DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
63


__ADS_3

keesokan harinya Azura terpaksa meninggalkan zayen dan meminta tolong pada Kinan untuk menjaga suaminya di rumah sakit karena saat ini Azura harus pergi ke butiknya , karena akibat kejadian yang menimpa suaminya Azura sama sekali tidak memperhatikan hal-hal yang terjadi bahkan ia dengan secara terang-terangan tak pernah memikirkan sedikit pun tentang hal yang lainnya karena yang ada dalam fikiran nya hanya kesembuhan suaminya .


namun setelah kejadian kemarin saat ia mulai sadar dan mendapat wejangan dari sang mertua nya ia sadar bahwa kita mungkin boleh bersedih dengan apa yang menimpa kita ,musibah yang datang ke kehidupan ini bagaikan seperti ombak di lautan mudah pasang dan mudah pula surutnya,


ujian itu bagaikan sebuah hujan dan petir yang datang secara bersamaan akan tetapi setelah nya akan nampak pelangi yang memberikan keindahan pada nya pada alam semesta,Azura sadar mungkin saat ini kehidupan nya sedang di uji akan tetapi ia harus kuat dan harus belajar untuk menerima ini karena dengan hanya menangis dan meratapi sebuah masalah hanya akan membuat kita semakin tersiksa oleh karena itu ia akan mencoba berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk hidupnya , diri nya , suaminya , keluarga nya , sahabat nya dan terutama pada sang buah hati yang saat ini bersemayam di dalam perutnya.


"kinan Kaka pergi dulu ya kalau ada apa-apa tolong kabari Kaka segera ,Kaka cuma sebentar kok setelah urusan KK selesai KK akan segera kembali " ucap azura pada Kinan sebelum ia pergi.


" ia kak ,kaka tenang aja ,Kinan akan menjaga kak zayen ,ettttt tapi ingat Kaka gak boleh capek-capek Kaka harus ingat bahwa ada keponakanku di dalam sini jagalah ia baik-baik" ucap Kinan sambil memegang perut Azura yang masih rata karena usia kandungannya yang masih muda.


"hemmmm ya aunti ku yang cantik, keponakan Tante ini akan baik -baik saja di perut maminya," ucap azura sambil menirukan omongan anak kecil.

__ADS_1


kinan tersenyum mendengar lelucon yang Azura buat untuk menenangkan jiwanya ,Kinan sendiri tau bahwa apa yang di tunjukkan Kaka ipar nya saat ini bukan lah yang sesungguhnya,ia masih tampak sama hanya saja ia berusaha kuat untuk melewati semua ini .


" kinan beruntung punya Kaka ipar sebaik dan secantik Kaka,dan kinan bahagia KK bukan hanya hadir untuk memberikan cahaya buat kakakku tapi Kaka juga hadir untuk memberikan kehangatan buat kakakku dan juga keluarga ku ,Kinan harap setelah ini Kaka zayen sadar dan kembali kepada kita semua," ucap Kinan yang membuat dirinya maupun Azura meneteskan air mata.


Azura hanya tersenyum di dalam hati nya ia mengaminkan apa yang Kinan harapkan dan ia pun berharap bahwa suaminya bukan hanya sadar dari komanya tapi ia akan juga menyadari pengorbanan yang telah di berikan oleh keluarga nya untuk dirinya terutama papa kandungnya.


"suamiku aku berharap kau akan segera sadar dan kembali seperti sedia kala ,aku harap walaupun kau saat ini sedang koma kau tidak akan membiarkan aku dan baby kita lemah berikan aku kekuatan untuk ku melewati ini semuanya" harap Azura dalam hatinya sambil memeluk Kinan dan menatap. kearah suaminya.


Azura melangkahkan kakinya ke dalam butik yang selama ini ia tinggal kan.


" sayang kuatkan mami ya....berilah kemudahan buat mami menjalani ini semua jangan nakal ya di dalam perut mami ,kita harus buktikan ke dady bahwa mami mu ini adalah wonder woman yang tak mudah di kalah kan ok?! ucap azura mencoba membangkitkan kekuatan pada jiwanya untuk terus melangkah karena dunia ini akan terus berputar sesuai pada porosya ,ia terus mengelus dan mengajak bicara buah hati yang kini masih bersemayam di dalam perutnya guna untuk menumbuhkan energi penyemangat agar ia lebih baik lagi.

__ADS_1


" Azura ?" sapa caila tak percaya."ini beneran kamu?" tanya caila yang saat itu bener-bener tak menyangka bahwa sahabat nya berada di hadapannya secara tiba-tiba.


" hehehehe ....kenapa sih kok kaget begitu?" tanya Azura karena melihat ekspresi sahabat nya yang nampak aneh menurut nya.


"ya ampun Azura ini beneran kamu? kenapa kau kesini,maksudku bukannya kamu harus menemani su.." ucap caila terpotong dengan jawaban Azura.


" suami maksud mu? ya..ya aku memang harus ada di samping zayen tapi benar kata papa Danur aku harus bangkit cai,zayen mungkin saat ini sedang berjuang untuk kembali ke dunia nyata ini, begitu pun aku ,aku dan baby ku juga harus berjuang untuk terbangun dari kesedihan ini , karena aku gak mau orang-orang yang aku cinta hawatir dengan kondisi ku yang Sekarang ini,lagi pula di rumah sakit ada Kinan kok ,aku kesini cuma mau ngecek keadaan takutnya sahabatku ini kecapean hehehhe" ucap azura di sertai dengan candaan ya .


caila hanya tersenyum dan memeluk Azura secara tiba-tiba .


" aku senang ,Azura ku yang dulu sudah kembali ke hadapanku" ungkap caila yang terharu melihat sahabat tercintanya yang berusaha tegar walaupun sebenarnya ia tak bisa memungkiri perasaan nya yang merasa kan kesepian tanpa sang suami.

__ADS_1


" aku sama sekali tidak pernah capek atau lelah ,malah aku merasa hidupku lebih berwarna karena melihat perubahan butik kita yang semakin hari semakin bertambah keuntungan nya" ucap caila sambil melepas pelukannya dan menatap wajah sang sahabat dan caila melihat azuara yang nampak sekali kurus mungkin ini semua akibat kondisi kejiwaan nya yang terguncang.


__ADS_2