
"zay kamu apa-apa an sih ,inikan hanya masalah sepele,gak usah di besar-besarin"ucap mevan yang sudah mulai tidak mengerti dengan sifat sahabatnya itu.
"apa kamu bilang "sepele" pokoknya aku gak terima aku gak mau pergi dari cafe ini sebelum aku menemui pemilik cafe ini"ucapnya dengan suara yang semakin memancarkan kemarahan.
karena merasa ada yang tidak beres seorang pria paruh baya menghampiri kejadian tersebut.
"maaf tuan ada apa ini?"tanya laki-laki itu dengan kekhawatiran.
"siapa kamu?apa kamu yang punya cafe ini?"ucap zayen .
"bukan tuan saya rudi meneger cafe ini, pemilik cafe ini sedang tidak ada di sini,maaf tuan kalau boleh saya tau apa yang sebenarnya terjadi"
"ooooo kamu meneger disini,kalau begitu aku mau pemilik cafe ini datang ke kantor ku untuk besok siang untuk mempertanggung jawabkan semua ini mengerti kamu?ucap zayen dengan tatapan membunuh.
"dan satu lagi kalau sampai dia tidak datang untuk menemui ku ,jangan harap kalian bisa membuka cafe ini lagi"ucap zayen lagi sambil melangkah pergi menuju parkiran ,Nevan yang menyaksikan kejadian itu hanya menghala nafas dan dia sendiri tak tau harus berbuat apa.
setelah mendapat ultimatum dari zayen Rudi pun langsung memberikan kabar dan menceritakan semuanya kepada pemilik cafe itu.
di dalam mobil.
"zay kamu lagi kenapa sih,aku liat hari ini kamu nampak seperti orang yang tidak tentu arah ,dan akibat kemarahan kamu tadi di cafe ,kamu dapat membuat semua orang akan selalu berfikir buruk tentangmu"ucap Nevan mengingatkan.
__ADS_1
ZAYEN tidak menjawab dan tidak membantah ucapan Nevan,karena apa yang di ucapkan Nevan sedikit banyaknya ada benarnya .
ZAYEN diam selama perjalanan ,tatapannya selalu lurus kedepannevan yang merasa zayen sedang tidak baik-baik saja akhirnya memutuskan untuk membawa zayen pulang ke apartemen milik zayen.
"zay kita pulang saja kamu tidak usah kembali ke kantor lagi,aku tak mau semua karyawan mendapatkan pelampiasan amarah mu saat ini"ucap Nevan .
ZAYEN tak menghiraukan omongan Nevan ia hanya diam dan memang saat ini kondisinya sangat buruk jadi tak memungkinkan dia harus balik ke kantor dalam kondisi yang kacau balau seperti itu ,zayen tak mau ambil resiko.
***************
setelah mendapatkan kabar dari Rudi ,Azura langsung pergi meninggalkan butik menuju cafe, Azura ingin tau permasalahan nya secara detail apa yang sebenarnya terjadi karena baginya cafe yang selama ini ia bangun tak pernah membuat masalah sedikitpun karena Azura selalu memantau perkembangan cafe dan selama itu pulalah ia tak pernah mendapat kabar miring tentang cafe miliknya tapi justru sebaliknya.
Azura melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena ia tidak mau membuang -buang waktu ia sudah tidak sabar ingin segera mengetahui permasalah yang sebenarnya terjadi agar ia bisa segera mengambil tindakan.
"pak Rudi apakah semua sudah pada kumpul?"tanya Azura setelah melihat pak Rudi berdiri di depan pintu masuk.
"sudah nona, mereka sedang menunggu nona dari tadi"jawab Rudi sambil lalu mempersilahkan Azura masuk keruangan dimana di sana sudah ada para karyawan yang menunggu Azura datang.
setelah sampai di sebuah ruangan Azura duduk di kursi depan dan memulai pembahasan yang akan di bahas.
"maaf sebelum saya mengumpulkan kalian secara mendadak seperti ini,saya yakin kalian sudah paham apa yang akan di bahas oleh saya kali ini"ucap azura yang hanya di jawab anggukan oleh para karyawan .
__ADS_1
"pak Rudi sudah menceritakan semua kepada saya,tapi saya tidak mau langsung mengambil keputusan secara sepihak saya mau dengar cerita langsung dari kalian semua yang menyaksikan kejadian tadi siang, sebenarnya apa yang terjadi ?"tanya Azura kepada karyawan yang sedari tadi menundukkan kepala .
"kalian tidak usah khawatir saya tidak akan marah sama kalian ,saya bukan orang yang mengedepan kan ego saya hanya gara-gara masalah yang belum tentu sepenuhnya kita salah,jadi tolong rilexkan diri kalian tidak usah gugup seperti ini"ucap azura yang paham akan kondisi saat ini.
semua karyawan yang mendengar ucapan Azura langsung menegakkan pandangan kepada Azura dengan tatapan takjub,sekaligus senang, pak Rudi yang memang paham akan sifat baik Azura hanya tersenyum ketika melihat expresi para karyawan.
"maaf sebelum kak kejadian tadi itu murni ketidak sengajaan Anis ,Anis tadi tidak sengaja menumpahkan minuman sehingga minuman itu tumpah mengenai pakaian tuan muda tadi"ucap Anis kepada azura sambil menceritakan kejadian yang baru saja terjadi.
Anis adalah karyawan azura yang menumpahkan minuman ,sehingga menyebabakan masalah menjadi runyam.
"jadi bener apa yang di katakan pak Rudi ,bahwa ini murni ketidak sengajaan?"tanya Azura dan semua karyawan serentak menganggukkan kepala.
"maaf kan Anis kak,Anis tau Anis salah tapi tolong jangan pecat Anis ,Anis gak mau keluar dari cafe ini."ucap Anis lagi karena merasa bersalah.
"Anis siapa yang ingin memecat dirimu?saya bukan orang seperti itu walaupun pembeli adalah raja yang harus kita layani tapi dalam masalah ini yang benar akan tetap benar,dan yang salah akan tetap salah,memang ini terjadi pada saat dirimu yang melayani mereka dan kejadian ini terjadi begitu saja tapi Kalian semua tau sendiri bahwa ini hanya masalah sepele yang di besar-besarkan"
sekali lagi karyawan di bikin takjub Dengan ucapan Azura sekaligus bangga pada Azura ,karena dia tidak pernah berbuat yang semena-mena terhadap siapapun.kebaikan yang ada didalam dirinya benar-benar patut di acungkan jempol,Azura selalu nampak tenang dan berfikir secara bijak sana.
"ya sudah kalian tenang saja ,tidak usah khawatir saya akan menemuinya besok sesuai waktu dan tempat yang tuan itu inginkan,kalin boleh bubar dan kembali ke pekerjaan kalian masing-masing."ucap azura,kemudian karyawan pun keluar dan didalam ruangan hanya ada Azura dan pak rudi.
"pan Rudi apakah bapak tau siapa tuan yang Anisa maksud?"tanya Azura.
__ADS_1
"saya tau non dia adalah CEO termuda di perusahaan "ZR WIRATA GRUB" yang memiliki banyak cabang ,dia juga banyak di kagumi oleh banyak kalangan,dan terkenal sangat arogant"ucap pak Rudi.