DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
37


__ADS_3

azura beredamkan tubuhnya di dalam betup,tak butuh waktu lama akhirnya Azura pun selesai ,dan iapun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit sebagian tubuhnya dan memperlihatkan pahanya dan betisnya yang mulus terpampang sehingga membuat seseorang yang kini berbaring di pinggiran kasur menelan salivanya,orang itu adalah zayen yang tak tau sudah berapa lama ia ada di sana,


" sialan belum apa-apa aku sudah di buat tergoda ,dan ingin segera melahapnya" batin zayen.


azura tak sadar bahwa ia sedang di perhatikan ,karena saat ini Azura sedang asik memilah milih pakaian yang terpampang rapi di lemarinya,saat pilihannya jatuh pada baju tidur berwarna merah marun ,ia membalikkan badannya dan bertepatan dengan itu Azura melihat seseorang yang saat ini sedang memandang dirinya .


" aaaaaaaaaaaaaa" teriak Azura dan langsung di bekap oleh zayen .


" hey kamu sengaja berteriak-teriak seperti itu buat cari perhatian kedua orang tua kita hah????"bentak zayen.


" lagian ngapain kamu ada di kamarku?"


" memangnya kenapa kalau aku berada di kamar jelekmu ini?"


" apa kamu bilang ,kamarku jelek?" ucap azura tak terima dengan hinaan zayen.


" ya kamar mu memang jelek,dan aku tidak suka".


" hey tuan kalau anda tidak suka ngapain anda berada di kamar ini?"


" apa kamu lupa ini bukan kamarmu saja tapi saat ini kamar ini akan menjadi kamarku juga , sebenarnya sih aku malas ada di kamar jelek mu ini"


" lantas kenapa kau ada disini?"


" terpaksa,karena aku ingin menyampaikan sesuatu padamu"


" sesuatu?? sesuatu apa yang ingin kau sampaikan ?"


" aku ingin mengajakmu pindah ke apartemen ku, besok pagi setelah sarapan ,kita akan pindah jadi kamu persiapkan dirimu dan juga barang-barang yang ingin kamu bawa"

__ADS_1


" apa?? pindah ke apartemen mu,gak Aku gak mau"


" terserah kalau kamu gak mau ,kamu akan tanggung sendiri akibatnya" ancam zayen.


mendengar ancaman dari zayen azura mau gak mau akhirnya mau menuruti kemauan zayen.


zayen Hanya tersenyum penuh kemenangan ,dan setelah itu ia keluar dari kamar meninggalkan Azura yang sedari tadi diam mematung menatap dirinya pergi menjauh ,


setelah zayen hilang dari penglihatannya Azura kemudian pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang sedari tadi ia pegang.setelah itu Azura membaringkan tubuhnya di kasur king size nya dan mengambil henfon yang berada diatas nakas ,


azura kemudian mengambilnya dan mencari no caila ia ingin menceritakan semuanya pada caila.


setelah lama menghubungi CAILA namun tak ada jawaban dari caila , akhirnya Azura pun meletakkan henfonnya kembali di atas nakas


Azura kemudian dengan malas membereskan sebagian barangnya untuk ia bawa ke apartemen zayen.


"siapa yang kau sebut dengan siluman naga?"tanya zayen yang tiba-tiba muncul dan sudah ada di belakang Azura.


" ka- kamu?"kaget Azura.


" iya memangnya kenapa?,oiya tadi siapa yang kamu sebut siluman naga?" tanya zayen lagi


" bukan siapa-siapa" ucap azura mengelak.


"awas aja ya kalau kau berani menyebut namaku dengan sebutan yang bukan-bukan aku potong lidahmu" ancam zayen


" oiya kamu di suru turun ke bawah karena tuan Wirata dan keluarga nya mau pamitan mereka ingin pulang"jawab zayen malas.


" hah?? kau menyebut keluarga mu......."

__ADS_1


" stopp jangan sebut mereka keluargaku lagi karena bagiku dari dulu dan sekarang aku hanya memiliki seorang ibu yang sudah meninggal "Dargah zayen.


tapi kan kamu masih punya papa" ucap azura dengan ketus.


"iya aku memang memiliki seorang papa tapi itu dulu,da Sekarang aku tak lagi punya papa karena papaku sudah meninggal"


" apa kamu bilang? meninggal? aku bener2 gak ngerti dengan sikapmu terhadap orang tuamu sendiri,ah sudahlah kalau kamu tidak mau menemui mereka biar aku saja" ucap azura kemudian pergi ke luar kamar dan berniat untuk menemui mertua nya.


sementara zayen hanya berdiam diri menatap kepergian istrinya yang sudah hilang dari penglihatan nya.


ketika sampai di bawah Azura melihat mertua nya yang hendak ingin pergi dengan langkah cepat Azura menghampiri kedua orang tuanya dan mertunya .


"mama sama papa sudah mau pulang ?"tanya Azura .


" iya sayang kami akan pulang "ucap Wirata pada menantunya dan tak lupa menampilkan senyuman nya.


" kalau begitu biar aku panggilkan zayen dulu" pamit Azura dan ingin pergi untuk memanggil zayen akan tetapi Wirata menghentikan langkah Azura.


" tidak usah nak , sampaikan salam papa aja padanya ,papa tau kalian pasti capek dan butuh istirahat,kalau begitu kami pulang dulu"pamit Wirata pada Azura ,Remon dan rianti.


" kak Kinan pulang dulu ya, kapan-kapan Kinan main kesini lagi boleh kan?" tanya kinan.


" boleh dong pintu ini akan terbuka buat adek iparku yang satu ini" ucap azura pada Kinan


setelah kepergian Wirata dan keluarga nya ,Remon dan rianti masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat,begitu pula Azura ia juga ingin melepas rasa penatnya.


Azura menaiki tangga yang menuju kelantai dua , setelah sampai di depan pintu kamar nya ,ia merasakan gugup karena saat ini didalam kamar nya tidak lagi kosong melainkan ada seseorang yang mau tidak mau Azura akan berbagi kamar dengannya.


dengan keberaniannya yang terkumpul 50 persen akhirnya Azura membuka pintu kamarnya dan tak lupa ia berharap dalam hatinya semoga ketika pintu terbuka seseorang yang saat ini berada dalam kamarnya sudah pergi ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2