DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
52


__ADS_3

karena tak mau berdebat Azura tak menanggapi omongan zayen ,ia malah berdiri dan hendak melangkah pergi ,namun zayen tiba-tiba memegang pergelangan Azura yang melarang azura untuk pergi.


" mau kemana kamu?" tanyanya.


"aku mau kebawah ,karena menurut ku jika aku disini kamu akan terus menerus berbicara yang tidak jelas tentang diriku" ucap azura yang ingin melepaskan pergelangan tangan nya dari cengkraman zayen.


" tidak ,temani aku disini ,tolong suapi aku" ucap zayen datar.


"kamu kan punya tangan ,buat apa kamu punya tangan tapi masih saja meminta aku untuk menyuapi mu makan" jelas Azura.


" apa aku salah jika meminta istriku sendiri untuk melayaniku?" ucap zayen yang tak mau kalah dengan argumen sang istri.


" hufffff baik lah " ucap azura pasrah ,kemudian azura kembali duduk di samping zayen dan mulai menyuapi zayen dengan begitu telaten.


zayen tersenyum penuh kemenangan ,karena telah berhasil membuat Azura tunduk dan mematuhi keinginan nya.


"kamu tadi dari mana? kenapa tidak menjemputku dirumah sakit? tanyanya dengan nada begitu lembut dan itu membuat Azura Heran.


" maaf" ucap azura singkat.


" apakah pekerjaan mu begitu penting dibandingkan aku,apakah pekerjaan mu begitu penting sehingga kamu tidak pernah menjenguk ku dirumah sakit?" tanya zayen lagi .


azura tak habis fikir dengan apa yang barusan ia dengar ,ia melihat ada rasa kekecewaan yang zayen rasakan di balik pertanyaan nya.


"ya aku sibuk,lagian buat apa aku menjenguk mu dirumah sakit, disana kan sudah ada Nevan yang jauh lebih kau butuh kan kehadiran nya di bandingkan aku" ucap azura yang saat itu tidak paham bahwa ucapan nya itu membuat zayen merasa kan kemarahan yang bergejolak di dalam hatinya.


zayen yang saat itu benar-benar merasa bahwa Azura lagi-lagi membuat luka kekecewaan di dalam hatinya lansung menarik Azura dan mencium bibir Azura dengan begitu lama.


azura tak bisa lagi mengelak dengan serangan tiba-tiba yang membuat dirinya tercengang dan tidak bisa berbuat apa-apa.


"itu hukuman untuk mu , bagaimana kau bisa mementingkan pekerjaan dari pada tanggung jawabmu sebagai istri." ucap zayen setelah melepaskan ciumannya dari Azura.

__ADS_1


"azura mulai besok kau harus melayani aku sebagai seorang istri,patuh atas semua perintah ku, Menuruti semua keinginan ku" ucap zayen tegas.


" hey aku manusia merdeka ,terus kenapa kau menjajahku sesuka hatimu,kau tidak pernah bersikap lembut kepadaku selalu saja kau bertinkah semaumu,kau selalu bentindak sesuai dengan egomo ,jika kau mau aku memperlakukan mu seperti seorang istri maka kau harus mengubah sikapmu layaknya seperti seorang suami yang patut di perlakukan manis oleh ku apa kau bisa?" tanyanya Azura yang merupakan sebuah tantangan.


zayen nampak diam dengan semua penuturan Azura .


"hem kenapa kau diam? jika kau diam itu berarti kau tidak bisa dan tidak akan mampu melakukan itu semua,jika kau seperti itu maka jangan harap kau akan mendapat apa yang kau inginkan" kemudian Azura melepas tangannya dari Cengkraman zayen ,ia pergi begitu saja meninggalkan zayen yang masih terdiam tanpa kata-kata.


***********


ketika Azura sedang asik menonton televisi di ruang tamu , tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu.


" Nevan? " ucap azura saat pintu sudah terbuka.


" hai Azura "


" hai juga ,tumben malam-malam kesini pasti mau jenguk zayen ya..." tebak Azura dan dijawab anggukan oleh Nevan.


kemudian Azura mempersilahkan Nevan masuk,dan pergi kekamarnya untuk memberitahu suaminya .


"ada Nevan di bawah,dia kesini mau bertemu dengan mu" ucap azura kemudian menutup pintu nya kembali dan turun menemui Nevan yang saat itu sedang duduk di ruang tamu.


"oiya van tunggu sebentar lagi zayen turun,kamu mau minum apa biar aku buatin" tawar Azura.


" apa aja Ra, makasih" jawab nevan.


"ya sama-sama , tunggu sebentar ya...." kemudian Azura pergi ke dapur untuk membuatkan Nevan minuman.


setelah Azura pergi ,zayen pun datang dan menghampiri Nevan yang saat itu sedang asyik bermain sama benda pipihnya.


"Van" panggil zayen .

__ADS_1


"eh zay, bagaimana ke adaanmu?" tanya Nevan untuk memastikan kondisi zayen.


" ya seperti yang kamu liat aku sudah agak mendingan"


" syukur lah kalau begitu"


tak lama setelah itu Azura datang dengan membawa minuman yang tadi ia buat.


" Van silahkan di minum"ucap azura.


" eh ya Ra makasih ya ..."ucap Nevan sambil tersenyum.


" ya sama-sama" balas Azura .


"Van kalau begitu aku masuk kamar dulu ya...." pamit Azura pada nevan Tampa memperdulikan zayen yang saat itu menatap dirinya menaiki tangga.


Nevan yang saat itu melihat tingkah laku Azura yang sama sekali tak menghiraukan zayen terheran-heran.


" zay Azura kenapa? azura masih marah sama kamu?" tanya Nevan.


" ya begitulah" jawab zayen malas.


" wah ternyata perempuan kalau lagi marah awet banget ya.....,jadi ngeri sendiri" ucap Nevan.


" entahlah aku sendiri pun tak tau"


zayen memang sudah menceritakan semua nya pada Nevan , sehingga nevan tau apa permasalahan yang terjadi antara Azura


dan zayen .


" berarti kau harus lebih ekstra lagi buat bujuk Azura agar tidak marah sama kamu dan mau memaafkan mu." ucap Nevan.

__ADS_1


" ya akan aku coba"


setelah beberapa jam berada di rumah zayen dan berbincang-bincang dengan zayen nevan pun berpamitan untuk pulang,zayen pun masuk kedalam kamarnya menyusul Azura yang saat itu sudah terlelap dalam mimpi.


__ADS_2