DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
38


__ADS_3

ketika pintu sudah mulai kebuka ternyata keberuntungan sedang berpihak padanya,Azura melihat sosok laki-laki yang saat ini sudah bersandang status menjadi suami tertidur pulas.


"sukurlah ia sudah tidur ,jadi aku tak perlu buang-buang tenaga untuk berdebat dengannya" gumam azura.


zayen yang saat itu hanya berpura-pura tidur mendengar apa yang baru saja Azura ucapkan,


" dasar perempuan cerewet ,dia tidak tau aja kalau aku gak tidur"batin zayen.


azura melihat sekeliling kamarnya,ia nampak ragu buat berbaring di samping suaminya,tapi karena tidak ada pilihan lain Azura terpaksa harus tidur disamping zayen karena ia sendiri sudah nampak lelah.


Azura naik keatas ranjangnya dan berbaring di sebelah zayen tak lupa ia memberikan bantal guling di tengah-tengah sebagai pembatas antara dirinya dan sang suami.


tak butuh waktu lama mereka berdua pun terlelap dalam posisi tidur yang saling membelakangi.


keesokan paginya matahari sudah menampakkan kehangatan bagi bumi dan memancarkan cahayanya kesegala penjuru dunia 😀


cahaya itu menyinari sepasang suami istri yang saat ini masih terlelap dalam mimpi nya dan terbangun setelah merasa bahwa matahari kini sudah mulai mentertawakan nya.


azura mengerakkan tubunya yang terasa berat,ia mulai membuka matanya dan melihat benda apa yang saat ini menindih perutnya.


ternyata sebuah tangan kekar sedang memeluk dirinya dengan begitu erat tidak ada celah antara dirinya dan sang pemilik tangan itu.


saat ini zayen sedang memeluk Azura sedangkan bantal guling yang Azura gunakan sebagai pembatas sudah tak tau dimana.

__ADS_1


azura reflek menoleh kesamping kanan nya dan ketika ia menoleh dia diam terpaku karena pasalnya bibirnya bersentuhan dengan bibir zayen.


karena posisi Azura dan zayen yang begitu dekat jadi tidak heran jika dengan sedikit gerakan maka kejadian itu akan mudah terjadi.


dag...Dig...dug.... itulah yang saat ini Azura rasakan detak jantung nya mulai bergemuruh ,Azura terdiam beberapa saat sehingga sebuah suara menyadarkan lamunannya.


"ternyata selain cerewet kau juga pandai dalam mencium seseorang secara sembunyi-sembunyi" ucap zayen yang saat itu sebenarnya zayen hanya berpura-pura tidur,ia sudah terbangun saat Azura mengeliatkan badannya,akan tetapi Azura tak menyadari itu.


dan Azura juga tidak tau bahwa apa yang saat ini terjadi itu adalah ulah zayen, sebenarnya saat Azura sudah terlelap dalam tidur nya ,zayen membuka matanya dan melihat Azura yang dengan sengaja membatasi tempat tidur nya dengan bantal guling,zayen kemudian membuang bantal guling nya dan mendekatkan dirinya disamping Azura sehingga tidak ada penghalang apapun antara dirinya dan sang istri,zayen sekilas memperhatikan wajah cantik Azura yang saat itu sudah terlelap dalam mimpi " ternyata saat sedang tidur ia terlihat cantik dan manis" begitulah kira-kira yang zayen katakan sebelum ia terlelap kedalam mimpi sambil memeluk Azura.


begitulah ceritanya 😀😀😀🤭🤭.


"a..a..apa yang kau lakukan?"tanya Azura gugup dan malu karena ia merasa sedang tertangkap basah .


" kau jangan terlalu percaya diri tuan ,a..aku tidak sengaja berbuat itu padamu" ucap azura yang berusaha menetralkan dirinya.


" memangnya kau sudah berbuat apa?" tanya zayen berpura-pura tidak tahu apa yang dimaksud oleh sang istri.


" ah sudah lah hanya buang - buang waktu kalau berbicara denganmu, mending aku mandi saja" ucap azura kemudian bangkit dari tidurnya dan beniat untuk pergi ,


ketika Azura ingin turun dari tempat tidur nya,zayen dengan sengaja menarik pergelangan tangan AZURA sehingga membuat Azura kehilangan keseimbangan Al hasil ia terjatuh menimpa tubuh zayen ,tatapan diantara keduanya bertemu .


tangan kiri zayen kemudian terangkat dan menyentuh bibir Azura, mendapatkan sentuhan lembut Azura seperti di sengat listrik seluruh tubuhnya bergetar.

__ADS_1


" apakah aku boleh mencicipi bibir manismu ini lagi?" tanya zayen dengan mengedipkan sebelah matanya. Tampa menunggu persetujuan Azura zayen kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Azura.


azura berusaha berontak akan tetapi tenaga zayen sangat kuat sehingga Azura tak mampu lagi untuk melawan sampai pada akhirnya zayen sendiri lah yang melepasnya dan membiarkan Azura pergi.


Tak membuang-buang kesempatan Azura kemudian bangkit dan berlari ke arah kamar mandi,zayen yang melihat perubahan rona merah pada wajah sang istri hanya tersenyum .


didalam kamar mandi Azura memandang pantulan dirinya di cermin dengan reflek ia menyentuh bibir nya dan terbayang kejadian yang baru saja sang suami lakukan padanya.


" iiihhhh apa-apan sih kenapa aku malah membiarkan beruang kutub itu menyentuh bibirku dan mencuri ciuman pertama ku" gumam azura pada dirinya sendiri.


azura cukup lama berada didalam kamar mandi,sehingga membuat zayen nampak heran hal apa saja yang di lakukan sang istri didalam kamar mandi.


zayen bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi ,di depan pintu kamar mandi zayen berkali-kali mengetok pintu kamar mandi akan tetapi tidak ada tanda-tanda pintu itu terbuka.


" heyy apa yang kau lakukan di dalam kamar mandi,kenapa kau sangat lama? tanya zayen namun tak ada jawaban dari dalam.


"heyy buruan keluar atau aku dobrak pintu kamar mandi ini " lagi-lagi tak mendapat respons dan itu membuat zayen nampak kesal.


" baiklah kalau kau masih tidak mau keluar,dalam hitungan ketiga aku dobrak pintu ini" kata zayen lagi tapi tetap saja tidak ada komentar apa-apa.


"satu" ucap zayen yang mulai menghitung.


"dua"

__ADS_1


" ti...." ucapan zayen terhenti ketika melihat pintu sedikit demi sedikit sudah mulai terbuka.


__ADS_2