
Remon diam beberapa saat Tampa ia sadari ia meneteskan air mata, Serasa ia tak sanggup untuk menceritakan apa yang selama ini ia tutupi.
tapi sekuat apapun rahasia itu ditanam pasti suatu saat akan roboh dan akan tumbang ,akan tetapi Remon melihat pada diri zayen kepribadian seseorang yang siap bertanggung jawab terhadap dirinya dan orang disekitarnya,mungkin merelakan Azura menikah dengan zayen dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi ini adalah jalan satu-satunya karena bagaimana pun zayen adalah suami Azura dan mungkin dengan dirinya menceritakan sebuah rahasia besar padanya membuat zayen akan selalu siap siaga untuk terus berda disamping Azura,fikir Remon.
akhirnya Remon memberanikan diri untuk bercerita.
" azura bukan anak ayah dan rianti" ucap Remon dengan menundukkan kepalanya .
deg....
ucapan Remon jelas membuat zayen terkejut dan membuat zayen diam Tampa kata-kata,mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar.
azura gelisah karena pasalnya ayah dan suami nya belum juga keluar , memberikan ia begitu banyak tanda tanya.
"ayah dan suamimu belum keluar juga sayang?"tanya rianti pada Azura , karena sedari tadi Azura Nampak gelisah dan mondar mandir tak tentu arah.
"belum bunda, kenapa sih mereka lama banget di dalam , memangnya apa yang mereka bicarakan?"tanya Azura curiga ,rianti hanya membalasnya dengan gelengan kepala.
setelah lama menunggu akhirnya Remon dan zayen keluar dan menghampiri Azura dan rianti di ruang tamu.
" khemmmm" Remon datang menghampiri Azura dan rianti yang sedang asik membaca majalah dan tak sadar bahwa ada ia dan zayen di dekat mereka.
azura dan raianti mendongak kepalanya menatap dua manusia yang sudah lama di tunggu kedatangannya.
"ayah "ucap zura.
__ADS_1
bertepatan dengan itu ada suara mobil yang memasuki area halaman rumah .
"itu kayaknya pa Setyo supir pribadi yang akan menjemput kami ayah" ucap zayen.
"Oya udah kalau begitu ,apa semua nya sudah siap?"tanya Remon.
"sudah ayah semua sudah siap"ucap azura karena ia sendiri lah yang sudah memastikan barang-barang yang akan ia bawa.
"ya sudah kalau begitu kita pamit ayah, bunda " pamit zayen pada kedua mertua nya tak lupa zayen juga mencium tangan keduanya.
begitupun azura yang juga berpamitan pada kedua orang tuanya.setelah itu Remon dan rianti mengantar zayen dan Azura keluar rumah.
zayen sudah lebih dulu memasuki mobil mewahnya, sementara azura baru beberapa langkah menuju mobil tiba-tiba Azura berbalik dan memeluk Remon secara tiba-tiba.
" azura tidak tau ayah ,Azura merasa kalau Azura akan sulit bertemu dengan ayah,Azura merasa Azura akan kehilangan pelukan hangat ini" tangis Azura dalam pelukan Remon.
Remon terdiam seketika ia berusaha sekuat tenaga untuk tetap tersenyum pada sang putri walaupun jauh di dalam hatinya ia merasa terpukul atas ucapan Azura,secara tidak langsung parasaan yang Azura rasakan adalah perasaan yang sebentar lagi akan terjadi .
" kamu ngomong apa sayang ,kamu kan cuma pindah mengikuti suamimu,ayah sama bunda akan selalu bersama mu " ucap Remon"maafin ayah sayang ,maafin ayah" batin Remon.
Remon melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Azura dengan penuh harap semoga suatu saat ia dapat melihat wajah yang saat ini ada di hadapannya lagi dan akan bersama kembali.
" ayah kok menangis?" tanya Azura saat melihat Remon meneteskan air mata nya .
azura mengusap air mata yang membasahi pipi sang ayah.
__ADS_1
" a..ayah gak papa sayang ,ayah cuma terharu putri yang dulu masih ayah gendong ,ayah peluk,ayah manja dengan sepenuh hati , sekarang sudah dewasa dan sudah memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri,jaga diri kamu baik-baik ya sayang ,patuh pada suamimu jadilah istri yang bisa selalu ada di sisi suami baik susah maupun senang" nasehat Remon pada Azura dan tanpa terasa air matanya menetes kembali membasahi pipinya.
" ya ayah Azura janji ,azura akan menjadi seorang istri yang baik sama kayak bunda" ucap azura sambil menatap rianti.
" ya sudah sayang suamimu sudah menunggu mu,ingat pesan ayah ok!!!"
" ok ayah, Azura pamit ya ayah"pamit Azura.
kemudian Azura melangkah menuju mobil,pak Setyo sudah membuka kan pintu mobil bagian belakang setelah Azura masuk kedalam mobil pak setyo pun menutup kembali pintu mobil kemudian masuk ke kursi bagian depan tak lama setelah itu mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah.
di dalam mobil nampak hening tidak ada satu patah katapun dari Azura ,zayen maupun pak setyo.
azura terus menangis dalam diam entah mengapa di dalam hatinya ia merasa apa yang ia rasakan adalah suatu kenyataan ,akan tetapi AZURA berusaha untuk tidak berfikir yang macam-macam ,mungkinkah ini akibat pernikahan yang ia alami saat ini ,fikir Azura.
zayen yang melihat Azura diam dan hanya menatap kosong kearah jendela mobil Tampa ada kata-kata sedikit pun mencoba merangkul pundak AZURA dan membawa Azura dalam dekapannya.
entah desakan dari siapa Azura menurut tampa ada perlawanan , menurutnya pelukan yang saat ini ia rasakan nampak begitu menenangkan.
" menangislah jika kamu ingin menangis,aku mohon jangan kau pendam apa yang saat ini kau rasakan" ucap zayen dengan lembut,mendengar kata-kata yang begitu menyentuh membuat Azura semakin tak tahan lagi untuk tidak menangis, akhirnya ia pun menangis dalam dekapan zayen.
🌹🌹
ikuti terus ceritanya ya.....jika kalian penasaran rahasia di balik cerita ini
terimakasih 🙏😊
__ADS_1