
setelah menumpahkan segala beban yang di rasakan kepada CAILA sahabatnya ,caila mengajak Azura pergi kerumahnya karena ia masih sangat hawatir dengan kondisi Azura saat ini walaupun Azura menolak mentah-mentah ajakan caila tapi caila tak mau kalah ia juga memaksa kehendaknya untuk mengajak Azura pulang kerumahnya Al hasil Azura pun nurut apa yang di katakan caila,karena ia sendiri memang masih butuh teman untuk menemaninya saat ini.
caila dan Azura meninggalkan taman bermain caila melajukan mobilnya ke kediaman caila yang hanya membutuhkan dua jam untuk sampai ke rumah caila.
di tempat yang berbeda tempat kediaman Wirata ada seorang perempuan yang sedang asik menonton televisi sambil sesekali mengganti channel yang membuatnya tak enak untuk di lihat,
saat sedang asik menonton televisi tiba-tiba Kinan di kejutkan oleh suara ketokan pintu.
"hufffttt siapa sih bertamu malam-malam begini kayak gak ada lain hari aja selain hari ini"umpat Kinan pada seseorang yang sedari tadi mengetok pintu rumahnya,
"biar bibi saja non yang buka "ucap bi Ina salah satu ART di rumah kediaman Wirata.
"tidak usah bi ,bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi ,biar Kinan yang buka pintu nya"tolak Kinan sambil bangkit dari tempat duduknya dan pergi menuju pintu masuk untuk melihat siapa yang datang kerumahnya.
setelah Kinan membuka pintunya Kinan merasa aneh dengan tamu yang datang malam-malam kerumahnya dan dia memberanikan diri untuk bertanya.
"maaf jika saya mengganggu ,saya ingin bertemu dengan om Wirata"ucap tamu itu setelah melihat Kinan membukakan pintu .
"maaf anda siapa ya??ada keperluan apa sama papa saya"tanya Kinan.
__ADS_1
"saya....."belum sempat melanjutkan omongannya Mona datang dan memotong obrolan diantara Kinan dan tamu itu.
"siapa Ki? kok gak di ajak masuk tamunya"ucap Mona sambil melihat siapakah gerangan yang bertamu malam-malam .
"gak tau ni ma katanya ada perlu sama papa"ucap Kinan singkat.
ketika Mona melihat siapa tamu itu alangkah terkejutnya Mona setelah tau tamu yang Kinan maksud ingin menemui Wirata yang tak lain suaminya.
"Nevan?? secara spontan,sedang kan Nevan hanya membalasnya dengan senyuman.
"mama kenal sama orang ini?"tanya kinan kaget.
"yaa jelas mama kenal lah, ayo nevan masuk" ucap Mona mempersilahkan Nevan masuk, sedang kan Kinan membuntuti mona dan Nevan dari belakang .
"iya Tante "sambil lalu duduk dan sesekali melirik Kinan yang sedari tadi menatap nya.
"Kaka ini sebenarnya siapa sihh ,kok kayak nya Aku baru liat Kaka?"tanya kinan penasaran.
"kakak???? siapa yang ia maksud Kaka?"batin Nevan.
__ADS_1
"kak kok melamun sihh apa karena aku memanggil mu dengan sebutan Kaka jadi kamu merasa tidak suka dengan panggilan itu ??"ucap Kinan yang seakan-akan tau apa yang di maksud Nevan.
"OOO ti-tidak ,gak papa kok kamu manggil saya KK lagian KK ini kan sa..."lagi -lagi omongan Nevan terpotong karena kehadiran Wirata dan Mona yang sudah ada dan menghampiri Kinan dan Nevan.
"Nevan??? ucap Wirata .
Nevan bangkit dari tempat duduknya dan bersalaman .
"sehat om?? om apa kabar??"ucap Nevan ramah.
"om baik ,silahkan duduk"ucap Wirata .
semua duduk di ruang tamu dan Nevan mengutarakan maksud dan tujuannya datang yang tak lain adalah untuk menyerahkan berkas yang zayen berikan ke Nevan untuk mendapatkan tanda tangan dari CEO Wirata grub.
"hemmm apa sebegitu bencinya anak itu sampai -sampai dia tak mau menemui ku setelah sekian lama tak bertemu" ucap Wirata,Nevan yang melihat aura kesedihan yang terpancar di wajah Wirata merasa tidak enak hati dan iba atas apa yang terjadi.
"maaf om Nevan untuk saat ini belum bisa membatu om bertemu dengan zayen ,karena om tau sendiri sifat zayen bagaimana" ucap Nevan merasa bersalah.
"tidak Nevan ,kamu tidak usah meminta maaf ini bukan salahmu,om yang salah om telah gagal menjadi papa yang baik untuk dirinya,om telah menanamkan kebencian di kehidupan nya sehingga om sendiri yang harus merasakan dari hasil yang om tanam"ucapnya dengan rasa kepahitan yang selama ini tumbuh di hati Wirata.
__ADS_1
"tidak om sampai kapan om akan terus menyalahkan diri om sendiri semua ini terjadi karena takdir dan mungkin saja ada kesalah pahaman dari semua masalah ini ,parcaya sama Nevan om bukan hanya om yang merindu kan zayen,tapi zayen pun merindukan om, hanya saja dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini ,tapi percayalah om cepat atau lambat waktu yang akan menjawab ini semua dan Nevan yakin setelah waktu itu tiba om Wirata akan mendapat kebahagiaan berlipat-lipat" ucap Nevan panjang lebar.
Wirata ,Mona dan kinan hanya mengiyakan apa yang Nevan katakan dan mereka berharap semoga apa yang Nevan katakan akan segera terwujud.