
"Azura???? tatap caila tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat.
"ada apa dengan mu ,kenapa kau menatapku seperti itu? "
" Ra kok kamu udah masuk kerja sihh,kamu kan baru saja menikah seharusnya kau ambil cuti beberapa hari " ucap caila walau sebenarnya ia sendiri senang itu berarti dirinya tak akan sendiri an .
"buat apa aku ambil cuti ?"jawabnya enteng karena ia malas berlama -lama mengambil cuti hanya karena ia baru saja menikah.
"hah sudah lah terserah kau saja,oiya Ra gimana? cerita dong" bujuk caila.
"hah? gimana apanya? " tanya Azura heran
"aduhhh Azura maksutku itu kau ceritakan pengalaman yang saat ini kau rasakan ya secara sekarang kan kau menjadi seorang istri dari seseorang yang sangat di segani di negara ini "
" udah deh cai kau jangan ngaco ,mau seperapun dia berharga nya di mata orang atau bahkan dia sangat di segani tapi bagiku sekalinya dia beruang kutub maka selama nya akan menjadi beruang kutub" ucap azura jengkel apabila ia membayangkan wajah zayen .
" hahhahahha azura-azura kau ini masih aja bersikap seperti itu ,ingat Ra walau bagaimanapun ,ia sekarang sudah jadi suami mu,jadi kau harus menghormati nya,ingat Ra suami itu adalah seseorang yang harus kita layani dengan sepenuh hati"ucap caila .
" hemmm" ucap azura singkat
"ya udah dehh aku kembali ketempat kerjaku dulu ya, ingat layani suami mu dengan baik da......." ucap caila kemudian pergi meninggalkan Azura di ruang kerja nya.
sedangkan di kantor zayen nampak begitu sibuk dengan berkas-berkas yang sama sekali membuat ia jengah namun harus ia lakukan agar apa yang ia rintis selama ini tidak terbuang sia-sia.
itulah zayen sosok pekerja keras Tampa kenal lelah dan itulah yang membuat semua colega-colega rekan bisnis nya tak meragukan dan merasa sangat beruntung apa bila bekerja sama dengan nya .
π±drettttt.... dretttt..,suara henfon zayen.
"papa?? ucap zayen setelah melihat sekilas siapa yang menghubungi nya.
π±" halo"
π±"halo zayen?"
π±" ada apa?" tanya zayen dengan nada angkuhnya.
__ADS_1
π±"apakah begini caramu menyambut telfon dari papamu nak?"
π±"cepat katakan ada perlu apa anda menghubungiku, jika ada sesuatu hal yang penting cepat katakan karena aku tak memiliki waktu banyak masih ada beberapa yang harus aku lakukan " ucap zayen dengan nada sinisnya.
π±"baiklah maaf jika papa mengganggu mu ,papa cuma ingin mengundangmu dan Azura untuk datang kerumah papa malam ini "
π±"akan aku usahakan tapi aku tidak janji akan datang"
π±"baiklah hanya itu yang ingin papa katakan ,papa harap kamu dan istrimu akan menunaikan undangan papa ini,kalau begitu papa tutup dulu"
tutttt...tuttt..sambungan telfon pun terputus ,
zayen terdiam memikirkan apakah ia akan memenuhi undangan dari sang ayah apa kan membiarkannya begitu saja .
di lain tempat nampak Wirata tersenyum penuh arti entahlah apa yang sedang ia fikirkan.
" papa yakin nak kau akan datang dan memenuhi undangan papa ini "
flashback on.
saat azura sedang asyik melayani pelanggannya henfon Azura berdering tanda panggilan masuk,
"halo nak ,Azura apa kabar?
" azura baik pa,papa sama Mama dan Kinan lalian baik-baik saja kan?"
" kita semua baik nak "
" ada apa papa nelfon Azura " tanya Azura penuh kehati-hatian di takutkan pertanyaannya akan membuat mertuanya tersinggung.
"begini Azura Kinan meminta papa agar papa mengundangmu dan suami mu makan malam di rumah papa malam ini ,apakah kamu ada acara malam ini?"
" hemmm... sebenarnya Azura malam ini tidak ada acara sih pa ,tapi Azura tidak tau apakah zayen free atau tidak "
" papa harap Azura bisa datang karena Kinan sangat merindukan mu nak"
__ADS_1
" ya pa, akan Azura usahakan"
setelah beberapa perbincangannya dengan mertua nya Azura nampak berfikir agar ia mampu memenuhi undangan sang mertuanya.
flashback off.
"zay ini berkas-berkas yang harus Lo tanda tangani" ucap Nevan namun tak ada respon dari zayen .
" zay ? zayen" ucap Nevan menyadarkan lamunan zayen benar saja seketika zayen tersadar dari lamunannya .
" eh iya Van "
" kamu kenapa zay ? aku liat kamu sedang ada pikiran ,kangen istri di rumah ya?" goda Nevan.
" apaan sih siapa juga yang merindukan nya,"
" terus ?
" dia mengundangku makan malam" ucap zayen yang tak menyebutkan siapa yang mengundangnya makan malam sehingga nevan mengernyitkan dahi nya tanda tak paham apa maksud perkataan zayen jika hanya undangan makan malam kenapa sampai membuat dia melamun dan enggan untuk memenuhi undangan tersebut.
mengerti sang sahanat tak paham apa yang di ucapkan diri nya .
" tuan Wirata,mengundangku dan Azura untuk amakan malam" ucapnya lagi.
" oooo begitu....ya kamu tinggal penuhi aja undanga papa kamu zay beres kan?" ucap nevan santai dan itu membuat zayen melotot kearahnya.
" apa kamu bilang? aku harus memenuhi undangan nya ,tidak aku tidak akan memenuhi undangan makan malamnya Sampai kapanpun itu" ucap zayen dengan nada ketusnya dan penuh dengan penekanan .
" zay mau sampai kapan kamu aka tetus kayak gini,ayolah men lagian cuma undanga makan malam mungkin saja keluarga mu itu ingin lebih dekat lagi dengan Azura sebagai keluarga baru bagi mereka"
"justru itu aku tak akan mebiarkan perempuan itu dekat denga keluarga Wirata"
" hahahaha kamu ini lucu zay ,kamu ingin melarang Azura dekat dengan keluarga Wirata , sementara kamu sendiri tau saat ini azura memang sudah dekat dengan keluarga Wirata "
" maksudmu?"
__ADS_1
" maksudku? kamu ini lupa apa pura-pura lupa? kamu sadar gak sih zay kalau saat ini azura telah menjadi bagian di dalam keluarga om Wirata Karena ia telah menikah dengan putra sekaligus penerus dari kejayaan Wirata"
" dan putranya om Wirata yang saat ini menjadi suaminya Azura adalah dirimu zayen Ravindra Wirata pemilik sekaligus CEO termuda yang di segani banyak kalangan" jelas Nevan.