DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
68


__ADS_3

dengan ragu-ragu Azura melangkah di ikuti nevan di belakang nya.


Danur ,Mona dan Kinan yang sadar akan kehadiran Azura yang datang menghampiri mereka ,secara bersamaan mereka bangkit dari tempat duduknya dan menatap Azura dan nevan secara bersamaan.


Danur yang paham dengan apa yang menantu nya fikirkan mencoba menyembunyikan rasa yang saat ini ia rasakan.


"papa ,mama ,Kinan, se-jak kapan kalian sampai? tanya azura ragu-ragu.


saat Kinan ingin menjawab pertanyaan dari Azura Danur langsung mencegahnya untuk tidak memberi tau yang sebenarnya karena ia tak mau Azura merasa bersalah atas apa yang zayen katakan padahal kenyataannya tidak semua perkataan zayen itu salah.


" kami baru saja sampai nak, ketika kami mau masuk tiba-tiba ada karyawan papa menelfon, ada urusan mendesak yang harus papa selesai kan oleh karena itu kami menunggu kamu keluar untuk berpamitan dengan kamu Azura"


Azura sebenarnya merasa sedikit tak percaya dengan jawaban mertuanya akan tetapi ia tak mau memaksakan agar semuanya tak semakin rumit ditambah lagi dirinya mewakili rasa bersalah nya atas perkataan suaminya ,jika Azura yang sedikit ragu atas semua itu beda halnya dengan nevan ia yakin bahwa laki-laki paru baya yang tak lain om nya sendiri ayah dari zayen kini sedang menyembunyikan hal yang sebenarnya ia yakin bahwa omnya itu mendengar semua perkataan demi perkataan yang menyakiti hatinya hanya saja ia menjaga perasaan Azura sang menantu kesayangan nya dan disitulah nevan semakin merasa kagum dan bangga walaupun ia sebenarnya ingin sekali masalah ini cepat selesai agar antara zayen dan papanya dapat bersatu,tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa hanya waktu yang akan menjawab nya.

__ADS_1


" ya sayang sekali padahal papa baru saja sampai dan Belum sempat lihat zayen " ucap azura lirih.


" ya om ,apa om gak mau liat keadaan zayen dulu, sebelum pergi" tanya nevan berpura-pura seakan-akan percaya alasan Danur.


" tidak usah Van lagian om tau kok ,zayen kan baru saja sembuh dan baru sadar dari koma ia butuh istirahat" ucap Danur tenang Tampa menunjukkan bahwa ia sangat ingin tapi keinginan harus ia tunda.


" ya sudah Azura ,papa harus pergi sekali lagi papa minta maaf sampaikan salam papa aja pada zayen,nevan om pamit dulu ya..." pamit Danur pada Azura dan nevan kemudian ia melangkah pergi dengan di ikuti Mona dan Kinan di belakangnya.


Tampa mereka sadari nevan mengejar kepergian Danur dan keluarganya ke halaman rumah sakit lebih tepatnya ke parkiran mobil ,


" nevan? ada apa? " tanya Danur pada nevan merasa heran apakah ada sesuatu yang mau ne Van sampaikan pada dirinya , begitulah fikir Danur.


" om maaf sebelumnya nevan lancang tapi atas nama zayen nevan mewakili dirinya ingin meminta maaf atas segala sesuatu yang membuat diri om dan keluarga merasa sakit hati" ucap nevan.

__ADS_1


" maksudnya apa Van , kenapa kamu harus meminta maaf om tidak mengerti" ucap Danur yang masih merasa bingung.


" om nevan tau apa yang om ucapkan kepada kami di dalam semata-mata hanya untuk menjaga perasaan kami kan? terkhusus Azura ,om gak mau kalau Azura semakin merasa bersalah iya kan om?"


" apa maksudmu nevan? ucap Danur yang sebenarnya ia sudah paham kemana arah tujuan omongan nevan .


" om nevan tau om dengar semua yang zayen katakan kan? jujur om apa yang zayen katakan itu tidak bermaksud untuk menyakiti om,nevan yakin zayen akan kembali pada om hanya saja semua butuh waktu " ucap nevan yang membuat Danur tersenyum karena omongan nevan .


" ya ,dan om berharap waktu itu akan segera tiba sebelum om nanti bener-bener tak bisa melihat nya lagi" ucap Danur sendu yang membuat nevan mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti apa yang barusan ia dengar.


" memangnya om mau kemana?" tanya nevan heran akan tetapi Danur hanya diam, Mona yang memahami apa yang suaminya katakan menghampiri keduanya dan mencoba menjawab pertanyaan dari nevan.


" om gak akan kemana-mana kok Van ,maksud om itu bisa saja kan nanti zayen bener-bener gak bisa ketemu lagi , karena kamu kan tau sendiri dia sebegitu bencinya sama kami" ucap Mona yang mencoba membuat nevan percaya dengan alasannya.

__ADS_1


" bener begitu om ,Tante? kalian gak sedang menyembunyikan sesuatu kan? om, Tante, nevan bukan anak kecil " ucap nevan yang masih tak percaya dengan ucapan Mona.


__ADS_2