DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
70


__ADS_3

setelah beberapa menit akhirnya Azura sudah selesai dengan urusan nya saat ia ingin membuang sampah ke tempat sampah ia melihat kearah jendela rumah sakit yang memperlihatkan jalan raya dan ada beberapa penjual yang sedang berlalu lalang menjual aneka macam makanan walaupun banyak sekali makanan yang terlihat di pandangan nya akan tetapi dirinya hanya tergoda pada satu penjual yang tak lain penjual rujak buah yang mana buahnya terlihat begitu segar dan menggiurkan .


" hemmmmm enak kali ya rujak itu kok kelihatan nya menggugah selera ku, rasanya aku pingin beli makanan itu" gumam Azura dalam hati sambil memperhatikan penjual rujak di sebrang jalan raya .


zayen yang melihat Azura nampak melamun merasa heran dan penasaran dengan tatapan mata nya yang seperti melihat sesuatu yang membuat nya terpaku.


" Azura apa yang kamu lihat?" tanya zayen penasaran.


Azura kemudian tersadar dan menoleh pada zayen kemudian melangkah mendekat ke samping zayen.


" aku melihat penjual rujak buah di sebrang jalan rumah sakit ini dan seperti nya sangat enak" ucap azura dengan suara manjanya karena ia berharap seseorang dapat mengabulkan keinginan nya.


nevan tak menghiraukan perkataan Azura hanya saja ia heran dengan tingkah Azura yang seakan-akan bertingkah seperti seorang yang tidak pernah memakan apapun sama sekali padahal kenyataannya sebaliknya.


zayen yang paham dengan kondisi istrinya yang sedang ingin sesuatu yang baru saja diceritakan oleh Azura pada dirinya lansung menatap nevan,nevan yang menatap zayen nampak bingung dan bertanya-tanya .


" kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya nevan penasaran.


" Van kau tau kan apa yang baru saja Azura katakan?' tanya zayen pada nevan.


" ya ..ya aku mengerti dia melihat penjual rujak buah di sebrang jalan rumah sakit ini" jawab nevan pada zayen, Tampa tau maksud yang zayen katakan.

__ADS_1


" itu berarti?" tanya zayen membuat nevan mengernyitkan dahi nya tanda tak mengerti.


" berarti?.....ya berarti melihatnya dan dia menceritakan padamu karena barusan kau bertanya" jawab nevan dengan santainya .


" udahlah buat apa kau berbicara padanya ia tidak akan mengerti lagi pula kalaupun ia mengerti aku tak mau dia yang membelinya biar aku saja" sambung Azura yang merasa jengkel dengan kelakuan nevan menurut nya hari ini nevan sangat menguji kesabaran nya.


mendengar perkataan Azura barulah ia mengerti kalau Azura bukan hanya menceritakan perihal pertanyaan zayen padanya akan tetapi ia juga ada maksud lain begitulah yang ia pahami.


" gak boleh !! kau akan tetap disini biar nevan yang membelikan untuk mu, nevan apakah kau masih sayang dengan nyawamu? "ucap zayen sebelum ia memberikan pertanyaan yang membuat nevan menganga mendapatkan pertanyaan yang sama sekali tak bisa ia bayangkan akan tetapi seketika ia tertawa .


" hahahahahhaha pertanyaan macam apa tu? bahkan anak kecil baru lahir saja bisa menjawab pertanyaan mu zay" Jawab nevan yang masih saja tertawa.


" halo pak dino,apakah bapak ada kendala disana?" ucap zayen setelah tersambung dengan seseorang disana.


mendengar nama pak dino seketika nevan bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah zayen yang masih setia berbincang-bincang dengan seseorang.


"ok ...ok aku akan membelikan keinginan istrimu itu " ucap nevan seketika zayen tersenyum penuh kemenangan.


nevan kemudian pergi ke luar Tampa berkata apapun lagi ,dan itu membuat Azura heran kenapa dengan nevan siapakah yang zayen hubungi sehingga membuat nevan seketika bertekuk lutut dan mau menuruti keinginan zayen .


" by siapa pak dino itu? " tanya Azura penasaran.

__ADS_1


" apa???!!! tanya zayen pada Azura .


"siapa pak dino itu?" tanya Azura lagi.


" ya aku dengar kalau kau bertanya tentang pak dino " jawab zayen.


" lalu?" tanya Azura tambah di buat bingung dengan perkataan zayen jika perkataan nya itu sudah dimengerti oleh zayen lantas mengapa ia masih bertanya seakan-akan tidak mendengar pertanyaan darinya.


" maksudku sebelum itu, sebelum nya kau menambah kan kata-kata apa tadi?" tanya zayen yang membuat Azura seketika mengerti.


" oh 'by'"? jawab Azura.


" siapa tu by? namaku kan bukan by" jawab zayen dengan pura-pura tak mengerti dengan nama panggilan yang Azura berikan padanya.


" by itu singkatan dari haby,haby itu artinya panggilan buat orang yang......" Azura tak melanjutkan perkataannya karena ia sedikit merasa malu untuk mengatakan yang sebenarnya.


" yang apa?" tanya zayen yang mebuat Azura tersipu malu.


" yanggggggg....ki-ta cintai" jawab Azura gugup dengan menundukkan kepalanya karena malu.


zayen tersenyum mendengar pengakuan Azura melihat Azura menundukkan kepalanya kemudian ia mengangkat dagu Azura agar Azura menatap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2