DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
31


__ADS_3

Azura keluar dari ruangan dengan perasaan jengkel berhadapan dengannya dan membantah apa yang ia ucapkan seakan-akan dirinya sedang berhadapan dengan raja hutan, iiiih amat mengerikan bukan ???.


Azura terus melangkah keluar dan di luar di kagetkan oleh suara seseorang yang menyapanya secara tiba-tiba.


"maaf boleh kita bicara sebentar???" tanyanya pada Azura dengan kehati -hatian .


Azura tak meng iyakan ajakan orang tersebut Azura mengernyitkan dahinya nampak sekali bahwa ia sedang bingung dengan sapaan orang yang ada dihadapannya.


"halo namaku nevan" memperkenalkan diri .ya Nevan memang sengaja buat menuggu azura .


"Azura " membalas uluran tangan Nevan.


"bolehkah kita bicara sebentar ada hal yang ingin aku bicarakan" ucap Nevan.


"hemmmmm gimana ya...... sebenarnya aku lagi buru-buru sihh soalnya aku takut temenku nunggu" mencoba memberi alasan sebenarnya bukan itu yang membuat Azura ragu menuruti permintaan Nevan akan tetapi saat ini ia sedang merasa jengkel dalam hatinya dan ia ingin segera kembali dan menceritakan semuanya pada caila.


" kamu tenang aja aku sudah memberitahu caila"


sela Nevan sebelum Azura menolak permintaan nya lebih jauh lagi.


"hah?????? dari mana kau mengenal sahabatku?? dan seperti nya kau akrab sekali?" tanya azura penuh curiga.


"hemmmmm maka dari itu aku akan jelaskan ini gak disini gmana kalau kita ke kafe dekat sini "


"baik lah tuan nampaknya anda sangat pemaksa ,tapi tak apalah saya anggap ini sabagai bentuk awal pengenalan kita "


"nah gitu dong ....mari kita berangkat"


akhirnya Azura dan Nevan pergi keluar menuju kafe dekat kantor ZR WIRATA GRUB, setelah sampai Nevan langsung memesan makanan ,tak lama pesanan mereka pun datang .


"oiyaa bisakah anda tolong jelaskan pertanyaan sayaa tadi??" tanya azura pada Nevan di sela-sela makan siangnya.


"pertanyaan yang mana ya???" pura-pura lupa.


"ayolah tuan jangan mencoba menyelamatkan diri dari segudang pertanyaan saya"

__ADS_1


"hahahhahahha baiklah ,tapi dengan satu syarat"


"syarat?? apa??"


"aku pingin kamu gak terlalu formal ketika kita bersama anggap saja saya teman anda yang sudah lama anda kenal,jangan panggil saya tuan panggil aja dengan nama,terus akan jauh lebih baik jika kita berlaku layaknya teman yang begitu akrab bagai mana??.tawarnya.


"baik lah jika itu mau mu ...Nevan"


"bagus ....itu yang saya mau"


"jadi...... ???"


"hemm baiklah aku akan menjawabnya bagaimana aku bisa kenal dengan sahabatmu itu"


akhirnya Nevan menceritakan semua pada Azura,dan sesekali Nevan tersenyum-senyum sendiri di kala mengingat memori saat bertemu caial ya dalam bahasa batin Nevan ketidak sengajaan membawa cinta😊.


"oooo pantesan akhir-akhir ini caila suka senyum-senyum sendiri sampai-sampai kadang nihh aku ngomong suka di abaikan ternyata ini alasannya"


"serius kamu Ra??"wah berarti apa yang aku rasa dia juga rasa dong"


"huuussttt jangan kencang-kencang nanti ada yang dengar" reflex Nevan menutup mulutnya dengan jari telunjuk nya


"eeiitttss sorry keceplosan " ucap azura polos


"ya gak papa,tapi....aku masih ragu ni Ra dan itu yang mau aku omongin ke kamu"


"ragu ? kenapa mesti ragu ,kamu tenang aja nanti aku akan bantu kamu buat bisa dekat dengannya"


"serius kamu Ra?kamu jangan memberikan aku harapan dong ,gimana kalau dia sudah punya pacar,atau bahkan suami dan lagian waktu itu pas waktu acara fashion week dia lagi mencari seseorang aku yakin pasti itu kekasihnya"


"hahahhahahhaha ....pacar??suami?? aduhhh Nevan asal kamu tau ya dia tu masih ijo tomat"


"hahhh?? ijo tomat?? maksudnya Ra?" tanya Nevan heran


"ya ikatan jomlo terhormat hehehe..."

__ADS_1


"ah ada-ada aja kamu Ra,jadi caila masih jomblo??"


"ya dan aku yakin dia pasti juga suka sama kamu"


"masa sihhh ,aku gak mau terlalu banyak berharap Ra takutnya aku patah hati nantinya"


"kamu tenang aja,aku yakin kalian jodoh ,aku akan membantu kamu dekat dengannya"


"makasi ya Ra,ehh ngomong-ngomong tadi bosku ngomong apa sama kamu??"


"booss,bos kamu yang mana??"


"aduhh Ra ituloh zayen"


"oo jadi pria balok sekaligus beruang kutub itu boos kamu???


"hahh apa?? pria balok ,beruang kutub ,jadi kamu memanggil zayen dengan sebutan itu? hahahaha"


"ya ,bener itu julukan yang pantas buat dirinya"


"ehh jangan gitu Ra walaupun dia begitu dia baik Ra,cuma karena ada beberapa masa lalu yang terus menghantuinya jadinya begitu dehhh"


"hemmm nampaknya kau sangat mengenalnya"


"ya lah aku mengenalnya aku tuh saha......"


tiba-tiba terdengar suara bunyi telfon dari saku celana Nevan.sehingga Nevan tak melanjutkan omongan nya dan langsung mengangkat telfon dan saat dia melihat siapa yang telah menghubunginya dia langsung berpamitan pada azura.


"adu Ra nampaknya Nevan butuh aku ,maaf ya kamu gak papa kan aku tinggal"


"OOO ya gak papa kok ,lagian juga aku mau pulang "


"oo gitu ....., ya sudah kamu hati-hati di jalan ya ,maaf aku gak bisa antar kamu pulang"


"ya gak papa"

__ADS_1


kemudian Nevan pergi setelah berpamitan pada azura, yang saat itu juga sedang siap-siap buat kembali ke butik .


__ADS_2