
semenjak kejadian dramatis nya dengan caila Nevan tak henti-hentinya memegang dadanya lebih tepatnya dia ingin merasakan detak jantung yang sudah berlari begitu kencang.
"udah dehhh gak usah lebay,dari tadi aku perhatikan kamu terus memegang dadamu yang tak begitu enak di pandang"celetuk zayen dengan nada mengejek.
"sialah kamu zay ,kamu gak tau apa,aku lagi berusaha menetralkan detak jantung ku ini,tapi semakin aku berusaha aku semakin terbayang kejadian tadi sehingga aku tak bisa lupa dengan senyumannya"sambil membayangkan kejadian beberapa saat lalu.
zayen tak mau menghiraukan apa yang Nevan katakan karena menurut nya apa yang Nevan katakan sama sekali tak menarik ,dan semua itu hanya membuang-buang waktu.
"udah dehh dari pada kamu melamun dan menghayal tak jelas mendingan kamu antarkan berkas ini ke perusahaan Wirata grub ,itu adalah berkas-berkas yang harus di tanda tangani , karena kan cabang yang akan aku bangun nanti di Australia itu juga ada sangkut pautnya dengan perusahaan itu"ucap zayen sambil menyerahkan map biru kapada Nevan.
__ADS_1
Nevan yang paham apa yang zayen maksudkan hanya mengangguk tanda mengerti kemudian dia pergi meninggalkan zayen di ruangannya.
caila terus menyusuri jalanan sambil sesekali ia melihat ke kanan dan kekiri ia berharap bisa menemukan sosok yang ia cari ,caila terus melajukan mobilnya hingga mobil caila berhenti di area taman bermain karena caila tak sengaja melihat sosok yang ia kenal .
caila memberhentikan mobilnya di area parkiran taman bermain tempat dimana caila melihat Azura sedang duduk termenung sambil menatap ke arah yang caila sendiri Tak tau apa yang sedang Azura lihat dan apa yang sebenarnya terjadi.
"Azura kamu kenapa??"tanya CAILA setelah dirinya sudah tepat berada di samping Azura,caila duduk di samping Azura .
"Azura ayolah aku mengenalmu bukan satu atau dua hari tapi kita sudah berteman dari kita kecilkan jadi apapun yang kamu rasa aku pasti juga merasa,jadi kamu jangan coba-coba berusaha menyembunyikan ini semua dariku"sambil memegang pundak AZURA.
__ADS_1
Azura menghambur dirinya kepelukan caila dia mencoba mencari kenyamanan , sementara caila yang paham akan kondisi Azura seperti sangat terpukul walaupun ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi tapi ia berusaha memberikan kenyamanan terlebih dulu kapada Azura,
"menangislah kalo itu yang membuatmu tenang Ra,tapi setelah ini kamu harus janji ceritakan apa yang sebenarnya terjadi kenapa kau tiba-tiba pergi Tampa ada alasan yang jelas ,kamu tau gak gara-gara kepergian mu yang secara tiba-tiba aku berusaha mengantikan mu dan menjelaskan semampu yang aku bisa agar para tamu undangan tak kecewa akan sikapmu ini" ucap caila panjang lebar.
Azura semakin merasa bersalah dia merasa tidak enak hati atas keegoisan dirinya.
"maafkan aku ya cai ,gara-gara aku kamu jadi menanggung semua ini"sambil melepas pelukannya.
"ok aku akan memaafkan mu tapi kamu harus cerita kan semua padaku setuju??ucap caila sambil menjulurkan jari kelingking nya tanda persetujuan.
__ADS_1
"setuju"ucap azura singkat sambil membalas uluran kelingking caila tanda kesepakatan.
akhirnya Azura menceritakan semuanya ,baginya mungkin dengan berbagi kesedihan dengan caila dapat mengurangi sedikit beban yang ia tanggung,dan paling tidak caila dapat memberikan tempat untuk Azura mencurahkan isi hatinya.