
Azura melangkah dekat dan semakin dekat dengan seseorang yang kini terbaring kaku di sana tak ada lagi tatapan mata nya yang penuh kasih sayang , pelukannya yang menghangatkan, senyuman nya yang menyejukkan dan kata-kata nya yang penuh dengan bumbu keromantisan.
Azura saat ini berdiri tepat di samping suaminya yang masih setia memejamkan matanya semua nampak sunyi hanya alat2 monitorbed yang terdengar di sana.
" zay apa yang kau lakukan disini? kenapa kau tidak menepati janjimu untuk menjemput ku,bukankah kau sudah janji ingin menjemputku ,apa semua ini? jika kau ingin menghindari amukan ku padamu kenapa kau pilih jalan yang seperti ini?" tanya Azura Dengan semakin derasnya air mata yang terus saja mengalir.
"apakah ini cara agar kau bisa menghindari amukan maut ku,jika iya kau sudah berhasil ,maka dari itu ayo bangun kau harus jelaskan apa alasanmu telat dan mengingkari janjimu padaku" ucap azura lagi dan lagi akan tetapi tidak ada jawaban dari pertanyaan atau bahkan pernyataan yang Azura ucapkan , ia seperti orang gila berbicara tanpa ada lawan untuk menjawab semua perkataan nya.
Azura tak mampu lagi berucap ia sudah tidak mampu lagi menahan rasa sedih karena saat ini orang yang ia cintai , orang yang baru saja melangkah menuju lembaran baru bersamanya kini telah terbaring tak berdaya dan hanya diam membisu.
saat Azura sedang berkecamuk dalam fikiran nya,terdengar panggilan masuk dari henfon Azura,dengan berat hati Azura mengangkat telfon dan sekilas melihat siapa yang menelepon nya.
📱"halo" ucap Azura dengan suara berat karena habis menangis.
📱"halo Ra? kamu ada dimana Sekarang? apa yang terjadi Ra?" tanya caila khawatir.
📱"cai zayen cai,dia...dia" ucap azura yang terpotong-potong karena tak mampu lagi untuk berkata-kata walaupun hanya sekedar ingin memberikan informasi pada sahabatnya itu.
__ADS_1
📱"ya Ra aku Uda dapat kabar ini dari Bi nani,ini aku lagi menuju rumah sakit kamu yang tenang ya...." ucap caila mencoba menenangkan sahabatnya walaupun ia tau itu sangat sulit dengan musibah yang menimpanya saat ini.
Azura tak menanggapi omongan caila lagi, ia meakhiri sambungan telfon nya dan kembali me nangis tak kala melihat kondisi zayen yang sedang koma.
caila yang saat ini sedang terburu-buru ingin segera sampai tak sengaja berpapasan dengan nevan.
"sayang ?kamu kok ada di sini? " tanya nevan yang saat itu memang berada di rumah sakit yang sama dan pada saat itu ia berpapasan dengan caila tepat saat pintu keluar masuk rumah sakit.
sekedar informasi nevan dan caila sekarang memang sudah menjalin hubungan beberapa hari yang lalu akan tetapi hubungan diantara keduanya tidak seperti kekasih pada umumnya mereka jarang sekali ketemu di karena kan dengan kerjaan mereka masing-masing yang menuntut mereka tidak bisa bertemu bahkan dari saking tidak seringnya mereka bertemu hubungan diantara keduanya tidak ada yang tau termasuk zayen dan Azura.
" nevan? kamu juga di sini? sedang apa kau disini?" tanya caila yang malah balik bertanya.
nevan nampak tersenyum mendengar pertanyaan caila ia berusaha untuk tidak berterus terang alasan mengapa dirinya berada di rumah sakit,dengan begitu ia mengalihkan perhatian caila .
"nevan kau tidak boleh memberi taunya , cukup ,biarlah ini menjadi urusan mu sendiri" batin nevan.
" loh kok kamu malah balik bertanya ,apakah saat zaman berganti ,sebuah pertanyaan akan juga berganti ? maksudnya pertanyaan dijawab dengan pertanyaan dan jawaban di jawab dengan jawaban begitu? berarti kasian sekali ya jika terjadi perubahan yang seperti itu ,aku gak bisa ngebayangin jika guru bertanya pada muridnya lantas murid akan menjawab dengan pertanyaan pula ,sangat lucu hahahhaha" ucap nevan dengan sedikit candaan.
__ADS_1
" iiihhh apa sihh ,oke deh kamu memang gak tau "?
" ya gak tau lah sayang ,kan kamu gak ngasih tau bagaimana aku bisa tau sedang apa kau disini ,Etttttt ...tapi tunggu bentar apa kau mematai-matai aku? " canda nevan lagi.
" iihhh buat apa aku mematai-matai kamu kurang kerjaan aja,nevan aku serius ,apa kau tidak tau kalau sahabat mu itu masuk rumah sakit ini dia mengalami kecelakaan ,makanya aku kesini karena mau menjenguk nya " jelas caila.
seketika nevan terkejut dengan apa yang caila katakan karena memang ia tak tau apa-apa tentang hal ini.
" apa kau bilang , maksudmu zayen kecelakaan?" tanya nevan tak percaya.
" ya ," jawab caila sambil mengangguk kan kepalanya.
" yang benar kau cai? kok bisa ?" tanya nevan lagi.
" iiiihh mana aku tau ,maka dari itu aku mau melihat kondisi nya karena saat ini aku yakin keluarga nya belum ada yang tau , karena tadi Azura menghubungi ku untuk cepat- cepat kesini" jawab caila.
nevan langsung menanyakan kamar rawat yang saat ini zayen tempati kepada resepsionis rumah sakit.
__ADS_1