
zayen tersenyum mendengar pertanyaan yang nevan ajukan kepada diri nya.
"ehh Van ,kirain siapa? ucap zayen dan dia terlihat begitu senang sahabat terdekat nya datang untuk menjenguk nya.
"ya kamu fikir aku siapa? wasit buat anak sebelas kamu itu hah??tanya nevan dengan canda gurau an seketika Azura malu atas objek yang menjadi perbincangan antara dua pria yang kini sedang bersekongkol memojokkan rasa malunya.
zayen yang tak ingin membuat Azura semakin merasa malu mencoba mengalihkan topik pembicaraan .
" welcome back to the real world my brother and say goodbye to your illusory world, hahahhaha" ungkap nevan dengan merentangkan kedua tangannya memberikan tanda bahwa ia sangat bahagia atas hadirnya sahabat nya kembali setelah beberapa bulan ia tak bertemu dengan sahabat sekaligus sepupunya yang amat ia sayangi.
" thank bro,aku ucapkan banyak-banyak terima kasih aku yakin selama aku koma kau pasti sudah melewatkan waktu istirahat mu untuk mengurus perusahaan ku," ucap zayen begitu tulus.
" wes tentu dan itu semua tidak gratis ,kau harus membayar mahal atas apa yang aku lakukan , karena gara-gara kamu koma aku jadi gak bisa bersantai walaupun hanya semenit,dan kamu tau banyak sekali pekerjaan yang membuat aku selalu mengabaikan makan siang " balas nevan lagi.
zayen hanya tersenyum mendengar penuturan nevan ia tau apa yang ia ucapkan adalah gambaran betapa sulitnya menjalankan tugas sebanyak itu, walaupun hanya candaan akan tetapi zayen merasa bersalah atas apa yang terjadi.
melihat zayen yang seperti tersinggung lebih tepatnya merasa bersalah padahal niat dirinya hanya menggoda sahabatnya itu,nevan kemudian melangkah untuk lebih dekat dengan zayen.
"ayolah brother aku kan cuma becanda ,lagian dengan kembalinya dirimu dari peperangan mautmu itu sudah hadiah yang ku tunggu-tunggu,karena jujur saja Tampa mu aku galau hahahahahhaha"ucap nevan dengan nada candaan.
__ADS_1
Azura yang mendengar itu merasa geli sendiri karena ia tak menyangka di balik sifatnya yang sama-sama dingin dan arogant ternyata di balik itu semua hati mereka bagaikan hello Kitty.
tak lama setelah itu Remon dan Riana datang setelah mendapat kabar bahwa menantunya sudah sadar dari komanya mereka langsung buru -buru pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan menantunya.
"wah ternyata lagi kumpul-kumpul nih " sapa remon .
"bagaimana keadaan mu nak,?" tanya Riana pada sang menantu .
" aku baik bunda , sekarang badanku sudah terasa lebih baik dan lebih segar, dan ini semua berkat doa dari kalian semua" ucap zayen dengan tulus dan semua orang yang ada di sana hanya tersenyum mendengar penuturan dari zayen
setelah 10 menit akhirnya Remon dan Rania pamit pulang dan sebelum mereka pergi mereka tak hentinya-hentinya menasehati anak dan menantunya tentunya untuk menjaga kesehatan zayen agar cepat pulih dan kembali beraktivitas dan itu membuat zayen sacara pribadi sangat terharu dan bersyukur memiliki mertua yang begitu menyayangi nya.
kini hanya tinggal nevan ,zayen dan Azura yang berada dalam ruangan.
" siapa? tanyanya penasaran.
" hah? Azura bingung harus menjawab apa karena ia takut zayen akan marah padanya.
" siapa? barusan ada chat masuk kan, siapa?"tanyanya lagi masih penasaran di tambah lagi dengan raut muka Azura yang nampak ketakutan dan itu membuat zayen semakin ingin tau.
__ADS_1
karena belum ada jawaban dari pertanyaan nya zayen lansung mengambil henfon Azura secara paksa dan Azura tak bisa lagi untuk mengelak, sehingga iapun pasrah.
"siapa yang menyuruh mu memberikan informasi keadaan ku kepada mereka? tanyanya dengan nada sedikit meninggi ,nevan yang tak mengerti siapakah yang zayen maksud? mengapa ia begitu marah namun setelah mendengar penuturan Azura barulah ia tau .
"maaf,tapi mereka wajib tau tentang keadaan mu , karena mereka adalah keluarga mu " ucap azura .
" Azura sudah berapa kali aku bilang apa kamu masih tidak mengerti ,antara aku dan keluargaku itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi,dari dulu sampai sekarang,bahkan selamanya"
" tapi mereka orang yang paling berjasa zayen di hidupmu, mereka orang yang tidak akan pernah bisa kau gantikan dengan apapun"
"kamu jangan sok tau ,kamu baru saja hinggap di kehidupan ku,kamu gak tau seberapa besar rasa kekecewaan bahkan kebencian yang aku tanam dari dulu sampai sekarang ,semenjak ibuku tiada aku dan mereka bukan lagi keluarga bagiku mereka hanyalah sampah yang tak berguna tidak ada nilaiya apa-apa,kalau saja aku boleh meminta aku tidak mau menjadi bagian dari keluarga mereka ,dalam hidup ku mereka hanyalah belenggu yang sangat menggangu ku " ucap zayen dengan nada tinggi nya .
Azura yang tidak kuat lagi membendung rasa sakit hati yang mewakili perasaan iba terhadap perkataan suaminya yang telah begitu bencinya pada keluarganya hanya mampu menangis ,Azura tak dapat membayangkan jika sang mertua ada dan mendengarkan semua ini ia tak dapat membayangkan betapa perih dan sakit hati jika orang yang mereka sayangi begitu membenci keluarga nya.
tetapi Tampa mereka sadari di balik pintu ada sepasang suami istri dan juga putrinya yang mendengar semua percakapan zayen yang sangat menusuk hatinya,siapa lagi kalau bukan Danur ,Mona dan juga Kinan.
kinan yang tak sanggup lagi melihat papanya akan semakin tersakiti mendengar penuturan sang KK berniat mengajaknya untuk pulang .
" pa kita pulang ya....," ajak Kinan.
__ADS_1
Danur yang tau akan maksud putri nya hanya tersenyum .
"papa gak papa sayang,Kinan gak usah hawatir ,papa mohon sama Kinan izin kan papa mendengarkan kata-kata yang ingin kakakmu sampaikan "ucap Danur pada sang putri ,ia berusaha kuat padahal dalam hati ia sangat terpukul mendengar apa yang seharusnya tak patut ia dengar.