DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
69


__ADS_3

" Van kamu dari mana sih? lama banget" tanya Azura pada nevan yang saat itu melihat nevan masuk dan menghampiri dirinya .


nevan tak menjawab pertanyaan Azura ia malah nampak melamun dan hanya berdiri mematung menatap zayen yang saat ini sedang terlelap dalam mimpi nya setelah tadi melakukan pemeriksaan secara intensif dan dokternya menyuntikkan obat pada selang infus sehingga membuat zayen tertidur pulas.


Azura melihat tatapan mata navan yang lurus menatap suaminya akan tetapi ia bingung apa yang nevan pikiran ,apa terjadi sesuatu pada suaminya Tampa ia ketahui.


" Van ,nevan?" bentak Azura kemudian nevan tersadar dari lamunannya.


" eh iya Azura sory-sory, kenapa? tanya nevan pada Azura yang membuat Azura bingung.


" hah? kenapa? apanya? kenapa malah kamu balik nanya, harus nya aku yang tanya ,kamu kenapa? dan ya bukannya tadi kamu bilang mau ke kantin mau beli makanan terus mana pesenan ku?" tanya Azura bertubi-tubi sekali Gus heran melihat nevan Tampa membawa apa-apa.


" oiya Ra ,maaf aku lupa"ucap nevan sambil menepuk jidatnya sendiri.


"apa kamu bilang? lupa? "tanya Azura Dengan tatapan tajamnya.


" ehhehehe iy-iya,eeettt tapi kau tenang saja aku akan kembali lagi buat beli, ok!!!!" ucap nevan sambil lalu pergi meninggalkan Azura yang sudah mulai tak bersahabat dengan nya .


nevan langsung pergi menuju kantin Tampa memperdulikan Azura yang kini sedang menatap kesal pada nevan.

__ADS_1


"dasar selalu saja ada yang bikin aku emosi pagi-pagi begini " gumam Azura pada dirinya sendiri.


" memangnya kamu lagi kesal sama siapa sayang?" tanya zayen pada Azura .


" ehh sayang kamu sudah bangun? pasti gara-gara aku ya...,maaf ya habisnya aku kesal sama sahabat mu itu " ucap azura


" sahabatku? nevan maksudnya? kenapa dengan dia ? " tanya zayen bingung apa yang telah nevan perbuat sehingga membuat Azura marah.


" ya,aku sudah di buat menunggu tapi ternyata dia lupa apa yang aku pesan bukannya itu sangat menyebalkan?"


" sekarang nevannya kemana?" tanya zayen.


" mana aku tau " jawab Azura dengan menggerakkan kedua bahunya.


" nih udah aku pesenin " ucap nevan sambil meletakkan dua kantong keresek yang ia bawa.


" apa ini? tanya Azura pada nevan sambil membuka kantong plastik yang didalamnya ada dua buah kotak makanan cepat saji.


" itu makanan yang kau pesan sudah aku belikan ,jadi gak usah marah lagi pada ku" jawab nevan dengan melangkah ke sofa dan menduduk tubuhnya di sana.

__ADS_1


" hemmmmm tenyata kau penepat janji juga ya, walaupun kau sudah membelikan apa yang aku mau, bukan berarti aku mau memaafkan mu " ucap azura sambil membuka makanan cepat saji dan langsung memakannya Tampa memperhatikan nevan dan zayen yang sedang melihat dirinya.


" ihh dasar bukannya bilang terimakasih malah sebaliknya dasar,....zay istrimu itu kenapa sih sensi banget" ucap nevan dan meminta penjelasan atas sikap Azura pada dirinya yang nampak begitu menjengkelkan di fikir nevan.


" entahlah aku pun tak tau,tapi yang jelas dia marah sama kamu karena kau berani buat dia menunggu saat dia lagi lapar,ibarat pribahasa macan akan terlihat ganasnya kalau dia sedang lapar hahhahaha" ucap zayen dengan suara yang sedikit berbisik agar tak di dengar oleh Azura.


nevan hanya tertawa kecil mendengar penuturan zayen yang begitu tega menyatakan prilaku istrinya dengan macan.


Azura tak menghiraukan perkataan dua pria yang sedang mentertawakan dirinya karena saat ini ia sedang asyik dengan makanan nya dan ia pun tak segan-segan mengeluarkan satu kotak yang masih tersisa satu.


melihat Azura yang sangat begitu lahapnya memakan makanan yang begitu banyak membuat zayen mengernyitkan dahinya dan juga membuat nevan melongo tak percaya.


" gila zay sudah berapa tahun istrimu tak makan? apa saat ini ia sedang kesurupan? " ucap nevan pada zayen.beberapa saat zayen menatap nevan yang sedang menatap istrinya kemudian menatap Azura.


" entahlah Van apa sebegitu lapar nya sampai ia harus menghabiskan makanan sebanyak itu, padahal setahuku Azura itu termasuk orang yang sulit sekali makan Lo Van" ucap zayen pada nevan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโžก๏ธโžก๏ธโžก๏ธ


cinta itu hadir pada siapa saja ,ia hadir dalam jiwa manusia ,cinta hadir dalam setiap waktu ,dalam setiap detik menit bahkan cinta akan selalu ada walaupun manusia terkadang ingin menjauh dari rasa cinta ,cinta sejati adalah cinta yang hadir dikala ia bisa bersandar pada perasaan yang suci dan bukan ingin mendapatkan cinta karena sebuah ambisi.

__ADS_1


salam manis untuk mu dari diriku โค๏ธ


jangan lupa tinggalkan jejak mu di karyaku ini ya.... terimakasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2