.
"Lalu,apa kamu akan tetap menikahinya? Hah? " Teriakan Delon begitu nyaring terdengar di telinga Vina.
" Jika aku mengatakan iya ,apa yang akan papa lakukan ? Aku sudah jelaskan semuanya sama papa ,apa yang sebenarnya terjadi bukan sepenuhnya kesalahan Vina pah, " jelas Aldo mencoba meyakinkan Delon jika itu semua salahnya.
"Papa tidak perduli Aldo, yang membuat papa kecewa hanyalah cara mereka mendekati keluarga kita dan cara licik mereka seolah menjadi pahlawan namun papa yakin merekalah yang menyebabkan perusahaan kita di ambang kehancuran " teriak nya lagi dengan nada tinggi
"Cukup pah,aldo sudah katakan bukan kalau perusahaan kita hancur bukan karena mereka pa,tapi karena Mike,dendam mika pada Aldo yang sudah mengambil Vina dari nya" jelas Aldo lagi
"Jika begitu, lepaskan Vina untuk nya ,agar perusahaan kita kembali seperti sedia kala " ucap delon
JDEEERRRR...
__ADS_1
Bagai di tusuk ribuan pedang,Vina merasa hancur saat mendengar semuanya,Vina tak tahu harus berbuat apa demi balas dendam nya kini cintanya harus ternodai dan hancur.
Dia tak ingin Aldo pergi darinya dan dia juga geram mendengar bahwa Mike lah yang ada di balik kekacauan ini.
"Tidak pa, , aku tidak mau ,aku cinta sama vina aku sayang sama dia,dan aku akan tetap menikahinya" final Aldo
"Baiklah jika begitu,kamu pergi dari rumah ini " teriak Delon sambil menunjuk ke arah pintu keluar dengan mata yang melotot tajam dan tangan yang gemetar.
"Tidak pa, jangan usir anak kita,dia anak kita satu satunya " tangis bella.
"Dia sudah membangkang orang tuanya dan dia tidak pantas di sini,pergi kamu " teriaknya lagi.
Aldo pun pergi dengan emosi yang masih membara,Vina dengan cepat bersembunyi agar aldo tak tahu keberadaan nya.
Vina mengikuti Aldo dari belakang dan kini Aldo terhenti di danau yang sama yang sempat di singgahi olehnya .
"Aaaarrrrrkkk " teriak Aldo sekencang kencangnya.
Sementara Vina hanya memandang Aldo dari kejauhan tanpa ingin mendekat ,dia begitu malu menghadap Aldo .
Namun saat Vina hendak ingin pergi,Aldo kembali berteriak.
"Vinaaa, , , aku mencintaimu vinnn, , , " teriak Aldo membuat Vina mengerem dan menghentikan mobilnya menoleh ke kaca spion.
Tenyata Aldo masih di posisi yang sama ,dia kini berjongkok bertumpu pada lutut sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,
Vina kambali terisak melihat Aldo yang begitu hancur,lama dalam posisi itu Aldo dan Vina masih sama sama tak bergeming,hingga suara petir menggelegar dan hujan membuat Vina terrkjeut,dia menatap Aldo yang terlihat berusaha melawan rasa takutnya.
Jdeeerr...
Petir kembali menggelegar,Aldo terjatuh di tanah sambil menutup telinga dan matanya,Vina kini tak lagi diam,dia pun segera turun dan menerobos hujan menuju aldo.
Grepp
Vina langsung memeluk Aldo tanpa bicara,dia hanya berbisik " jangan takut aku di sini " bisik Vina..
Mendengar suara Vina membuat Aldo merasa sedikit tenang, tubuhnya sudah bergetar hebat dan kini Aldo pun merasa sedikit demam bahkan Vina merasakan suhu tubuh Aldo yang dingin dan panas membuat Vina merasa sangat khawatir.
"Viin, , ,ja-ngan, , ting-galin a-kuu " ucap Aldo terbata bata akibat gemetar kemudian pingsan
"All, , ,bangun al, , bangun " teriak Vina menggoyang goyangkan tubuh aldo agar tetap sadar ..
Vina meminta tolong pada orang orang di sana ,dah beruntung ada dua orang laki laki yang tadinya berteduh kini membatu Vina mengangkat tubuh Aldo ke dalam mobilnya dan membawanya ke apartemen Aldo agar aldo segera istirahat .
Vina dengan cekatan membuatkan Aldo bubur di dapur,tak lama setelah bubur jadi Vina langsung membawa nya ke kamar .
" Al, , bangun " goyang Vina pada tubuh Aldo
Perlahan Aldo membuka mata ,dia tersenyum melihat Vina di depannya ,dia segera menarik Vina dan membawa vina ke dalam pelukannya.
"Iih Al, Ayo makan dulu " ucap Vina
Posisi mereka Kini sudah berbaring dalam satu selimut,di mana Aldo sedang memeluk Vina yang membelakangi nya.
__ADS_1
"Sssttt, , kita tidur aja ya " bisik Aldo.
Vina pun mengangguk karena dia juga sebenarnya sudah mengantuk sejak tadi ,Daan mereka kembali tidur dalam satu ranjang dengan satu selimut.