DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
40


__ADS_3

" tapi apakah harus saat ini juga? kenapa kalian tidak coba tinggal beberapa hari lagi disini setelah itu baru kalian pindah dari sini" ucap rianti.


" benar itu nak zayen, kalian bisa tinggal disini untuk sementara waktu ,minimal Minggu depan kalian boleh pindah ,ayah bukan apa-apa kalian kan masih pengantin baru kalian masih butuh pengawasan dari kami karena kalian tanggung jawab kami" ucap remon


" zayen ngerti ayah ,ayah sama bunda menghawatirkan kami berdua tapi saat ini zayen adalah kepala rumah tangga bagi keluarga kecil zayen sendiri itu berarti zayen harus melakukan apa yang seharusnya zayen lakukan saat ini zayen berusaha belajar untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab lagi karena saat ini ada Azura yang harus zayen bahagiakan ,zayen akan bertanggung jawab dan melindungi Azura dengan sepenuh hati zayen ,jadi zayen mohon sama ayah dan bunda untuk memberikan kami izin untuk tetap pindah dari rumah ini" ucap zayen panjang lebar ,dan tetap berusaha mencari alasan untuk tetap pindah .


Remon dan rianti yang mendengar penuturan dari sang menantu hanya tersenyum dan membenarkan apa yang di bicarakan zayen memang benar bahwa saat ini mereka harus memberikan mereka ruang untuk belajar menjalani rumah tangga.


" coba saja apa yang kau ucapkan benar dan kenyataan zayen ,pasti aku sangat senang dan merasa menjadi seorang istri paling bahagia,tapi apa yang aku harapkan itu rasanya tidak mungkin"batin azura.


"Ra ....,Azura?" panggilan rianti membuat Azura sadar dari lamunannya,entah berapa lama ia melamun dan hal apa saja yang dilewatkan selama ia melamun karena ia sendiri tak sadar bahwa semua orang kini sedang melihat dirinya.


"kenapa kalian menatap diriku seperti itu?" tanya Azura pada ketiga orang yang saat ini menatap diri nya.


" kamu kenapa sayang? kok bunda liat kamu sedang melamun?" tanya rianti .


" azura gak papa bunda " ucap azura mencoba menutupi nya.


"nak zayen jadi kapan kalian akan pindah?" tanya Remon.

__ADS_1


" habis ini ayah, setelah sarapan kita akan langsung siap-siap karena sebentar lagi sopir pribadi ku akan sampai untuk menjemput kami"


" oooo begitu,tapi sebelum kalian pindah ,nak zayen nanti temui ayah di ruang kerja,ada sedikit sesuatu yang pingin ayah sampaikan" ucap Remon dan di jawab anggukan oleh zayen.


acara sarapan pagi pun selesai,Azura kembali ke kamarnya untuk membereskan barangnya yang ingin ia bawa untuk pindah mengikuti ajakan suami nya walaupun dengan berat hati Azura mau gak mau harus siap pindah dan berpisah dari kedua orang tuanya.


rianti membantu Azura untuk bersiap-siap sesekali rianti memberikan nasehat pada Azura dan Azura hanya menanggapi nya dengan anggukan,dan senyuman manisnya.


sementara Remon kini sudah berada di ruang kerja bersama zayen,


" apa yang ingin ayah sampaikan pada zayen,apa ayah masih meragukan zayen sebagai suami Azura?" tanya zayen dengan tatapan penuh selidik.


"hahhahhaha ,bukan itu yang ingin ayah sampaikan nak"


"azura itu anak kesayangan ayah, dia anak yang penurut tidak pernah sedikitpun bikin ayah kecewa,dia anak yang begitu mandiri,ceria , welcome pada siapa saja,ia tak pernah sedikitpun mengeluh apa yang ia rasakan "


"ayah sangat sayang padanya,dan ayah sangat bangga pada nya ,Azura merintis semua kesuksesan yang saat ini ia miliki murni atas kerja kerasnya sendiri dia selalu menolak segala fasilitas yang ayah siapkan"


"ya yah zayen kagum dengan Azura,zayen fikir azura itu sama seperti perempuan pada umumnya yang hanya mengandalkan fasilitas dari kedua orang tuanya" ucap zayen kali ini zayen mengungkapkan apa yang ia rasakan pertama kali mengenal Azura.

__ADS_1


"hemm ,tapi ayah gak sanggup jika matahari yang saat ini bersinar terang akan segera redub "


deg,


zayen tidak mengerti apa yang Ingin disampaikan sebenarnya oleh mertua nya,tapi dari kata-kata yang barusan ia dengar nampaknya ada rahasia besar yang selama ini disembunyikan,fikir zayen


akan tetapi zayen tak mau terlalu mengambil kesimpulan dia lebih memilih diam dan mendengarkan apa yang akan disampaikan setelah nya.


" zayen apa kamu mau berjanji sama ayah?" tanya Remom pada zayen dengan mata berkaca-kaca.


"hah? ucap zayen heran.


" ya ,apa kamu akan berjanji sama ayah ,bahwa kamu akan terus melindungi Azura,menjaga azura, memberikan kebahagiaan padanya?"


zayen seperti di tindih sesuatu yang sangat berat dalam hati dan fikirannya semua itu membuat zayen tak mampu lagi tuk bernafas, kata-kata Remon memberikan sejuta amanah yang harus zayen tanggung seumur hidupnya ,sedangkan zayen tak memiliki pemikiran akan terus membahagiakan Azura, karena ia sendiri tidak yakin dengan perasaan nya ,di sisi lain ia menikahi Azura karena ingin mengambil apa yang harus ia miliki dan di sisi lain ia juga tak bisa memungkiri bahwa jauh di dalam hati zayen ,ia ingin sekali menjadi satu-satunya pelindung yang memberikan ke nyamanan buat Azura,ia ingin menjadi satu-satunya yang memberikan kebahagiaan buat Azura,semua itu tak dapat zayen pungkiri.


"zay....zayen?" sambil melambai-lambai kan tangannya di depan muka zayen.


" eh i..iya yah" ucap zayen glagapan.

__ADS_1


"kamu kenapa melamun? apa kamu mau berjanji sama ayah?" tanya Remon lagi untuk meyakinkan bahwa zayen akan berjanji untuk nya menjaga sang putri kesayangannya.


" ayah zayen hanya manusia biasa ,zayen tidak mau berjanji sama ayah tapi zayen akan berusaha sekuat dan semampu yang zayen bisa,tapi ayah boleh kah zayen bertanya apa maksud perkataan ayah bahwa matahari yang bersinar akan segera redub itu maksudnya apa? apa ada hubungannya dengan kehidupan Azura,apakah ada suatu rahasia yang ingin ayah sampaikan pada zayen?" cecar zayen dengan beribu-ribu pertanyaan pada Remon.


__ADS_2