
"apakah kau yakin atas apa yang kau katakan?apakah kau sadar apa yang baru saja kau ungkapkan? "tanya Azura
"jangan menanam benih perasaan yang akan mengakibatkan kerugian buat dirimu sendiri dan juga buat orang lain,jangan terlalu mengumbar kata-kata yang akan membuat orang terluka, Karena kau sendiri tau luka akan tetap menjadi luka walau suatu saat pasti ada obatnya tapi itu tak menjamin rasa sakit itu menghilang dengan mudah nya " ucap azura dengan hati yang terasa ngilu yang saat ini ia rasakan.
zayen diam mendengarkan penuturan dari sang istri mungkin apa yang baru saja ia dengar dari perkataan Azura memang ada benarnya ,tapi saat ini ia merasa tidak memiliki keraguan sama sekali bahkan ia sangat yakin atas apa yang ia ucapkan ,tapi kenapa semua kata-kata yang ia ungkapkan dengan begitu tulusnya masih saja di ragukan dan itu sangat sakit untuk di rasakan.
mereka terdiam beberapa saat sampai akhirnya Azura memutuskan untuk pergi ke kamar mandi , tak butuh waktu lama AZURA pun keluar dari kamar mandi.
"kemana dia? "gumam azura Karena tak mendapati suami nya di dalam kamar.
"ah ngapain juga aku memikirkan nya palingan juga dia udah berangkat kerja,dari pada aku memikirkannya lebih baik aku siap-siap juga "
saat azura sudah rapi dengan balutan dress berwarna pink yang di padukan dengan make up yang natural Azura nampak begitu cantik .
beberapa pelayan sedang membungkuk kan badan nya saat melihat Azura turun dan menghampiri meja makan.
azura merasa risih dengan apa yang para pelayan itu lakukan karena pasalnya penyambutan itu terlalu berlebihan ,mungkin itu sudah biasa mereka lakukan slama masih ada disini .
"apakah kalian melihat suamiku?" tanya AZURA
" tuan muda sedang ada di taman belakang non" ucap salah satu di antara mereka.
"taman belakang? memang nya rumah ini memiliki sebuah taman yang aku tidak ketahui?" tanya Azura heran karena pasalnya memang semenjak diri nya menginjakkan kakinya di tempat suaminya ,ia belum sepenuhnya mengetahui area rumah mewah yang mungkin memiliki banyak tempat yang bisa di jadikan untuk memanjakan nya penglihatan untuk sekedar bersantai-santai.
" rumah ini memang memiliki sebuah taman yang luas non dan sangat indah , Karena tuan muda mendesain rumah ini dengan desain rumah yang sangat modern " ucap pelayan itu lagi.
__ADS_1
" oh ya..?? tanya Azura takjub dengan penuturan dari pelayan yang menjelaskan betapa megah dan mempesona nya rumah ini.
tap..tap..tap terdengar suara langkah kaki dan saat itu pula semua pelayan membungkuk kan kepalanya kembali.terlihat zayen sudah rapi dengan pakaian kantor nya.
" kalin boleh pergi " titahnya dan saat itu semua para pelayan meninggalkan ruang makan .
di ruang makan hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu ,tidak ada suara yang keluar sedikitpun dari mulut Azura maupun zayen.
hingga kini mereka pun sudah selesai ,Azura bankit dari tempat duduknya dan berniat untuk pergi.
"tunggu" hentakan suara zayen membuat Azura berhenti seketika.
"ada apa?" tanya Azura
"tapi ak..."
" tidak ada penolakan dan aku tak mau mendengar penolakan dari mulutmu yang cerewet itu" ucapnya penuh penekanan.
" dasar !!sekalinya beruang kutub yang akan menjadi beruang kutub" batin azura.
mereka malangkah pergi menuju mobil yang sudah siap untuk menghantarkan keduanya pergi.
" pak untuk saat ini biar saya saja ,bapak istirahat saja di rumah " ucap zayen kepada supir pribadi nya.
" baik tuan"
__ADS_1
zayen masuk kedalam mobil begitupun Azura,mobil pun meninggalkan area pekarangan rumah .
"kau mau aku antarkan kemana?butik,rumah singgah apa kafe atau kau mau ikut aku ke kantor?"tanya zayen dengan disertai godaan yang sangat garing untuk di anggap lelucon.
" whatttz..?? apa dia bilang ? aku mau ikut dia ke kantornya ,satu mobil aja buat aku merinding apa lagi ikut dia ke kantor" batin azura.
"kenapa kau diam? apa benar kau mau ikut aku ke kantor?" tanya zayen lagi .
"di depan belok kanan " ucap azura singkat.
" kamu lagi sariawan?" ledek zayen.
"*pertanyaan macam apaan tu,siapa juga yang sariawan" batin azura.
" gak" jawabnya singkat* .
" masa sihh ,aku pikir kau sariawan karena kalau kau memang benar sariawan itu bagus paling tidak telingaku ini gak akan terganggu sampai sariawan mu itu sembuh" ucap zayen dengan kata-kata ledekan mungkin itu buat zayen adalah sebuah lelucon yang sangat menarik ,saat menggoda Azura dan membuatnya marah.
azura tak menanggapi semua yang zayen katakan karena saat ini Azura memilih untuk diam dan mendengar kan saja apa yang zayen katakan walau sebenarnya ia ingin sekali menyumpal mulut zayen agar tak begitu mudahnya melontarkan kata-kata yang membuat dirinya jadi tak bersemangat.
" stooppp " ucap azura saat sudah sampai di depan butik miliknya.
azura kemudian melepaskan sitbel , dan keluar dari mobil Tampa menghiraukan orang yang saat ini menatap kepergian nya.
" dasar perempuan aneh " gumam zayen kemudian ia melajukan mobilnya kembali menuju kantor.
__ADS_1