
Azura menepati janji nya pada Kinan ia sekarang sudah sampai di rumah sakit setelah tadi ia sudah mengecek kondisi dari mulai butik ,cafe dan rumah singgah nya bahkan tadi ia sempatkan mampir kerumah mertua nya untuk sekedar berkunjung dan juga ia tak lupa pula mampir ke rumah nya sendiri untuk melihat kondisi ayah dan bundanya walau hanya se saat akan tetapi paling tidak ia sudah melihat dan menyambangi keluarga nya dan tentunya perubahan yang Azura tunjukan mendapat respon yang luar biasa dari orang-orang terdekatnya.
Azura melangkah memasuki ruangan yang nampak sunyi seketika ia hanya tersenyum masam tat kala ia menatap wajah suaminya yang hanya diam Tampa ada respon sedikitpun jujur ia sangat merindukan hal itu.
Azura melihat ruangan itu bukan hanya sepi tapi ada yang hilang dari pandangan nya yaitu Kinan, seseorang yang menjaga suaminya beberapa saat sebelum ia pergi meninggalkan nya.
" kemana Kinan" tanya Azura pada diri nya sendiri dan secara bersamaan pintu masuk terbuka pertanda seseorang datang, azura melihat kearah pintu masuk nampak seseorang yang ia cari datang dengan membawa beberapa makanan mungkin saja Kinan keluar membeli makanan ,fikir Azura.
" Kaka Azura sudah datang? ,maaf ya Kaka Kinan terpaksa meninggalkan kak zayen sendiri soalnya Kinan laper jadi kinan putus kan beli makanan dulu deh ,gak papa kan?" tutur Kinan yang merasa tidak enak atas keteledoran nya yang meninggal zayen dan mengabaikan amanah KK iparnya.
" gak papa sayang,Kaka paham kok,lagi pula kamu kan juga butuh nutrisi buat menganjal rasa laparmu, kalau kau mengabaikan rasa laparmu kakak justru akan merasa bersalah" ucap azura.
" ya udah kamu makan dulu gih ,biar cacing dalam perutmu itu tidak meronta-ronta karena telat belum di kasi makan " tambah Azura lagi dan Kinan hanya menganggukkan kepalanya dan menuju sofa ,dan mulai menyantap makanannya.
************************
dilain tempat nampak seorang pemuda yang sedang mencari sesuatu dalam laci meja , entah apa yang ia cari.
__ADS_1
" ketemu" ungkapnya setelah menemukan apa yang ia cari dalam laci itu,dan nampak sebuah botol obat berukuran kecil ,pemuda itu tak lain adalah nevan.
nevan mengambil beberapa kapsul kemudian meminum nya ,terlihat ia nampak begitu berkeringat dan wajahnya terlihat sekali pucat.
setelah meminum obat nevan kemudian melangkah kebalkon kamar nya menatap kesunyian malam , entah apa yang terjadi yang sedang mengganggu pikiran nya.
"berikanlah aku kekuatan Tuhan untuk terus bersamanya walaupun hanya beberapa saat sebelum akhirnya aku pergi" gumam nevan dalam kesunyian nya.
*****************
caila datang kerumah sakit untuk melihat kondisi sahabatnya dan perkembangan pada suami sahabat nya itu.
namun dalam keramaian itu caila nampak mencari sekaligus heran karena beberapa belakangan ini ia tak melihat sosok sang kekasih yang datang untuk menyambangi sahabat nya atau bahkan menemui dirinya.
Azura yang paham apa yang ada dalam fikiran sahabatnya itu nampak berbisik yang membuat caila menatap Azura dengan tatapan tak percaya bagaimana bisa apa yang ia fikir kan dapat terbaca oleh sahabat nya itu Tampa ia ungkap kan.
" nevan sudah datang kesini tadi sore ,dia baik-baik saja hanya saja......" Azura sengaja menggantung kan kalimatnya untuk menjaili caila,dan benar saja Tampa sadar caila secara spontan bertanya dengan suara yang sedikit meninggi yang membuat orang yang berada disana melihat kearah nya dan itu membuat Azura tersenyum tat kala melihat ekspresi wajah sahabat nya yang nampak tersipu malu.
__ADS_1
" kamu kenapa cai? tanya Riana ibunda Azura.
" ehh...eng- gak kenapa-kenapa Tan,cuma tadi .....kakiku keinjek sama Azura jadi aku reflex dehhhh hehheheh" ucap caila gugub mencari alasan agar semua orang tak curiga hanya saja apakah alasan nya dapat di terima atau tidak itu urusan belakangan yang terpenting ia bisa menutupi rasa malunya ,jika caila berusaha untuk menutupi kegugupannya akibat kecerobohan nya maka berbeda dengan Azura yang nampak geram mendengar penuturan caila yang menyeret dirinya dalam sandiwara kegugupannya nya itu, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa toh juga semua ini atas kesalahan dirinya yang usil al hasil ia pula yang mendapat batunya.
" Azura kamu kenapa sihh ,kasian kan kaki caila hati-hati dong sayang kalau melangkahkan kakimu itu jangan Sampek membahayakan orang " ucap Riana pada Azura yang di jawab anggukan serta senyuman pasrah atas perkataan sang bunda.
" ehh. hehehehe iy- iya Bun" jawab Azura sambil mencubit pinggang caila
" awwww " rintih caila merasakan sakit sekaligus geli karena Azura tidak benar-benar mencubitnya dengan cubitan mautnya hanya sekedar cubitan biasa.
" bisa-bisa nya ya kamu membawaku dalam alasanmu itu" ucap azura dengan suara pelannya agar hanya dirinya dan caila saja yang tau karena berhubungan kini ia berdiri di samping tak jauh dari caila.
" hehehhe iya maaf lagian kamunya sihh ,oiya Ra tadi kamu belum lanjutin omongan mu hanya saja apa? tanya caila yang masih penasaran dengan kalimat Azura.
" hanya saja ia nampak begitu kurus aku melihat wajahnya pucat seperti vampir matanya sendu seperti habis menangis setahun tapi...." lagi-lagi Azura dengan sengaja membuat caila geram atas kalimat yang selalu ambigu yang ia dengar dari penuturan Azura.
" tapi....? tanya caila penasaran.
__ADS_1
" tapi ........tapi boong" seketika Azura tertawa puas dengan hasil kerjanya yang membuat sahabatnya itu geram atas keusilannya mungkin Jika hanya berdua ia akan habis kena timpukan bantal atau bahkan peralatan yang ada di rumah sakit akan segera mendarat di diri nya ,tapi kali ini ia beruntung karena banyak orang yang juga hadir di ruang itu dan itu membuat caila hanya menatap nya dengan menahan rasa jengkelnya pada azura
karena telah berhasil mengerjainya.