DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
51


__ADS_3

dua hari zayen dirawat di rumah sakit,dan selama itu pulalah Azura tak mengunjungi nya,dan itu membuat zayen sedikit ada rasa kecewa yang dirasakannya,namun Tampa sepengetahuan zayen Azura setiap hari datang mengunjungi zayen hanya saja saat Azura datang zayen sedang terlelap tidur,dan Azura hanya bertemu dengan Nevan saja yang saat itu memang setia menemani zayen di rumah sakit.


"Van apakau sudah telfon supir pribadi ku untuk menjemput ku sekarang?"tanya zayen yang saat itu zayen memang sudah di izinkan pulang.


"sudah zay, sebentar lagi juga datang"


"Van apa Azura tau kalau aku pulang hari ini?" tanya zayen lagi.


mendengar pertanyaan zayen yang seakan-akan mengharapkan Azura datang terbesit rencana licik di fikiran Nevan.


" kemarin aku sudah kasih tau dia ,dan aku kasih tau dia agar dia menjemputmu,tapi......" Nevan sengaja mengantungkan kalimatnya.


" tapi apa?" tanya zayen penasaran.


"tapi bohong" seketika gelak tawa dari nevanpun terdengar jelas dan itu membuat zayen sedikit jengkel dengan cara Nevan yang mencoba mengerjainya .


"sorry zay habis nya kamu lucu sekali" masih sambil ketawa.


" lucu? maksudmu?" tanya zayen tak mengerti.


" ya kamu lucu ,di depan Azura kamu sok soan berprilaku dingin padanya tapi di belakang Azura kau seperti seorang suami yang merindukan belaian istrinya" jelas Nevan.


" a-aku cuma menanyakannya saja kok,apa itu salah? " ucap zayen glagapan.


" ya ya terserah kau saja lah ,tapi yang jelas Azura tidak bisa menjemputmu hari ini karena ada beberapa pekerjaan penting yang harus ia tangani sendiri ,aku harap kau bisa memahami nya" ucap Nevan yang saat itu memang sudah menghubungi Azura ,akan tetapi azura tidak bisa datang kerumah sakit karena ada beberapa hal yang sangat penting yang harus Azura tangani sendiri .

__ADS_1


"apa pekerjaan begitu penting untuk nya , sehingga ia tidak bisa menundanya sebentar saja untuk menjemput ku hari ini? apa dia masih marah sehingga menjadikan pekerjaan nya sebagai alasan" fikir zayen.


" zay kamu kenapa melamun?" tanya Nevan.


" gak aku gak papa ,oiya gimana apa supirku sudah datang?" tanya zayen mencoba mengalihkan perhatian Nevan agar tidak curiga,dan tak lama setelah itu terdengar suara panggilan masuk di henfon Nevan dan ternyata itu panggilan dari supir pribadi zayen yang saat itu telah sampai dan sudah menunggu di halaman rumah sakit.


"zay maaf ni aku gak bisa ngantar kamu sampai rumah karena aku harus balik ke kantor ,ada beberapa klaien kita yang meminta bertemu hari ini juga ,kamu gak papa kan aku tinggal? aku janji nanti malam aku kerumah kamu bagaimana?" ucap Nevan yang merasa tidak enak hati karena membiar kan zayen pulang sendiri walau zayen sudah di jemput oleh supir pribadi nya tapi tetap saja Nevan tak enak hati jika meninggal kan zayen sendiri .


" kamu tenang aja Van ,kamu gak usah hawatir lagian aku Uda sembuh kok,aku malah gak enak sama kamu yang harus bolak balik hanya untuk merawat aku dan juga bertanggung jawab sama pekerjaan " ucap zayen .


" aduhhh kok jadi mellow gini sih sahabat ku ini,zay itu sudah jadi tanggung jawabku,ah sudah lah kalau begitu aku cabut duluan ya ke kantor "


" ya kamu hati-hati ya .." ucap zayen .


tak lama setelah itu zayen pun pergi meninggalkan rumah sakit,


kini mobil yang di tumpangi zayen telah memasuki area pekarangan rumah zayen ,di sana zayen sudah di sambut oleh beberapa art .


zayen terlihat sedang mencari seseorang ,bi Ani salah satu ART seolah mengerti apa yang di cari oleh majikannya itu langsung menghampiri zayen yang saat itu sedang duduk di ruang tamu.


"tuan muda zayen apakah ingin sesuatu biar bibi ambilkan?" tanya bi Ani .


"tidak bi makasih" ucap zayen datar.


"baiklah kalau begitu ,bibi permisi kebelakang dulu tuan" pamit ni Ani.

__ADS_1


"ya bi"


kemudian bi Ani pergi ke dapur untuk melakukan pekerjaan yang belum sempat ia selesaikan.


karena merasa suntuk duduk sendiri di ruang tamu zayen memilih untuk naik kelantai dua ,karena zayen ingin segera istirahat didalam kamar nya.


ceklek....pintu kamar pun terbuka,Tampa menunggu lama ia pun merebahkan tubuhnya di kasur king size nya,tak butuh waktu lama zayen pun terlelap.


setelah beberapa menit terlelap zayen seperti mendengar pintu yang tadi ia tutup kembali terbuka ,namun ia enggan untuk bergeming dan membuka matanya karena ia merasa tubuhnya terasa lelah , entah lah apa yang saat ini terjadi .


walaupun zayen sangat lelah tapi ia merasa kan bahwa saat ini ada seseorang yang tengah menghampiri dirinya dan membenarkan posisi tidur nya seseorang itu tak lain adalah Azura yang saat itu membenarkan posisi tidur zayen yang terlihat tidak nyaman di penglihatan Azura.


azura melepas kan sepatu zayen dan menyelimuti dengan begitu hati-hati.


setelah itu Azura pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket.tak butuh waktu lama kini Azura sudah selesai dengan ritual mandinya dan bersiap-siap dengan pakaian santainya.


karena melihat suaminya masih tidur Azura berniat untuk pergi ke dapur untuk membuat makanan buat sang suami.


setelah beberapa menit Azura telah kembali dengan membawa makanan di tangannya dengan segelas air putih.


zayen yang baru saja terbangun nampak terkejut dengan kehadiran Azura yang tiba-tiba duduk di sampingnya.


"aku yakin kamu belum makan , soalnya kata bibi, tadi pulang dari rumah sakit kamu langsung masuk kamar dan belum sempat makan"ucap azura tampa menatap zayen sama sekali.


" apa begini cara kamu melayani suami kamu?" tanya zayen tak terima dengan perlakuan Azura yang sama sekali tak menatap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2