
🏬 ZR new hotel grub.
semua tamu undangan sudah mulai berdatangan mereka menempati kursi yang telah di sediakan,tamu yang hadir dari berbagai kalangan terpandang dan rata-rata yang hadir adalah dari para pengusaha terkenal di bawah naungan ZR WIRATA GRUB tentunya.
di sebuah ruangan tampaklah CEO muda yang sedang menatap dirinya di cermin pandangannya memang mengarah ke cermin tapi fikirannya lagi-lagi terbang entah kemana.
"zay kamu sudah siap??"tanya Nevan kepada ZAYEN
"entahlah,aku sendiri belum yakin apakah aku siap bertemu dengannya setelah lama tak bertemu"
"zay ayolah mau sampai kapan kamu akan terus bermusuhan dengan masalalumu kapan kamu akan berdamai "?tanya Nevan sambil merangkul bahu zayen.
"entah la Van aku belum bisa melupakan sesuatu yang telah terjadi selama ini, sesuatu yang membuat aku seperti ini "ucap zayen lirih.
"zayen dengar aku, sebenci-benci dirimu terhadap masalalumu tapi kamu jangan sampai membenci seseorang yang pernah berarti di dalam hidupmu,walau bagaimanapun dia adalah ayahmu"
zayen mencoba mencerna apa yang Nevan katakan apa yang di katakan Nevan tak dapat zayen pungkiri bahwa semua nya bener adanya.
sudah bertahun-tahun zayen berusaha melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu tapi semakin ia berusaha mencoba melupakan nya dia semakin tersiksa selama bertahun-tahun zayen tidak pernah bertemu dengan ayahnya walau ayah nya berusaha untuk menemui zayen tapi zayen sama sekali tak pernah menghiraukannya.
diantara ZAYEN dan Wirata yang tak lain adalah orang tua zayen mereka berdua tak pernah bertemu, Wirata melihat pertumbuhan anak laki-laki nya hanya lewat televisi dan terkadang Wirata sembunyi-sembunyi menyuruh mata-mata untuk memantau segala aktivitas zayen,sedangkan zayen tak pernah mau tau apapun yang menyangkut dengan ayahnya.
__ADS_1
Azura nampak gelisah mungkin baginya ini acara bukan yang pertama kali ia ikuti tapi entah kenapa Azura nampak gelisah dan mulai melihat kesana kemari nampak ada seseorang yang ia tunggu tapi yang ia tunggu belum juga menampakkan diri nya.
"Ra?kamu lagi nunggu siapa sihh kok dari tadi aku liat kayak orang kebingungan gitu"ucap caila yang sedari tadi memperhatikan Azura dalam keadaan tak tenang .
"gak tau nihh cai perasaan ku tiba-tiba tidak enak ,aku takut terjadi sesuatu ,aku takut hal buruk akan terjadi"
"hussss ngaco kalau ngomong ,hati-hati omongan itu doa loh"
"iya juga sihhhh,ahhh sudah lah mendingan aku keluar dulu cari udara segar ,lagian juga acaranya masih 15 menit lagi "ucap azura sambil lalu pergi meninggal caila,
Azura meninggal aula hotel ia pergi menuju taman belakang hotel ,ketika Azura ingin melangkah ia tak sengaja menabrak seorang pelayan yang membawa minuman Al hasil minuman itu tumpah mengenai baju seseorang .
"aduhhh maaf ,maaf mbak saya tak sengaja,mbak gak papa kan??"ucap azura yang merasa tak enak hati pada pelayan itu.
Azura tak menyadari bahwa selain pelayan itu ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan nya dengan tatapan tak menyenangkan.
Azura melupakan minuman yang tumpah mengenai seorang laki-laki yang sudah memperhatikan nya dari tadi,ketika Azura mencoba sadar bahwa tidak ada noda di baju nya baik baju pelayan yang baru saja ia tabrak , akhirnya dia melihat ke arah samping kanan nya yang mana seorang laki-laki sudah berdiri sedari tadi dengan tatapan membunuh.
"kamu??ngapain kamu kesini??"tanya Azura kepada seseorang yang ada di hadapannya.
merasa tidak terima dengan bentakan Azura yang sama sekali tak merasa bersalah atas apa yang diperbuat oleh AZURA terhadap dirinya , laki-laki itu langsung mencekal tangan AZURA dengan sangat kuat dan sama sekali tidak menghiraukan Azura yang merasa kesakitan.
__ADS_1
"awwww sakit ,lepaskan tanganku pria balok"ucap azura sambil berusaha melepaskan tangannya .
"apa kau bilang pria balok?,dasar perempuan sial"ucapnya dengan tatapan mematikan.
"apa kau bilang ,aku perempuan sial yang ada kamu laki-laki pembawa kesialan di hidupku,setiap bertemu denganmu aku selalu sial"
"berani kamu berkata seperti itu setelah kau membuat bajuku kotor seperti ini"
"heh itu salahmu sendiri kenapa kau bisa ada di sini tapi sukurlah minuman itu mengenai dirimu bukan mengenai baju ku, ya anggap aja keberuntungan saat ini sedang berpihak padaku"
"kau ini bener2 ya, kita liat saja nanti setelah apa yang kau lakukan kau tak kan bisa lari begitu saja kau akan liat sesuatu akan terjadi padamu dan saat hal buruk itu terjadi keberuntungan tidak akan berpihak kepadamu lagi kamu ingat itu "melepas cengkraman tangan nya kemudian pergi begitu saja.
"dasar laki-laki gak waras setelah mengeluarkan ultimatum nya dia pergi begitu saja dia fikir aku takut apa,tapi baguslah dia pergi paling tidak aku tenang sekarang".
"nona kau sungguh berani ,apa kau tau dia siapa?"
ucap pelayan yang sedari tadi masih setia berdiri di samping Azura.
Azura kemudin menoleh ke arah pelayan itu,dia mulai sadar bahwa saat ia berdebat dengan seseorang yang barusan pergi meninggalkan nya di samping itu ada seseorang yang juga hadir di antara mereka dan dia menyaksikan Perdebatan itu secara gratis.
"tau dia CEO angkuh ,sombong , nyebelin ,tak berperasaan sama sekali" ucap azura tenang.
__ADS_1
"berarti nona juga tau bahwa dia adalah orang penting di acara ini??"tanya pelayan itu meyakinkan.
"maksudmu??orang penting apa??"tanya Azura tak mengerti.