DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
58


__ADS_3

" Azura tidak ada sekarang karena sekarang ia sedang menemani suami tercinta nya makan siang" jelas caila pada Kinan, sementara Kinan hanya menatap caila dengan intens.


" oh iya?,yang benar kak?" tanya kinan tak percaya .


" iya ,masa KK bohongin kamu sih," ucap caila sambil tersenyum melihat expresi Kinan yang seperti terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang terjadi.


"Tuhan terimakasih akhirnya kau mengabulkan doa ku ,pasti papa sangat senang mendengar kabar ini,semoga ini awal yang baik buat keluarga ku" batin Kinan yang saat itu sangat merasa senang .


caila yang seakan paham dari maksud keterkejutan dan binar-binar kebahagiaan dari wajah Kinan hanya tersenyum, sementara Lina merasa heran tapi ia tak bermaksud ikut campur dan memilih diam saja.


Kinan ,caila maupun Lina kini sedang asik berbincang-bincang disertai dengan tawa sebagai penghias diantara obrolan sesama kaum wanita.


" wah rupanya ada Kinan" ucap azura yang baru saja datang .


ketiga perempuan yang tadi asik bencanda tawa lansung menengok kearah suara.


" eh kak Azura sudah datang" ucap Kinan senang.


" wah nampaknya aku mencium-cium bau kebahagiaan nih" goda caila sedangkan Azura hanya membalasnya dengan senyuman.


" apaan sih biasa aja kali" ucap azura malu-malu


sedangkan caila ,Kinan dan juga Lina tersenyum melihat perubahan wajah Azura yang sudah kemerahan.


" udah ah kak ,kasian kak Azura tu liat pipi ka Azura jadi merah kan" ucap Kinan mejadikan Azura tambah merasa malu.


semuanya yang ada di butik itu tertawa termasuk Azura selaku objek utama dari perbincangan mereka.


zayen yang saat itu sudah balik ke kantor nya langsung menuju ruangan kebanggaan nya.

__ADS_1


diruangan itu zayen langsung merebahkan tubuhnya di sofa sambil tersenyum mengingat beberapa menit lalu menghabiskan waktu bersama istri tercinta nya.


Nevan yang baru itu keluar dari kamar mandi ,melihat zayen yang tersenyum-senyum sendiri langsung menghampirinya.


" Woi kapan kau datang?" ucap Nevan sambil melempar pukulan di paha zayen,sontak membuat zayen tersadar dari lamunan indahnya.


" kau memang tak tau sopan santun ya main nerobos aja ,kau liat kan itu ada pintu"? tanya zayen menyindir atas kelakuan sahabatnya itu.


" ya aku liat" jawab Nevan cuek.


" terus kenapa kau main masuk aja Tampa mengetok pintu dulu?" tanya zayen lagi.


" hahhahahahahha"


" kenapa kau ketawa Memang nya ada yang lucu?"


" kenapa kau diam?" tanya Nevan pada zayen sementara yang ditanya tak menjawab apa-apa dan memilih bangkit dari sofa menuju kursi kebesaran nya.


" ye dia malah pergi" Sindir Nevan.


"zay gimana tadi acara makan siangnya lancar?" tanya Nevan dengan senyum usilnya.


"lancar" jawab zayen ketus.


"wah cerita-cerita dong" ucap Nevan penuh paksaan sambil menghampiri zayen ke kursi yang berhadapan dengan zayen.


"ngapain kau kesini?" tanya zayen sinis.


" mau dengar cerita kamu lah,kalau duduk disana kan kejauhan" ucap Nevan dengan senyum smirik nya.

__ADS_1


" gak ada ,udah deh mendingan Sekarang kamu pergi ,aku lagi mau sendiri " usir zayen sambil menunjuk pintu keluar.


akhirnya Nevan pasrah dan ia pun pergi membiarkan zayen sendiri di ruangan itu.


kini jam sudah menunjukkan pukul jam lima sore ,


zayen dan nevan keluar ruangan secara bersamaan.


" hufffff akhirnya ya zay pekerjaan kita selesai juga ,aku gak nyangka masalah ini dapat kita selesaikan dengan begitu mudahnya " ucap Nevan sambil memasuki lif bersamaan Dengan zayen yang saat itu juga memasuki lif .


" ya , setelah ini aku gak mau kecolongan lagi,Van kau tolong urus semua cabang , control setiap dikadenya dan periksa setiap laporan-laporan dan laporan kepadaku jika ada sesuatu yang janggal menurutmu " titah zayen dan nevan hanya menganggukan kepala nya .


zayen dan nevan keluar lif secara bersamaan ,sampai di parkiran mobil mereka berpisah haluan Nevan menuju parkiran mobil nya sendiri kemudian pergi meninggalkan pekarangan kantor dan begitu pulalah zayen .


zayen melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,saat ini ia melajukan mobilnya menuju butik Azura karena ia sudah janji untuk menjemput nya pulang bersama.


"Ra kamu yakin gak pulang bareng aku?" tanya caila lagi dan Azura hanya menggelengkan kepalanya.


" gak cai makasih atas tawaran nya,aku sudah janji sama zayen soalnya dia tadi sudah janji mau jemput aku,tapi entah sampai sekarang juga belum sampai" jawab Azura yang saat itu sedang menunggu kedatangan suaminya.


" coba kau hubungi suami kamu itu ,takutnya ia lupa" .


"aku sudah telfon dia berkali-kali tapi henfonnya gak aktif" jawab Azura


" atau begini aja Ra ,kamu pulang bersama ku, terus nanti di dalam mobil kamu hubungi zayen,karena aku gak tega ninggalin kamu sendiri di sini" ucap caila lagi-lagi menawarkan tumpangan pada Azura,namun berkali-kali juga Azura menolaknya dengan alasan akan menunggu suaminya datang.


caila akhirnya pergi meninggalkan Azura yang saat itu sedang menunggu suaminya datang.


setelah 15 menit Azura menunggu suaminya, namun yang di tunggu juga belum menampakkan tanda-tanda maka saat itu jugalah Azura sudah mulai jengkel dan pulang dalam keadaan marah ,kesal semua bercampur aduk.

__ADS_1


__ADS_2