
" kamu benar ,, Azura memang telah menikah dengan ku dan itu bukan berarti dia menjadi bagian dari keluarga Wirata"
" zay aku tau kamu masih menyimpan rasa sakit di dalam hatimu tapi walau bagaimana pun om Wirata itu tetap papa kandungan mu ,dan akan selamanya menjadi orang tua mu ,kamu tidak akan bisa memungkiri itu semua ,, karena di tubuhmu telah mengalir dara om Wirata yang tak lain papa yang saat ini kamu enggan untuk menemui nya"
"zay kamu manusia ,, papamu juga manusia ,dan setiap manusia itu pasti sedikit banyaknya mereka pernah berbuat kesalahan ,kekhilafan mau sampai kapan kau akan menyiksa dirimu dengan rasa kebencian yang membuat dirimu sendiri tersiksa seperti sekarang ini" ucap Nevan sambil memberikan rangkulan ketenangan pada diri zayen
itulah Nevan setiap kata-kata nya penuh dengan pendewasaan sehingga tak jarang zayen selalu terlihat luluh ketika Nevan sudah menjadi pendengar seKaligus penasehat bagi dirinya.
tak menutup kemungkinan dengan apa yang Nevan katakan bahwa rasa kebencian yang saat ini menyelimuti diri zayen akan masalalunya itu membuat seperti seorang laki-laki yang begitu jauh dari rasa kebahagiaan dan ketenangan bahkan kasih sayang .
"aku harap kau bisa mengurangi rasa egomo kawan " ucap Nevan kemudian pergi meninggalkan zayen,Nevan mencoba membiarkan zayen bisa berfikir,bahwa rasa benci yang terus ia tanam akan mengakibatkan rasa sakit yang tak kunjung sembuh.
azura melihat jam tangannya sekilas dan ternyata waktu sudah menunjukkan jam makan siang .
" ternyata sudah jam makan siang "
"Ra makan siang diluar yu"ajak caila yang saat itu sudah siap untuk pergi makan siang.
" ayo, bentar aku matikan leptop ku dulu"
kemudian Azura mematikan leptopnya dan mengambil tas ransel nya yang ada di meja kerjanya dan melangkah pergi mengikuti langkah caila ke area parkiran.
saat langkah kaki Azura sudah mau sampai mobil caila tiba-tiba suara henfon Azura berdering .
"ngapain dia telfon aku "
📱"halo... ada apa?"
📱"mau pergi Tampa minta izin suami itu hukumnya dosa,kau mau menjadi istri durhaka?"
"hah? kenapa dia bisa tau kalau aku mau pergi" batin azura.
__ADS_1
📱"me ..memangnya aku mau kemana? orang aku masih ada di kantor" ucap azura mencoba mengelak,
📱"oooo kau bener-bener ingin jadi istri durhaka ya,sudah ingin keluar tanpa minta izin dari ku Sekarang kau ingin mencoba membohongiku"
"iihhh kok dia serba tau sihh ,apa dia memiliki mata-mata untuk mengawasi ku atau ada cctv pengintai?"batin azura sambil melihat-lihat sekitar area parkiran
karena tidak mau berlama-lama meladeni perbincangan dengan zayen Azura berniat untuk mematikan henfonnya tapi lagi-lagi zayen membatalkan niat Azura
📱"batalkan pergi makan siang dengan sahabat mu itu" perintah nya
📱"aku tidak tau kau tau dari mana aku mau pergi ,tapi yang jelas aku tak perduli walaupun kau melarang ku aku akan tetap pergi" kemudian Tampa mengindahkan permintaan suaminya Azura mematikan handphone nya dan meletakkan kembali kedalam tas ranselnya.
" kenapa Ra? siapa yang barusan telfon?" tanya caila.
"hantu" jawabnya asal.
" hah? maksutmu?" tanya caila tak mengerti.
" ya gimana aku bisa ngerti ,siapa sihh"
" ah udahlah mendingan kita langsung berangkat saja"
kemudian CAILA masuk kedalam mobil begitupun Azura tak lama mobilpun meninggalkan area parkiran menuju jalanan.
Tampa mereka sadari zayen yang sedari tadi juga berada di area parkiran mobil butik Azura nampak gusar dan menunjukkan tatapan mematikan.
"sial...,,kau ingin bermain-main dengan ku rupanya perempuan " gumam zayen kemudian ia pun mengikuti mobil caila sehingga sampai di sebuah restoran dimana mobil caila pun terparkir di sana .
"kau mau makan apa Ra? tanya caila sambil melihat buku menu .
" samakan aja" balasnya.
__ADS_1
kemudian CAILA memesan yang telah ia pilih,tak butuh waktu lama pesanan mereka pun datang,saat sedang asik menyantap makanan nya ,caila yang masih penasaran mencoba bertanya kembali.
" Ra tadi itu siapa sihhh yang telfon kamu ,aku penasaran tau" ucapnya sambil mengunyah makanan.
" OOO itu kau ini ya masih gak paham aja,itu tu ....." ucapan Azura terhenti ketika ada seseorang yang menyambar perkataan yang ingin ia ucapkan .
" aku ,yang tadi menghubungi nya"
hukkkkk.... hukkkkkk.
azura dan caila tersedak bersamaan,
"kau...."ucap azura tak percaya
" ya aku , kenapa kaget? terkejut? " ucapnya santai.
" kenapa kau ada disini? tanya Azura lagi dan caila hanya menjadi pendengar setia.
" kau tanya aku mau apa? aku mau makan siang bersama istri ku dan sahabat istriku" ucapnya dengan santai
" kau tidak keberatan kan sayang? kalau suamimu ini ikut bergabung ? goda zayen tampa rasa malu.
ingin rasanya Azura menendang nya jauh-jauh tapi sebelum Azura lakukan caila sudah lebih dulu mengindahkan permintaan suami Azura dan mempersilahkan zayen bergabung bersama nya .
zayen pun merasa tertolong dengan perkataan caila Tampa menunggu ia pun sudah memesan makanan dan terjadilah makan siang bersama antara Azura ,zayen dan juga caila.
🌹🌹🌹
hai ...maaf ya jika kata-kata maupun penulisan kurang berkenan di hati kalian semua 🙏😊
teruslah simak dan jangan bosan untuk tetap membaca karya ku ini, terimakasih 😊😊♥️
__ADS_1