
dan seketika tatapan keduanya bertemu,dan itu semakin membuat Azura salting di buatnya.
" aku mengerti apa itu habby ," akui zayen seketika membuat Azura memalingkan muka karena merasa jengkel telah di bohongi oleh zayen hanya untuk menggoda dirinya.
"jika kau tau apa yang ku maksudkan ,lalu kenapa kau berpura-pura seakan-akan kau tidak mengetahui nya" jawab Azura Tampa menatap wajah suaminya.
" oooo jadi ceritanya istri ku ini marah ya? ok kau tak mau menatap ku lebih baik aku koma saja lagi mungkin itu lebih baik" ucap zayen berpura-pura menunjukkan rasa sedihnya,seketika membuat Azura menatap wajah zayen .
"apa kamu bilang? jadi kau senang melihat semua sedih karena melihat kau koma?" ucap azura dengan suara yang sedikit menahan rasa sedihnya dan sudah mulai berkaca-kaca membayangkan suaminya yang beberapa waktu terbaring kaku,dan itu membuat ia tak lagi mampu menahan tetesan bening yang jatuh membasahi pipinya Tampa aba-aba.
zayen kemudian menghapus tetesan bening yang keluar dari mata Azura dan membuat hatinya merasakan rasa bersalah.
" mana mungkin aku meninggalkan mu dengan dia ,maafkan aku karena membuat kamu sedih aku hanya ingin menggoda mu saja Ney" ucap zayen sambil tersenyum manis pada Azura dengan tangan kanan nya yang meraba perut buncit azura dan dengan di sertakan nama panggilan di belakang kata-kata nya
__ADS_1
" Ney?" siapa itu Ney? tanya Azura yang tak mengerti.
" OOO jadi kamu ingin membalas ku ya......?" tanya zayen yang mengira bahwa Azura balas menggoda dirinya.
" iiiiihhhhhhhhh siapa yang menggodamu,aku beneran gak kenal siapa itu Ney" akui Azura.
" Ney itu dirimu ,aku sama seperti mu kau memanggilku dengan nama singkatan yang berasal dari kata habby maka aku juga ingin memanggil mu dengan sebutan Ney yang di ambil dari kata honey " jelas zayen dengan tersenyum dan membuat Azura semakin merasa tersipu.
"oiya ,Ney dari mana kau belajar dengan panggilan itu?" tanya zayen penasaran.
seketika Azura sadar dan mendapat tatapan zayen yang sedang menatap dirinya,dan membuat Azura lagi-lagi merasa salting.
" terimakasih" ucap zayen seketika
__ADS_1
" terimakasih walau Tampa sadar namun sekarang aku tau isi hatimu dan aku senang mendengar pengakuan spontan mu itu" sambung lagi seketika suasana nampak begitu hening sesaat sebelum akhirnya nevan datang dan membuyarkan lamunan keduanya.
" aduhhh.. duhh... yang lagi bucin gak ingat tempat sadar- sadar ini tu rumah sakit" ucap nevan yang membuat Azura malu namun tidak bagi zayen ia hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya .
" Lo kok gak romantis banget sih zay kalau mau buat Azura terharu dan tersipu-sipu bukan begini caranya gak romantis banget sih ,harusnya kau itu belajar pada Mbah , pasti dia akan menjawab semua pertanyaan mu itu termasuk cara-cara saat kau ingin mengungkapkan perasaan mu itu" ucap nevan memberi saran yang membuat Azura dan zayen saling bertatapan.
" Mbah? buat apa aku harus kedukun hanya untuk belajar bagaimana menyatakan perasaan dasar korban penganut ilmu gaib" jawab zayen pada nevan.
" sialan kau zay,,, ,bukan Mbah itu maksudku tapi Mbah Google " jawab nevan dan zayen mendengar perkataan nevan membuat nya tak kuat lagi untuk menahan tawanya begitupun Azura .
" nevan nevan ada-ada saja kau ini kirain aku Mbah dukun yang buat ngepet seseorang, eh ternyata Mbah internet ,lagian asal kau tau ya Van Tampa aku tanya dan belajar bagaimana menaklukkan hati permaisuri ku ini aku pun sudah memiliki nya dan tidak akan ku biarkan raja manapun untuk merebut nya dariku walaupun seujung kuku." akui zayen panjang lebar dan dengan rasa bangga sambil tersenyum pada Azura.
" alah lebay kau zay dasar bucin legatan" ledek nevan pada zayen dengan bahasa ambigu yang membuat zayen menatap bingung .
__ADS_1
" apa tu bucin legatan? tanya Azura penasaran.
" budak cinta lelaki gaya karatan, hahahahahhaha " jawab nevan sambil tertawa terbahak - bahak dan itu membuat Azura pun ikut tertawa.