
" astaga aku kan sudah janji mau jemput Azura di butik,ini gara-gara aku terlalu fokus pada pekerjaan yang begitu numpuk jadinya aku sampai lupa menjemput Azura" gumam zayen pada dirinya sendiri setelah melihat jam yang menunjukkan pukul lima sore.
zayen kini sudah bersiap-siap untuk pergi dari ruangan nya menuju loby ,namun ketika ingin melangkah keluar tiba-tiba zayen merasakan pusing dan semua terasa seperti buram,
dengan kekuatan yang sudah mulai pudar zayen berusaha menuju loby karena ia ingin segera menjemput Azura .
zayen kini melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju butik Azura ,saat sedang melewati persimpangan jalan tiba-tiba zayen merasakan pusing,dan semuanya nampak begitu buram .
brakkkkkk...
mobil zayen menimpa sebuah pohon besar yang berada di persimpangan jalan,
secara bersamaan Azura yang kini berada di ruang tamu nampak gelisah menunggu kedatangan suaminya,ia tak sedikitpun mengalihkan pandangannya .
Azura terus menatap ke arah pintu dan sesekali ia melihat kearah luar,namun apa yang ia tunggu tak kunjung menampakkan tanda-tanda bahwa apa yang ia tunggu telah tiba.
"non Azura maaf non ada telfon dari rumah sakit" ucap salah satu ART sambil menyerahkan telfon rumah yang saat itu masih dalam keadaan terhubung dengan pihak rumah sakit.
Azura nampak ragu sekaligus bingung ,karena rasa penasaran dan rasa khawatirnya dengan perasaan yang saat ini sedang melanda fikirannya ia Dengan ragu-ragu mengangkat telfon.
__ADS_1
📞"ya halo?" ucap azura ragu-ragu.
📞"halo Bu apa benar ini dengan kediaman bapak zayen Ravindra Wirata?" tanya salah satu perawat dari rumah sakit tempat zayen di rawat.
📞" benar ,saya istrinya" jawab Azura masih dalam fikiran yang berkecamuk antara takut , khawatir dan semacamnya.
📞"begini Bu kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa saat ini bapak zayen Sedang di rawat di rumah sakit pelita karena suami ibu mengalami kecelakaan" jelasnya .
duarrrrrr....bagai di sambar petir setelah mendengar penuturan dari penelfon yang tak lain dari rumah sakit tempat zayen di rawat.
bi Nani yang saat itu melihat ada kepanikan dari wajah sang majikan mencoba mendekat dan bertanya .
" bi zayen bi , suamiku bi dia kecelakaan" ucap azura lirih sambil meneteskan air matanya.
" apa non ? tuan kecelakaan? terus bagaimana keadaannya sekarang non?" tanya bi nani lagi.
" aku belum tau bi,ini aku mau siap-siap kerumah sakit ,kalau begitu Azura pamit ya bi.." kemudian Azura pergi ke luar dan meninggalkan bi Nani yang masih diam sambil memperhatikan punggung Azura yang sudah mulai tak terlihat dari arah pintu masuk.
Azura menghampiri pak Ujang ,pak Ujang pun yang sudah standby langsung membuka kan pintu mobil bagian belakang setelah Azura masuk pak Ujang pun mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit .
__ADS_1
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit Azura langsung buru-buru masuk dan menanyakan kepada resepsionis rumah sakit. setelah tau letak tempat suaminya dirawat dengan langkah cepat Azura menelusuri lorong-lorong rumah sakit sehingga sampailah Azura di depan pintu kamar rumah sakit bertuliskan ruang UGD dan secara bersamaan seorang dokter keluar dari ruang tersebut ,dengan perasaan cemas Azura menghampiri dokter yang menangani suami nya.
" dokter bagaimana keadaannya??"tanya Azura Dengan suara lemahnya karena saat ini perasaan Azura benar-benar diselimuti dengan perasaan yang bercampur aduk antara rasa takut , khawatir dan semacamnya.
" maaf kalau boleh tau anda siapa nya pasien?" tanya sang dokter.
" saya Azura istri dari pasien dok" jawab Azura.
" o..anda istri dari pasien?,begini Bu dengan berat hati saya harus mengatakan kalau kondisi pasien saat ini sedang kritis karena suami ibu mengalami benturan yang sangat keras dan akibatnya suami ibu mengalami koma " jelas dokter.
bagai disambar petir kini Azura tak mampu lagi menahan tangis yang sudah ia tahan dari tadi.
" apa dokter ,suami saya koma?? kira-kira suami saya kapan bisa sadar dari komanya dokter?"
" kalau itu saya tidak bisa menjamin ibu ,tapi kalau dilihat dari kondisi saat ini bisa jadi pasien akan mengalami koma yang belum bisa di pastikan kapan sembuhnya,dan kapan pasien akan kembali sadar bisa juga sebentar bisa juga lama ,tapi yang jelas yang perlu ibu saat ini lakukan adalah teruslah berdoa agar suami ibu segera sadar dari komanya,kalau begitu saya permisi dulu" ucap sang dokter menjelaskan sebelum akhirnya sang dokter meninggalkan Azura yang saat ini sedang menatap wajah suaminya dari pintu masuk ruang UGD.
Azura menatap nanar dengan derasnya air mata yang terus mengalir membasahi pipi lembutnya di kala ia melihat orang yang baru saja memulai hubungan manis beberapa saat lalu kini berbaring tak berdaya di atas brankar rumah sakit dan lebih sedihnya lagi Azura tak tau kapan ia akan melihat senyum manis itu akan terbit lagi,kapan mata indah itu akan terbuka lagi ia pun tak tau.
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
sebelumnya saya minta maaf karena saya sudah lama membuat kalian menunggu ,ada beberapa kendala yang membuat saya memberhentikan cerita ini sejenak Sekali lagi saya minta maaf😊🙏🙏