DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
34


__ADS_3

" Tante,om terimakasih atas jamuan makan malamnya,makanannya sangat enak" puji Azura.


" wahhh Azura om terima pujianmu,itu berarti kamu gak keberatan kan kalau sewaktu-waktu makan malam lagi disini" ucap Wirata.


" wah Azura dengan senang hati om akan menerima undangan makan malam di rumah ini,kan sayang sekali ada makan enak di anggurin" ucap azura seketika semua orang Yang ada di sana tersenyum mendengar ucapan Azura.


sementara zayen sedari tadi hanya memperhatikan di dalam mobil perbincangan diantara Azura dan Wirata,Mona dan juga Kinan,nampak geram.


" sialan perempuan itu bisa-bisa nya dia membuat ku menunggu selama ini,dan itu apa dia malah sempat-sempatnya tertawa riang begitu" gumam zayen.


karena tak mau zayen menunggu lebih lama lagi akhirnya Azura pun pergi dan masuk kedalam mobil ,sebelum mobil itu melaju Azura membuka kaca mobil dan melambaikan tangan nya kepada Wirata ,Mona dan juga Kinan.


" jangan sok akrab ,kamu baru bertemu dengan mereka jadi kamu tidak tau siapa mereka" ucap zayen kemudian melajukan mobilnya.


" kamu kenapa sihh? lagian apa masalahmu aku akrab dengan mereka,dan tolong ralat omonganmu mereka itu orang baik ya walaupun aku baru saja kenal dengan mereka tapi aku yakin kok mereka orang baik " ucap azura yakin.


" terserah" ucap zayen singkat.


mobil melaju dengan kecepatan sedang, melewati hiruk pikuk suasana malam hari,didalam perjalanan Azura nampak diam sehingga ia kembali teringat dengan omongan zayen beberapa menit lalu bahwa zayen memperkenalkan diri nya sebagai calon istri.


" sttooopp" ucap azura singkat seketika zayen memberhentikan mobilnya.


" kenapa ??kamu mau turun disini? ini kan jauh dari perumahan,tapi baguslah kalau kamu mau turun disini"


" bu- bukan itu maksudku,tapi ada hal yang ingin aku tanyakan"


" soal apa? tanya zayen


" apa maksudmu kau bilang aku ini calon istri mu,terus kenapa kamu juga bilang kalau kita akan menikah Minggu depan ?" tanya azura penuh dengan amarah ketidak terima an.


" oooo "


" apa nya yang OOO?" tanya Azura heran.

__ADS_1


zayen tak menghiraukan kan omongan Azura karena ia sedang asik merogoh sebuah kertas yang sudah ia siapkan di jok mobilnya kemudian memberikan nya pada Azura.


" apa ni?? tanya azura semakin bingung.


" itu surat yang harus kamu tanda tangan ni , didalamnya terdapat beberapa perjanjian "


"apa? perjanjian??"


" ya ,, kamu baca saja jangan banyak tanya"


kemudian Azura membaca surat perjanjian ,dan membaca beberapa point seketika mata Azura terpaku pada sebuah tulisan terakhir dari perjanjian tersebut.


" apa- apan ini, heh kamu pikir pernikahan itu sebuah permainan,ingat ya aku gak mau tanda tangani perjanjian konyol itu"


" oo gampang kalau kamu tidak mau menyutujui perjanjian itu kamu tinggal pilih masuk kedalam penjara atau mengikuti apa yang aku inginkan"


" hah???? penjara?? kamu tu ya beraninya mengancam" ucap azura yang tak habis fikir dengan makhluk yang saat ini sedang mempermainkan masa depannya.


" ya terserah hitungan kelima kamu harus pilih salah satu diantaranya" tegas zayen seketika Azura panik dalam fikiran nya mana ada pilihan seberat itu di tentukan dalam hitungan kelima sedangkan untuk memilih pakaian saja Azura suka butuh waktu 15 menit baru ia akan menentukan pilihan nya.


" dua" .


" tiga" Azura semakin panik, sementara zayen tersenyum penuh kemenangan,


"empat"


" Lim..."ucapan zayen terhenti ketika Azura secara reflex menyentuh bibir zayen dengan jari telunjuknya .


deg.....deg....deg....deg.....,zayen merasakan detak jantung nya berdetak tak karuan karena mendapat sentuhan walaupun itu hanya jari telunjuk Azura.


sementara azura menghela nafasnya kemudian membuangnya secara perlahan sebelum ia memutuskan pilihannya.


" ok!! aku akan menandatangani surat perjanjian ini,puasss?? ucap azura kemudian Azura menandatangani surat itu dan memberikan nya pada zayen.

__ADS_1


" selesai " ucap azura.


zayen mencoba menetralkan detak jantung nya yang semakin terpacu ketika tangannya di sentuh oleh AZURA untuk memberikan map yang sudah Azura tanda tangani.


" a...apa yang kau lakukan??" tanya zayen glegapan.


" apa? memang nya aku melakukan apa? " tanya azura bingung.


" iya juga sihh,,, iihh zayen kamu kenapa sihh ayo zayen jangan bikin perempuan bar bar ini berpikiran yang aneh-aneh" ucap zayen


" kamu kenapa sih kok pucat gitu ,kamu sakit??" tanya azura .


" gak aku gak papa ,ok kalau begitu kita deal " ucap zayen.


" ya !!! " jawabnya judes.


kemudian zayen melajukan mobilnya kembali ,di dalam mobil hening Tampa ada percakapan diantara kedua nya,sampai tak terasa mobil pun sampai di depan rumah AZURA ,tampa basa- basi Azura turun dan kemudian masuk kedalam Tampa memperhatikan zayen yang sedang menatap kepergian nya.


"dasar perempuan bar bar ,tidak tau terimakasih " gumam zayen.


Azura masuk kedalam rumah nya dan di sambut oleh bi ati ,sampai di dalam Azura langsung menaiki tangganya karena ia sudah tidak tahan untuk merebahkan diri nya di kasurnya yang empuk,ketika Azura ingin melangkah ,ada suara yang menghentikan langkahnya.


" khemmmmm " ya suara itu yang membuat Azura urungkan niatnya dan membalikkan badannya menghadap arah suara yang menghentikan langkahnya.


" bunda???" ucap azura girang sekaligus terkejut.


" hai sayang" ucap rianti.


azura berlari menghampiri rianti yang berdiri tak jauh dari nya.azura memeluk rianti dengan erat melepas kerinduannya pada sang bunda.


" Azura kangen bunda" ucap azura di balik pelukan rianti .


"bunda juga sayang" balas rianti.

__ADS_1


"ooooo jadi yang di rindukan cuma bunda nihhhh??" tanya seseorang yang menghampiri mereka berdua.


__ADS_2