
jam sudah menunjukkan pukul tuju malam ,hari ini bener2 hari yang sangat melelahkan karena hari ini banyak sekali pesanan baju pengantin dan gaun2 pesta dan itu membuat Azura mengabaikan permintaan zayen yang saat itu menginginkan Azura pulang lebih cepat.
kini mobil Azura sudah memasuki area pekarangan rumah mewah nya .saat Azura membuka pintu Azura tak dapat melihat apa-apa ,karena disana nampak gelap dan tak ada tanda-tanda semua seakan penghuni rumah mewahnya menghilang seketika.
" kok jam segini sudah mati lampu sihh,apa aku lupa bayar tagihan listrik ya? tapi aku yakin udah bayar kok" tanya Azura yang nampak Heran dengan kondisi rumah nya.
" bi Nani,bi ati,bi Lisa" panggil Azura pada semua maid yang bekerja padanya dan sang suami.
azura terus memanggil namun tak ada jawaban dari ketiga maid tersebut.dan itu semakin membuat Azura takut ,bingung semua bercampur aduk.
" kemana mereka ? " tanya Azura lagi.
kemudian Azura melangkah menaiki tangga menuju lantai dua lebih tepatnya menuju kamarnya.
saat sampai di kamar, AZURA juga di kejut kan dengan kondisi kamar yang juga nampak gelap tapi yang membuat ia begitu terkejut adalah disana terdapat seseorang yang saat ini membelakangi nya .
azura mendengar seseorang itu terlihat sedang memainkan alat musik dan tak lama setelah itu terdengar suara nyanyian yang membuat Azura semakin tak henti-hentinya diam terpaku.
__ADS_1
"***memenangkan hatiku bukanlah satu hal yAng mudah,kau berhasil membuat ku tak bisa hidup tanpamu.....
menjaga cinta itu bukanlah satu hal yang mudah namun sedetikpun tak pernah kau berpaling dariku..
beruntung nya aku dimiliki kamu....
kamu adalah bukti dari cantiknya paras dan hati,kau jadi harmonis saat ku bernyanyi,tentang terang dan gelapnya hidup ini...
kaulah bentuk terindah dari baiknya tuhan padaku....,waktu tak mengusaikan cantikmu....
meruntuhkan egoku bukanlah satu hal yang mudah,dengan kasih kembut kau pecahkan kerasnya hatiku...
beruntung nya aku dimiliki kamu***.....
seseorang itu kemudian berbalik menatap Azura yang saat itu masih terdiam ,kemudian seseorang itu mendekati Azura dan meraih tangan AZURA .
seseorang itu tak lain adalah zayen yang saat itu sudah mempersiapkan nya dengan begitu matang untuk membuat Azura menjadikan miliknya sepenuh nya.
__ADS_1
azura terdiam dengan semua perlakuan suaminya yang saat itu benar-benar sama sekali tak terbayangkan dalam benaknya.
" azura selama ini aku memiliki segalanya apa yang aku mau aku bisa dapatkan dengan mudah,tapi yang gak bisa aku dapatkan dan itu sangat sulit untuk aku dapatkan adalah kebahagiaan dan kasih sayang , sehingga selama ini aku merasa hidupku kosong ,hampa dan yang menjadi temanku hanyalah kesunyian dan diselimuti kegelapan Tampa cahaya,bahkan apa yang saat ini aku miliki aku tak merasa kan itu ada bahkan itu hanyalah sebuah kebohongan belaka, aku benci diriku sendiri ,aku marah pada diriku sendiri ,bahkan aku tak memiliki semangat untuk memulai hari ku " ucap zayen menceritakan perihal perasaan yang selama ini ia rasakan.
"tapi saat ini aku menemukan kebahagiaan yang gak bisa aku dapat kan sebelum nya,aku marasakan kasih sayang yang tidak bisa Aku dapatkan sebelum nya, kini kegelapan yang menyelimuti hidupku kini berganti dengan cahaya ,maka dari itu aku tak ingin cahaya itu hilang dariku sedikit pun aku akan memperjuangkan cahaya itu agar selamanya menjadi milik ku,dan cahaya itu adalah dirimu,dengan ada nya kamu disisiku aku marasakan kebahagiaan yang selama ini hilang"
"azura maukah kau menemani hari-hariku,maukah kau berada di samping ku,menamaniku melewati masa-masa sulit dan masa-masa indah ku,maukah kamu tertidur dan terbangun di sisi ku setiap kali aku membuka mata,maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku kelak,maukah kau menjadi pendamping ku selamanya" tanya zayen dengan begitu tulus dan penuh harap.
azura terdiam sejenak dan menatap kedua mata zayen yang saat itu terlihat begitu tulus mengatakan perasaannya walau pun saat ini sangat gelap tapi itu tak menjadi penghalang buat Azura karena saat ini posisinya dengan sang suami sangat dekat bahkan hembusan nafas diantara kedua nya dapat mereka rasakan,
entah keberanian dari mana Azura tiba-tiba memeluk zayen dan zayen pun membalas pelukan dari Azura.
mereka terdiam beberapa saat kemudian Azura melonggarkan sedikit pelukannya dan menatap wajah zayen yang saat itu juga menatap nya.
" aku mau " ucap azura mengangtungkan kalimat nya beberapa saat." aku mau menjadi partner dalam setiap langkahmu ,dalam setiap perjalanan hidupmu ,aku mau menjadi ibu dari anak-anakmu kelak,aku ingin menjadi satu-satunya wanita yang bersemayam di sanubari mu,dan aku akan mempertahankan kamu sebagai satu-satunya laki-laki yang bersemayam di sanubariku" ucap azura kemudian Azura kembali memeluk zayen dengan begitu erat.
sepasang kekasih itu melewati malam-malam mereka dengan begitu penuh kebahagiaan ,Azura telah menyerahkan dirinya pada sang suami ,baik zayen maupun Azura seperti merasakan kebahagiaan , kenikmatan yang belum ia rasakan sebelumnya.
__ADS_1