
azura keluar dengan balutan handuk yang melilit sebagian tubuhnya.
melihat penampilan sang istri yang keluar dari kamar mandi dan hanya menutupi sebagian tubuhnya membuat zayen diam beberapa saat.
"bawel banget sihh ,lagian suka-suka akulah , orang ini rumahku jadi aku bebas " ucap azura kemudian pergi meninggalkan zayen yang masih diam mematung di depan kamar mandi.
zayen mulai tersadar dari lamunannya dan melihat Azura sudah pergi dari hadapannya, akhirnya zayen masuk kedalam kamar mandi.
tak butuh waktu lama zayen sudah selesai dari ritual mandinya dan ketika ia sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk dan membiarkan bagian atas telanjang Tampa busana.
azura melihat pantulan suaminya dari kaca dan ia melihat sang suami yang nampak begitu segar dengan rambut yang masih basah menampakkan ketampanannya dia pun terpesona,Tampa Azura sadari zayen memperhatikan Azura yang mulai memperhatikan dirinya dari pantulan cermin.
" kenapa kau melihatku seperti itu ?" tanya zayen sambil lalu mengeringkan rambut nya yang masih basah.
azura nampak gugup dan berusaha sekuat tenaga untuk menahan malu karena telah ketahuan saat itu Azura seakan-akan seperti seorang pencuri yang ketahuan mencuri .
" aku tak memandangmu,aku cuma heran saja sampai saat ini kau membenciku tapi kenapa kau menikah denganku dengan alasan agar hutangku padamu lunas" ucap azura mencoba mengelak dan mengalihkan perhatian dan fikiran zayen.
Tampa Azura sadari pertanyaan itu justru membuat zayen berusaha keras untuk menutupi alasan di balik pernikahan .
__ADS_1
" apakah sebenernya ada alasan lain? apa jangan-jangan......?"Azura mengantung kan kalimat terakhir nya.
" atau jangan-jangan apa? hey kau jangan berfikir yang macem-macem ya" ucap zayen berusaha untuk tidak melakukan sesuatu yang membuat Azura curiga .
" aku cuma gak mau aja kau lari dari tanggung jawabku dan pernikahan ini adalah salah satunya untuk tetap mengikatmu ,ya itulah alasan yang sebenarnya" ucap zayen lagi .
" alah alasan aja bilang aja kau pria angkuh yang tak laku-laku terus kau ini sering di ledekin sama orang ,karena kau tak mau terus menerus di ngunjingin oleh ledekan semua orang makanya kau mengambil kesempatan dalam kesalahan ku terus kau menjerumuskan aku dalam situasi ini" tebak Azura sekenanya.
" sukurlah perempuan cerewet ini menggunakan otak tulalitnya ini untuk menerka-nerka alasan dari pernikahan tahayul ini" batin zayen.
" kenapa kau diam apa semua yang aku katakan itu benar?" tanya Azura pada zayen yang saat itu hanya diam Tampa ada suara.
"hahh ?? kau fikir pernikahan ini main-main apa? pernikahan itu adalah sebuah ikatan yang sakral,bukan lelucon" ucap azura dengan nada sinisnya.
"dan lagian dalam hidupku aku hanya ingin menikah satu kali dalam seumur hidup dengan orang yang aku cintai" ucap azura lagi .
" o ya sudah kalau begitu kau jadi istri ku aja selamanya gampang kan?"
"iiihh kau in......"
__ADS_1
" huuussttt stop ok!! hentikan mulutmu yang cerewet itu untuk tidak melanjutkan omong kosong mu itu karena saat ini aku tak punya banyak waktu aku mau siap-siap habis itu turun sarapan sama ayah sama bunda setelah itu kau dan aku akan pergi dari sini"
" dan ingat kau harus tetap ikuti permainan ku no koment ok?"
azura nampak geram akan tetapi ia tak menjawab semua kata- kata zayen Azura lebih memilih diam dan menahan rasa gejolak amarahnya di dalam hati dan fikirannya.
melihat Azura yang hanya diam, zayen tau bahwa saat ini Azura sedang menahan marah dan jengkel terhadap dirinya tapi zayen tak mau mengambil pusing ia malah mendekat dan mengelus kepala Azura dengan lembut.
" perempuan pintar,gitu dong kalau kau diam kan enak,bisa kita turun sekarang?"tanya zayen Azura tetap memilih untuk diam dan mengikut zayen keluar kamar dengan menggenggam tangan nya .
azura dan zayen menuruni tangga sambil berpegangan tangan menuju ruang makan,
saat sampai di ruang makan Azura dan zayen disambut oleh Remon dan rianti ,mereka berempat akhirnya sarapan pagi bareng-bareng Tampa ada suara sedikitpun.
hingga disela-sela kesibukan mereka yang sedang menikmati sarapannya zayen mengutarakan niatnya untuk membawa Azura pindah dan tinggal bersama nya .
pernyataan itu sontak membuat rianti kaget karena ia tidak rela berpisah dari sang putri,akan tetapi beda hal nya dengan Remon walau ia juga belum bisa berjauhan dengan putri kesayangannya akan tetapi ia paham kondisi saat ini Azura bukan lagi tanggung jawabnya melainkan tanggung jawabnya sudah beralih pada zayen sang menantu.
" apa kalian sudah fikirkan ini matang-matang ,rumah ini kan sangat luas dan rumah ini kan tak mungkin hanya di tinggali ayah dan bunda ,kalau kalian pindah dari sini rumah ini akan terasa sepi" ucap Remon yang mencoba untuk mencari alasan agar zayen membatalkan niatnya.
__ADS_1
" zayen mengerti ayah , bunda, tapi zayen dan Azura kami ingin hidup mandiri Tampa bergantung sama ayah dan bunda" mencoba mencari alasan.