DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
21


__ADS_3

acara akhirnya dimulai semua tamu nampak antusias menyaksikan karya -karya desainer yang sedang di tampilkan di Atas panggung.


dan para tamu nampak begitu takjub dengan rancangan-rancangan para desainer yang begitu memukau,sehingga tak heran banyak sekali dari penonton yang ingin memiliki busana tersebut.


semua rancangan sudah di tampilkan termasuk rancangan busana Azura ,dan dalam acara ini busana Azura lah yang mendapatkan point tertinggi dari para penonton.


karena mendapat apresiasi yang begitu besar dan mendapatkan kedudukan tertinggi dalam acara fashion week tahun ini Azura mendapatkan kesempatan untuk memberikan ucapan tanda terima kasihnya pada semua orang yang ikut serta memberikan dukungan serta nasehat sehingga Azura dapat memberikan penampilan dan karya busana terbaik.


Azura menaiki panggung untuk menerima penghargaan atas pencapaian nya,ketika Azura memberikan sedikit kata-kata sebagai bentuk rasa terimakasihnya Tampa ia sadari Azura meneteskan air matanya,karena pasalnya dalam acara ini selain tidak ada kedua orang tuanya ,Azura juga terpukul karena pada hari ini bertepatan dengan ulangan tahun orang yang begitu ia rindukan dan orang yang ia rindukan sudah lama meninggal kan Azura dan sama sekali tak pernah memberikan kabar kepada Azura dan tidak pernah menemui Azura,bahkan terakhir Azura bertemu itu pada saat Azura berusia 13tahun dan pertemuan itu juga Azura mendapatkan kenyataan pahit yaitu sebuah kebencian.


mengingat hal itu membuat Azura tak kuasa membendung air matanya,sehingga ia tak sanggup berdiri lebih lama di atas panggung,Azura turun dari atas panggung dan keluar meninggalkan aula ,Azura keluar dia berlari menjauh dari area hotel ,Azura tak menyadari bahwa kepergiannya secara spontan membuat tamu dan sahabat nya kebingungan.


caila yang melihat Azura yang keluar meninggalkan dirinya dengan perasaan yang begitu memprihatinkan akhirnya dia memutuskan untuk mengejar Azura,ketika hendak ingin mengejar Azura caila tak sengaja menabrak seseorang sehingga dirinya terjatuh diatas pria tersebut


caila menatap seorang pria yang tak sengaja ia tabrak.


pandangan mereka saling bertemu ,tidak ada pergerakan diantara keduanya,sehingga suara deheman dari salah satunya,tepatnya dari laki-laki yang saat ini posisi nya berada di bawah caila.


caila dan pria tersebut lansung bangkit dari acara dramatis nya.


"maaf aku tidak sengaja"ucap caila sambil menundukkan pandangannya karena ia masih belum berani menatap ke arah lawannya.

__ADS_1


"iya tida apa-apa lain kali hati-hati,untung saja aku tidak meminta ganti rugi atas apa yang kamu lakukan"ucapnya santai.


mendengar ucapan yang begitu garing caila menegakkan kapalanya dan ia memberanikan diri untuk menatap arah lawannya.


"hhhhh ,sekali lagi aku minta maaf ya ,aku buru-buru soalnya ,kamu tidak apa-apa kan tidak ada yang terluka kan?"tanya CAILA khawatir.


"hahahhahah,kamu ini, caramu seperti ini seakan-akan aku baru di tabrak mobil yang kamu tumpangi"


"apaan sihh bukan begitu ,soalnya kan tadi aku tidak sengaja menabrak kamu"


"iya aku ngerti aku gak papa kok,lagian kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak sengaja,jadi buat apa harus di perpanjang lagian kamu liat sendiri aku tidak apa-apa hanya saja...."caila yang mendengar ucapan yang sengaja di jedaa oleh sang empunya, langsung memberikan tatapan kebingungan.


"hanya... apa??tanya CAILA heran


"huuufffttt aku kira apa,baiklah sebagai bentuk rasa maaf ku aku akan menyambut perkenalan darimu,namaku caila " sambil mengulurkan tangannya .


"Nevan namaku Nevan "menyambut uluran tangan caila.


"astaga... aku lupa ,maaf ya aku harus buru-buru ,aku pergi dulu sekali lagi aku minta maaf" ucap caila kemudian berlari ke arah pintu keluar untuk menyusul Azura.


Nevan yang sedang menatap kepergian caila secara tiba-tiba ada rasa kecewa di hatinya karena pasalnya ia belum begitu puas dengan pertemuan dramatis nya dengan caila.

__ADS_1


"suatu saat aku akan bertemu kembali dengan mu perempuan manis"sambil senyum-senyum penuh arti.


"Nevan aku cari kamu kemana-mana tau-tau nya kamu di sini "ucap zayen sementara Nevan sama sekali tak menghiraukan omongan zayen ,pandangan Nevan tertuju pada arah pintu keluar .


zayen yang merasa tak di hiraukan oleh Nevan akhirnya dia mengikuti arah pandangan Nevan yang tertuju ke arah pintu keluar , tatapan Nevan seperti sedang menunggu seseorang tapi ekpresi nya tak menggambarkan dia sedang menunggu seseorang akan tetapi seperti baru saja melepas kepergian seseorang yang membuat hatinya melambung fikir zayen.


"woyyy nevaan "bentak zayen seketika nevan tersadar dari lamunannya.


"iiihhh apa sin ,ganggu aja"jawab Nevan sewot.


"apa kamu bilang ganggu???,lagian kamu kenapa sihh ,dari tadi aku liat kamu diam terpaku dan tatapan kamu seperti menunggu seseorang ,apa ada yang kamu tunggu atau kamu habis bertemu seseorang?"tanya zayen penasaran.


nevan tak menjawab pertanyaan zayen akan tetapi Nevan menyebutkan kata-kata yang membuat zayen bertanya-tanya.


"caila" sekilas tapi masih terdengar oleh zayen.


"apa?? caila, siapa caila??"tanya zayen mengulang kembali ucapan Nevan,


"ya namanya caila,dia baru saja membuat aku terpana lebih tepatnya membuat ku terpesona pada pandangan pertama"ucap Nevan sambil memegang detak jantung nya yang ia rasa mulai berdebar tak karuan.


"wiiihhh ceritanya sahabatku ini falling in love ♥️♥️"sambil menyatukan telunjuknya dengan jempolnya seperti berbentuk love.

__ADS_1


"yaa... seperti itu lah"ucap Nevan singkat.


__ADS_2