DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
46


__ADS_3

kini acara makan malam pun tiba , setelah mengalami berbagai macam cara untuk mendapatkan persetujuan dari suaminya Azura akhirnya bisa memenangkan Al hasil ia bisa pergi dan menghadiri undangan makan malam di rumah mertuanya.


azura maupun zayen kini telah siap untuk berangkat kerumah Wirata dan tak lupa azura pun telah mengabarkan mertuanya bahwa ia dan sang suami akan datang dan memenuhi undangan makan malam nya.


di dalam mobil nampak sunyi hanya Deru mobil yang melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan malam hari yang begitu sunyi.


sampai di persimpangan jalan tepatnya di depan supermarket Azura meminta zayen memberhentikan mobilnya ,zayen awalnya nampak bingung tapi semua itu terjawab kala Azura keluar dari mobil dan masuk kedalam supermaket lalu keluar dengan membawa beberapa belanjaan yang zayen sendiri pun tak tau apa isinya dan untuk siapa.


"buat apa kau beli barang sebanyak itu ?"tanya zayen pada Azura setelah masuk kedalam mobil.


" buat papa ,mama dan juga Kinan"jawabnya santai.


" memang nya apa yang kau beli buat mereka? tanyanya lagi.


" bukan apa-apa sih hanya beberapa makanan dan buah-buahan".


zayen tak menanggapinya lagi karena mobil pun sudah memasuki pekarangan rumah mewah kediaman Wirata.


azura dan zayen nampaknya sudah disambut oleh sepasang suami istri yang tak lain adalah Wirata dan sang istri,tak lupa pula Kinan juga sangat antusias menyambut kedatangan mereka.


azura membalas sambutan hangat dari sang mertua dan adek iparnya tapi tidak dengan zayen ia seperti enggan untuk bertatap muka apa lagi selebihnya,itu sama sekali tidak akan pernah ia lakukan.


Wirata dan sang istri membawa Azura dan zayen ke meja makan yang mana ia sudah di sambut dengan begitu banyak hidangan dari yang vegetable maupun non vegetable,semua sudah tertata rapi yang siap untuk segera di santap.


" azura ,zayen makanan ini sengaja kami siapkan untuk kalian berdua ,jadi papa harap kalian bisa menikmati makanan ini " ucap Wirata

__ADS_1


" wah pa ini sungguh sambutan yang luar biasa ,Azura melihatnya saja sudah tak sabar ingin segera mencicipinya" ucap azura dengan begitu senangnya atas apa yang mertuanya siapkan untuk dirinya dan sang suami.


" kalau begitu tunggu apa lagi? ayo kita makaaannn" ucap Wirata yang tak kalah senag nya karena sambutan yang ia siapkan oleh dirinya dan sang istri membawa kesenangan tersendiri baginya .


"wah ...ma,pa makanan ini sangat lezat sekali,Azura bakalan betah ni disini "puji Azura.


banyak pujian yang Azura lontarkan saat makan malam dan itu membuat Wirata dan Mona sangat senang.


acara malam pun selesai tak banyak yang tau ketika seseorang sedang asyik bersenda gurau beda halnya dengan seseorang yang saat ini masih kekeh pada pendiriannya tak ada satu patah katapun yang keluar darinya.


setiap kata yang dilontarkan kepadanya ia hanya menanggapi nya dengan deheman belaka seperti enggan untuk berbicara, jangankan berbicara bertatapan dengan tuan rumah saja ia tak mau.


sikap dan tingkah laku yang ia perlihatkan membuat seseorang yang saat ini menatap nya dengan jengah .


" kenapa kau menatapku seperti itu ? apa aku malam ini terlihat sangat tampan sehingga kau tak mampu untuk berpaling dari tatapan takjubmu itu" ucap zayen dengan percaya diri nya.


"apa maksudmu berkata seperti itu?mana ada patung sekeren dan setampan aku" ucap zayen lagi.


" ada kok, kata siapa gak ada ,"


" dimana? "tanya zayen heran .


" tu." tunjuk Azura dengan jari telunjuk nya zayen pun melihat kemana arah yang Azura tunjuk dan betapa terkejutnya ternyata arah yang di tunjuk Azura adalah dirinya.


" apa maksudmu? kenapa kau menyamakan aku dengan patung ?"tanyanya dengan nada tinggi.

__ADS_1


" bagaimana aku tak menyamakan dirimu dengan patung dari kita berangkat dan pulang kamu diam seribu bahasa bahkan aku fikir kau lupa cara berbicara " sindir azura lagi.


zayen tak menanggapi omongan dari istrinya ,entah apa yang ada di fikirannya saat ini sehingga ia seperti tak punya selera untuk berkata-kata .


" kenapa kau diam? apa benar yang aku bilang?" tanya Azura sambil menatap sekilas kearah suaminya yang sedang mengemudi.


" memangnya apa yang kau bilang?"tanya nya pura-pura kali ini dengan nada yang sedikit aneh di pendengaran Azura.


"ada apa sama ni orang? kenapa malam ini ia sangat aneh apa dia malam ini salah makan obat?" batin azura.


" azura?" panggil zayen


" hemm" jawab Azura.


" apakah kau percaya bahwa aku orang yang rapuh?" tanyanya lirih sambil menatap lurus ke depan.


azura melihat ke arah zayen dengan tatapan heran dan bingung.


" azura aku bertanya padamu , kenapa kau malah menatap ku seperti itu?"tanya zayen.


"aku gak lagi mimpi kan? ledek Azura.


zayen tak mengerti apa yang Azura maksud kenapa ia malah menanyakan sesuatu yang ia sendiri bisa menjawab nya,fikir zayen.


" aku cuma heran saja tadi kamu diam seribu bahasa bahkan enggan untuk berbicara, sekarang kau bertanya kepada ku apakah kau adalah orang yang rapuh atau tidak" sambung azura lagi.

__ADS_1


mendengar penuturan Azura ,ia mengerti kemana arah perkataan Azura kalau bukan untuk menyindir prilakunya yang ia tampakkan dedepan istrinya.


__ADS_2