DIA MILIKKU.

DIA MILIKKU.
33


__ADS_3

Kinan reflek menoleh dan betapa kagetnya ketika yang memanggil dirinya adalah orang yang sangat ia kenal.


"kak Azura??ini benar Kaka?" tanya kinan yang sama tak percaya nya.


"loh kalian sudah kenal ?? tanya Mona pada Kinan dan Azura.


"ya ma ,Kinan sangat mengenal kak Azura ,dia adalah orang yang waktu itu menolong Kinan dan kak Azura ini adalah Kaka terbaik yang pernah kinan kenal" ucap Kinan dengan bangganya men ceritakan Azura kepada Wirata dan Mona.


"Kinan apa-apan sih kamu ,kamu terlalu berlebihan" ucap azura malu.


"OOO ini yang namanya Azura yang sering Kinan ceritakan ,wahh ternyata selain sifatnya yang baik orang nya juga cantik" puji Mona.


"wahh nampaknya Kalian sangat akrab" tanya Wirata senang.


"ya pa kak Azura orang nya sangat baik ,dan Kinan sangat senang bertemu dengannya"ucap Kinan.


mereka bercengkrama dengan begitu asiknya sampai-sampai tak memperdulikan orang yang saat ini sedang menatap dan sesekali membuang muka tak kala melihat canda tawa diantara Kinan,Wirata Mona dan juga Azura.


"oiya AZURA ,Azura ini sudah lama kenal sama zayen? tanya Wirata pada Azura.


seketika Azura tersadar bahwa ada seseorang yang ia lupakan sedari tadi.


Azura menatap zayen sekilas kemudian menatap wirata lagi.


"belum lama kok tuan"ucap azura sopan.


"hahahhaha ,Azura tidak usah panggil saya tuan panggil saja om" ucap Wirata pada Azura.

__ADS_1


"eh i-iya om" ucap azura ragu.


"oiya kak Azura ada perlu apa kesini?"tanya kinan penasaran.


"eeeeeeee........." fikir azura.


"dia calon istri ku" jawab zayen singkat Tampa ada keragu-raguan dari pembicaraannya.


mendengar ucapan zayen yang secara spontan dan memperkenalkan dirinya sebagai seorang istri nampak seperti di sambar petir ,ya kalian bisa bayangkan aja sendiri jika posisi Azura di posisi kalian,hehehhehe.


Wirata ,Mona dan Kinan secara refleks menoleh ke arah zayen ,mungkin Mona dan Kinan nampak kaget tapi wirata hanya membalasnya dengan senyuman getir.


" nampaknya ini rencana kamu son,baiklah papa akan ikuti permainanmu Sampai selesai" batin Wirata.


Wirata jelas sudah tidak merasa terkejut karena jauh sebelumnya Nevan sudah menceritakan semua pada wirata tentang semua yang terjadi akhir-akhir ini dan itu semua atas perintah Wirata.


Nevan memang menceritakan bahwa zayen memiliki sebuah rencana yang Nevan sendiri tak mengetahui nya ,tapi dari cerita Nevan tentang zayen yang bertemu Azura dengan pertemuan yang begitu singkat apa lagi diantara keduanya selalu bertemu yang di akhiri dengan sebuah percekcokan pasti tak mudah bagi keduanya menjalin sebuah hubungan, jadi mustahil bagi Wirata bahwa keduanya memiliki hubungan serius apalagi menuju tali pernikahan.


"OOO jadi Azura istri kamu son ?" tanya Wirata pura-pura mengimbangi permainan zayen.


mendengar ucapan Wirata dengan sebutan panggilan son kepada ZAYEN , lagi-lagi Azura di buat kaget .


"apa?? apa-apan ini, yang satu memperkenal aku sebagai istri yang satu lagi memanggil pria kutub ini son? berarti dia ini anak dari om Wirata?" batin azura.


"ya dia adalah wanita yang akan menikah dengan ku Minggu depan"ucapnya dengan angkuh.


WHATTTZZ!!!!!! bagai di sambar petir tuju kali lipat,hancur dan semakin hancur,Azura tak mampu lagi berkata-kata karena ia masih tak habis fikir dengan kenyataan yang saat ini ia alami.

__ADS_1


" Minggu depan?? wahh nampaknya Kalian sangat terburu-buru sekali ya...,bukannya tadi Azura bilang kalian baru saja mengenal?" tanya Wirata.


"ya gak papa dong mas lebih cepat kan lebih baik,lagian buat apa nunggu lama-lama kalau mereka berdua sudah saling mencintai" tambah Mona .


" bener tu pa ,lagian aku senang kok ,kak Azura ini jadi bagian dari keluarga kita" ucap kinan yang kemudian tersenyum kepada Azura,


perbincangan semakin hangat dan sesekali terdengar suara canda tawa yang membuat Azura semakin salah tingkah.


"maaf tuan ,nyonya, makan malam sudah siap " ucap bi nani Art yang sudah menyiapkan makan malam buat majikannya.


" oiya bi terimakasih" ucap Wirata.


"berhubung makan malam sudah siap,zayen Azura tidak ada salahnya kan kalian makan malam disini?" tanya Wirata lebih tepatnya pertanyaan yang berniat ajakan.


sebelum Azura ingin menjawab zayen bangkit dari tempat duduknya .


"tidak usah ,kami akan makan malam di rumah" tolak zayen kemudian ingin melangkah keluar tapi Wirata memberhentikan langkah zayen.


wirata menghampiri zayen dan membisikkan sesuatu di telinga zayen.


" kamu gak mau kan sampai dia tau tentang kehidupan mu yang sebenarnya" ancam Wirata.


zayen kemudian menoleh dan menatap wajah Wirata yang saat itu tersenyum penuh arti.


" jadi gimana zayen ?apa kalian mau menerima permintaan kami buat makan malam di rumah ini?" tanya Wirata lagi.


" baiklah setelah makan malam kami akan pergi" kata zayen kemudian.

__ADS_1


" baiklah kalau begitu mari kita keruang makan" ajak Wirata pada semua Yang ada di sana.


di Ruang makan nampak hening ,dan tak lama kemudian acara makan malam pun selesai,


__ADS_2