
malam hari.
saat ini Azura sedang bersiap-siap untuk pergi ,
" aku berharap ini pertama dan akan menjadi yang terakhir aku bertemu dengannya ,semoga aja habis ini tidak ada lagi masalah yang membuat aku terjerat dalam sebuah jurang yang akan menjeratku lebih dalam lagi" ucap azura pada dirinya sendiri sambil melihat pantulan dirinya di cermin.
tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil yang begitu nyaring di telinga Azura dan bertepatan dengan itu terdengar suara ketokan pintu.
"non Azura ,dibawah ada yang mencari non" ucap bi ati di balik pintu
" siapa bi ?? tanya azura
"bibi tidak tau non tapi dia seorang pemuda" ucap bi ati lagi.
"pasti itu dia" gumam Azura" ya sudah bi bilang padanya bentar lagi Azura turun "
"Baik non" ucap bi ati
kemudian bi ati turun, tak lama kemudian setelah bi ati turun Azura pun turun dan di ruang tamu nampak seorang pria yang sedang duduk membelakanginya
Tampa basa Basi lagi Azura sudah tau siapa tamu yang sedang duduk membelakangi nya itu.
"maaf sudah lama menunggu"ucap azura jutek.
"hemm"jawabnya singkat ,kemudian pria itu berdiri dan langsung menarik pergelangan Azura keluar rumah,sedang kan Azura pasrah dengan cara pria itu padanya.
bi ati ya melihat sepasang pemuda yang pergi begitu saja tampa berpamitan padanya hanya geleng-geleng kepala.
"anak jaman sekarang kelakuannya sangat memprihatinkan " gumam bi ati di depan pintu sambil melihat kepergian majikannya.
pria itu langsung membawa Azura kedalam mobilnya yang mewah,Azura hanya pasrah dan sesekali mengumpat kekakuan pria itu padanya.
"heh kau mau bawa aku kemana?,tanya Azura yang nampak geram dengan makhluk yang sedari tadi hanya diam tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut nya .
__ADS_1
"bener-bener sial aku hari ini ,bisa jalan dengan mayat hidup yang tak tau dia akan bawa aku kemana" batin azura.
"he kau tuli ya? gak punya telinga ? aku barusan nanya kau mau bawa aku kemana," tanya Azura lagi .
sementara yang tanya hanya menatap Azura dengan tatapan mematikan,Azura yang menatap tatapan seperti itu bukan membuatnya ciut tapi dia terus mencecar dengan beribu-ribu pertanyaan pada pria yang ada di sampingnya.
seketika pria itu memberhentikan mobil nya secara tiba-tiba dan membuat Azura kaget tak ketulungan.
"heh kamu bisa bawa mobil gak sihh?? hampir aja jantungku copot dan kal....."
"DIAAAM" ucapnya dengan nada tinggi nya , seketika Azura terdiam.
"aku heran kamu jenis makhluk keturunan apa sih ,kamu tu ya ibarat suara burung bewo yang terus berbunyi tak henti-hentinya"
mendengar ucapan yang membandingkan dirinya dengan bin****g.
"apa kamu bilang ? kau menyamankan aku dengan burung beo?? "
Azura tak menanggapi omongan nya lagi dia memilih untuk mengunci mulutnya walau sebenarnya dia masih terus mengumpat lawannya di dalam hatinya .
melihat Azura yang diam dengan raut muka yang memerah menahan amarah ,pria itu hanya tersenyum dan kembali melajukan mobilnya menuju tempat yang ingin dia tuju.
tak lama kemudian mobil itu berhenti di sebuah rumah yang begitu megah dengan desain rumah yang nampak klasik serta pintu gerbang yang tinggi menjulang yang memperlihatkan kemewahan yang terpancar dari bagunan tersebut.
disana nampak seorang laki-laki sudah lanjut usi sedang membukakan pintu gerbang ,kemudian pria itu melajukan mobil nya kembali masuk kepekarangan rumah mewah itu.
pria itu turun Tampa memperdulikan Azura yang sedang mengumpat dirinya.
"iihh dasar pria angkuh ,se enaknya saja dia turun Tampa memperdulikan aku dasar,terus ini dia bawah aku kerumah siapa??" batin azura.
"heh perempuan cerewet sampai kapan kamu akan terus berdiam disitu " tanyanya dengan tak henti-hentinya memanggil Azura dengan sebutan perempuan cerewet.
"sabar Azura kamu sedang di uji" batin azura.
__ADS_1
kemudian Azura turun dan secara tiba-tiba pria itu kembali menarik tangan AZURA,memasuki rumah itu.
Azura yang mendapat perilaku yang secara tiba-tiba itu langsung menepis tangan kekar yang menarik pergelangan tangan nya.
akan tetapi itu tak membuat pria itu melepaskan pegangannya melainkan ia terus menarik tangan AZURA hingga sampai kedepan pintu rumah itu.
pria itu langsung memencet bel rumah ,tak lama kemudian nampak seorang pelayan sedang membukakan pintu dan mempersilahkan pria dan Azura itu masuk.
"siapa biii "tanya seorang yang nampak tak asing di telinga Azura .
"suara itu?? seperti aku kenal suara itu" gumam azura .
"tuan zayen dan non silahkan duduk saya permisi kebelakang sebentar "ucap pelayan itu kemudian pergi.pelayang itu adalah bi nani Art di rumah itu
pria itu duduk Tampa memperdulikan Azura yang masih diam mematung di sana.
"heh perempuan cerewet mau sampai kapan kamu mau berdiri disitu" ucapnya pada azura
Azura kemudian duduk dan tak memperdulikan orang Yang ada di hadapannya.
"iihhh dia kenapa sih ,ett tunggu kenapa tadi pelayan itu mengenal pria ini ,apa jangan-jangan ini rumahnya? tapi kenapa dia berlaga seperti sedang bertamu di rumah ini"batin azura.
tak lama setelah itu keluarlah sepasang suami istri yang tak lain Wirata dan istri nya Mona.
Azura yang melihat seseorang yang datang menghampiri nya langsung bangkit dari tempat duduknya dan menyalami tuan rumah , sementara zayen tak perduli dia hanya fokus pada benda pipihnya.
"*dasar pria gak tau sopan santun "ucap azura dalam hati.
Wirata* yang paham dengan sifat anak laki-laki nya itu hanya tersenyum getir ,kemudian mempersilahkan Azura duduk .
Mona duduk di samping Wirata yang mana tempat duduk itu berhadapan dengan zayen tak lama setelah keluarlah seorang perempuan yang sangat Azura kenal ,dan sangat akrab dengan Azura.
"Kinan?? "ucap azura tak percaya dengan apa yang ia liat.
__ADS_1